Dalam posting-an yang diunggah pada tanggal 2 Agustus tersebut, akun tersebut membagikan informasi tentang bantuan senilai ratusan juta kepada pekerja migran Indonesia (PMI). ”Assalamualaikum kami dari kantor BP2MI menyalurkan dana bantuan kepada TKI/TKW yang bekerja di luar negeri. Bagi yang menerima bantuan tersebut diwajibkan menghubungi kami secepatnya supaya segera kami proseskan,” demikian tulis akun abal-abal tersebut.
Kepala BP2MI Cabang Banyuwangi Muhammad Iqbal mengatakan, setelah ditelusuri akun tersebut bukanlah akun resmi BP2MI. Dia menegaskan informasi yang disebarkan melalui akun tersebut dipastikan hoaks alias bohong. ”Kita pastikan itu hoaks. Tidak pernah ada program seperti itu, apalagi nilainya sampai ratusan juta, itu berlebihan,” tegasnya.
Iqbal menyebut, diduga pemilik akun palsu mencoba memanfaatkan kelengahan PMI untuk meraup keuntungan pribadi. ”Dari hasil pantauan, akun yang mengatasnamakan pihak BP2MI tersebut merupakan akun baru. Bukan hasil hack akun resmi milik BP2MI. Namun, ternyata akun tersebut sudah banyak menjaring para PMI asal Banyuwangi,” katanya.
Imbas dari kabar tersebut, jelas Iqbal, saat ini banyak PMI yang menghubungi BP2MI. Banyak dari mereka yang termakan isu hoaks tersebut. ”Ada beberapa yang menghubungi kami, namun kami langsung melakukan tindakan awal untuk meluruskan informasi tersebut. Kami memberikan informasi yang benar lewat jejaring kami, termasuk kami juga sudah memberitahukan informasi ini ke BP2MI Pusat,” ungkapnya.
Untuk mengantisipasi hal buruk yang kemungkinan terjadi, masih kata Iqbal, pihaknya mengimbau kepada setiap PMI agar lebih berhati-hati dalam mencerna informasi. Kabar mengenai BP2MI khususnya yang berkaitan dengan hukum akan diumumkan secara resmi. ”Kami mengimbau kepada seluruhnya untuk tidak secara langsung mempercayai informasi yang tersebar di media sosial, sebaiknya dilakukan kroscek terlebih dahulu agar tidak ada PMI yang menjadi korban penipuan,” ungkapnya. (rio/afi/c1) Editor : AF Ichsan Rasyid