RADAR BANYUWANGI– Presiden Iran Masoud Pezeshkian menuduh Amerika Serikat (AS) dan Israel mengubah strategi setelah gagal memaksa Iran menyerah melalui kekuatan militer. Menurut Pezeshkian, kedua negara tersebut kini berupaya menciptakan sekaligus memperbesar perpecahan internal di Iran.
Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian dalam pertemuan dengan para wali kota dari sejumlah kota besar dan ibu kota provinsi di Iran. Kantor berita pemerintah Iran, IRNA, melaporkan pernyataan tersebut.
Pezeshkian mengatakan, setelah upaya militer tidak berhasil membuat rakyat Iran menyerah, pihak yang disebutnya sebagai musuh mengalihkan perhatian pada kondisi internal negara.
“Setelah gagal memaksa rakyat Iran menyerah melalui perang militer, musuh memusatkan seluruh rencana mereka untuk menciptakan dan memperkuat perpecahan internal,” kata Pezeshkian, sebagaimana dilaporkan IRNA.
Serukan Persatuan Nasional
Dalam pertemuan tersebut, Pezeshkian menekankan pentingnya mempertahankan persatuan dan kohesi nasional di tengah tekanan yang dihadapi Iran.
Ia juga mengingatkan agar kelompok tertentu tidak mengambil tindakan yang justru melemahkan negara dengan mengatasnamakan pemahaman atau pengetahuan yang dianggap paling benar.
Menurut Pezeshkian, keterlibatan masyarakat secara luas menjadi salah satu cara penting untuk menghadapi apa yang disebutnya sebagai konspirasi terhadap Iran.
“Suatu kelompok tidak boleh melemahkan negara dengan ilusi bahwa mereka adalah ‘serba tahu’,” ujar Pezeshkian.
Ia kemudian menekankan bahwa partisipasi publik dari seluruh warga merupakan hal penting untuk menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi negaranya.
Pernyataan di Tengah Ketegangan
Pernyataan Pezeshkian tersebut muncul dalam konteks ketegangan Iran dengan AS dan Israel. Dalam pernyataannya, Presiden Iran mengaitkan tekanan militer dengan upaya yang menurutnya kini diarahkan pada kondisi internal Iran.
IRNA, sebagai kantor berita pemerintah Iran, menyampaikan pernyataan tersebut sebagai bagian dari laporan mengenai pertemuan Pezeshkian dengan para wali kota.
Pezeshkian tidak merinci dalam pernyataan yang dikutip IRNA bentuk spesifik tindakan yang disebutnya sebagai upaya AS dan Israel untuk menciptakan perpecahan internal.
Namun, pesan utama yang disampaikan dalam pertemuan itu jelas: persatuan nasional dan keterlibatan masyarakat dinilai penting oleh pemerintah Iran untuk menghadapi tekanan eksternal maupun persoalan di dalam negeri.
Bagi Pezeshkian, menjaga kohesi nasional bukan hanya persoalan politik, tetapi juga menjadi bagian dari respons Iran terhadap tekanan yang menurutnya kini tidak lagi semata-mata mengandalkan kekuatan militer. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : IRNA