RADAR BANYUWANGI – Inggris turun tangan membantu Arab Saudi menghadapi serangan kelompok Houthi dari Yaman. Namun, bantuan itu tidak berupa serangan langsung.
London akan mengirim dukungan pengisian bahan bakar di udara untuk pesawat-pesawat Saudi yang menjalankan misi pertahanan.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham mengatakan permintaan bantuan tersebut diajukan langsung oleh Riyadh. Pemerintah Inggris menyetujuinya setelah mempertimbangkan rekomendasi menteri pertahanan dan menteri luar negeri.
“Saya menyetujui permintaan itu untuk pengisian bahan bakar udara-ke-udara yang bersifat defensif,” kata Burnham kepada wartawan dalam perjalanan menuju Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, seperti dikutip Reuters.
Inggris akan mengerahkan satu pesawat tanker Voyager milik Angkatan Udara Kerajaan Inggris atau Royal Air Force (RAF). Pesawat tersebut dijadwalkan mulai beroperasi dalam beberapa hari.
Burnham menegaskan dukungan tersebut bersifat terbatas.
“Kesepakatan itu dibatasi waktu, tetapi akan terus kami tinjau,” ujarnya.
Associated Press (AP) melaporkan, dukungan itu pada tahap awal diperkirakan berlangsung selama beberapa pekan. Seorang pejabat Inggris menyebut Voyager akan digunakan untuk mengisi bahan bakar pesawat Saudi yang menjalankan misi pertahanan.
Burnham menilai stabilitas kawasan Timur Tengah juga berkaitan dengan kepentingan Inggris, terutama keamanan jalur perdagangan dan energi.
“Kita perlu menjaga jalur-jalur itu tetap terbuka,” katanya, seperti dikutip AP.
Voyager Jadi Tulang Punggung Pengisian Bahan Bakar RAF
Voyager merupakan pesawat tanker utama RAF. Selain untuk pengisian bahan bakar di udara, pesawat berbasis Airbus A330-200 itu digunakan sebagai angkutan strategis.
“Voyager adalah satu-satunya tanker pengisian bahan bakar udara-ke-udara RAF,” demikian keterangan RAF dalam laman resminya.
RAF mengoperasikan Voyager dalam varian KC Mk2 dan KC Mk3. Pesawat tersebut mampu membawa hingga 109 ton bahan bakar.
Kemampuan itu memungkinkan jet tempur yang menerima pengisian bahan bakar terbang lebih jauh dan bertahan lebih lama di udara tanpa harus kembali ke pangkalan.
Selain menjadi tanker, Voyager bisa digunakan untuk mengangkut personel dan kargo. Pesawat itu juga dapat dikonfigurasi untuk misi evakuasi medis.
Rudal Houthi Diarahkan ke Riyadh
Keputusan Inggris muncul setelah serangan Houthi terhadap Arab Saudi kembali meningkat.
Pada Sabtu (19/9), pertahanan udara Saudi mencegat rudal balistik yang disebut diluncurkan Houthi menuju Riyadh.
Juru Bicara Koalisi untuk Mendukung Legitimasi di Yaman Mayjen Turki Al-Malki menyatakan rudal tersebut berhasil dihancurkan sebelum mencapai sasaran.
“Pertahanan Udara Kerajaan Saudi berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah rudal balistik yang diluncurkan menuju Kota Riyadh,” kata Al-Malki dalam pernyataan yang disiarkan Saudi Press Agency (SPA).
Koalisi Saudi juga melaporkan adanya upaya serangan terhadap Baish, Taif, Kepulauan Farasan, dan Yanbu.
Menurut Riyadh, seluruh serangan tersebut berhasil digagalkan sistem pertahanan udara Saudi.
AP melaporkan tidak ada korban maupun kerusakan yang dilaporkan setelah rudal diarahkan menuju Riyadh.
Reuters, secara terpisah, melaporkan munculnya kobaran api dan asap hitam di sekitar kawasan Bandara Internasional King Khalid, Riyadh. Video yang diverifikasi Reuters memperlihatkan kepulan asap dalam jumlah besar di sekitar kawasan tersebut.
Houthi Klaim Serang Aramco
Houthi mengaku melancarkan serangan menggunakan rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak terhadap sejumlah sasaran di Arab Saudi.
Kelompok tersebut juga mengeklaim menyerang fasilitas perusahaan minyak Saudi Aramco di Yanbu.
Juru Bicara Militer Houthi Yahya Saree menyatakan serangan mereka mengenai “sasaran sensitif” di Riyadh dan mengakibatkan “kebakaran besar”, sebagaimana dilaporkan kantor berita EFE.
Namun, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.
Houthi tidak memberikan informasi terperinci mengenai lokasi sasaran, tingkat kerusakan, maupun jumlah korban.
AP juga melaporkan bahwa klaim serangan terhadap fasilitas Aramco di Yanbu belum mendapat konfirmasi independen.
Karena itu, klaim Houthi mengenai kerusakan fasilitas minyak Saudi masih perlu dibedakan dari informasi yang telah dikonfirmasi pemerintah Saudi, yakni pencegatan rudal menuju Riyadh.
Inggris Kecam Eskalasi Houthi
Pemerintah Inggris telah menyampaikan kekhawatiran terhadap meningkatnya serangan Houthi bahkan sebelum menyetujui bantuan bagi Saudi.
Kementerian Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Inggris atau Foreign, Commonwealth & Development Office (FCDO) menilai serangan tersebut berisiko memperluas konflik.
“Serangan Houthi membahayakan stabilitas kawasan, kebebasan navigasi, dan jalur perdagangan vital melalui Laut Merah dan Bab al-Mandeb,” kata juru bicara FCDO dalam pernyataan resmi.
Inggris juga menyatakan Arab Saudi dan pemerintah Yaman yang diakui secara internasional memiliki hak untuk menjaga keamanan dan kedaulatan sesuai dengan hukum internasional.
“Kami menyerukan Houthi untuk segera menghentikan serangan dan eskalasi mereka,” tegas FCDO.
Kerja sama pertahanan Inggris dan Arab Saudi bukan hal baru.
Dalam percakapan Burnham dengan Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman pada Juli 2026, Downing Street menyatakan kedua negara berniat memperkuat kerja sama pertahanan.
Inggris sebelumnya juga mengerahkan sistem pertahanan udara Sky Sabre ke Arab Saudi untuk memperkuat perlindungan terhadap ancaman rudal di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Bab al-Mandeb Jadi Titik Krusial
Eskalasi konflik di Yaman mendapat perhatian internasional karena wilayah tersebut berada dekat jalur pelayaran strategis Laut Merah dan Selat Bab al-Mandeb.
Jalur itu menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan Laut Arab. Bab al-Mandeb menjadi salah satu lintasan penting perdagangan global, termasuk pengiriman minyak dan produk energi.
AP melaporkan Houthi memperluas penguasaan wilayah di Yaman sepanjang September. Kelompok tersebut antara lain menguasai sejumlah lokasi strategis di sekitar pesisir Laut Merah.
Perkembangan itu meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan kapal yang melintas di sekitar Bab al-Mandeb.
Reuters melaporkan meningkatnya serangan terhadap wilayah Saudi dan infrastruktur energi kembali memunculkan kekhawatiran mengenai keamanan pasokan energi dan jalur pelayaran regional.
Bagi London, bantuan kepada Saudi karena itu tidak hanya dipandang sebagai persoalan pertahanan bilateral.
Burnham mengaitkannya dengan kepentingan mempertahankan stabilitas kawasan serta menjaga jalur perdagangan dan energi tetap terbuka.
Meski demikian, keterlibatan Inggris sejauh ini dibatasi pada dukungan pengisian bahan bakar di udara untuk misi pertahanan Saudi.
Belum ada pengumuman bahwa kesepakatan tersebut mencakup keterlibatan pesawat RAF dalam serangan langsung terhadap sasaran Houthi di Yaman.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara