Korea Utara Uji Senjata Misterius, Kim Jong Un Klaim Teknologi Mutakhir

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 20:30 WIB
FOTO ILUSTRASI: Korea Utara menguji senjata baru yang diduga terkait teknologi hipersonik. Kim Jong Un menyebut uji coba itu memperkuat kesiapan militer. (ANTARA FOTO/KCNA vi)
FOTO ILUSTRASI: Korea Utara menguji senjata baru yang diduga terkait teknologi hipersonik. Kim Jong Un menyebut uji coba itu memperkuat kesiapan militer. (ANTARA FOTO/KCNA vi)

RADAR BANYUWANGI - Korea Utara kembali memamerkan kemampuan militernya dengan menguji senjata baru yang disebut menunjukkan teknologi pertahanan mutakhir. Uji coba tersebut dipantau langsung Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dan dilakukan ketika ketegangan di Semenanjung Korea kembali meningkat.

Kabar pengujian itu disampaikan media pemerintah Korea Utara, KCNA, pada Selasa. Namun, laporan tersebut tidak menjelaskan secara spesifik jenis senjata yang diluncurkan dalam pengujian pada Minggu.

Kim Jong Un disebut memuji hasil uji coba yang dilakukan Administrasi Rudal Korea Utara. Menurutnya, pengujian tersebut menunjukkan perkembangan penting dalam kemampuan angkatan bersenjata Pyongyang untuk menghadapi ancaman militer.

Diduga Berkaitan dengan Rudal Hipersonik

Foto yang dirilis KCNA memperlihatkan Kim Jong Un didampingi putrinya saat memeriksa sebuah layar. Pada layar tersebut tampak peta wilayah pantai timur Korea Utara serta keterangan mengenai lintasan penerbangan senjata bernama Hwasongpho-11-ma-1.

NK News, media berbasis di Seoul yang secara khusus memantau Korea Utara, menilai proyektil tersebut kemungkinan merupakan varian yang telah ditingkatkan dari rudal yang dilengkapi kendaraan luncur hipersonik.

Teknologi tersebut memungkinkan bagian hulu ledak melakukan manuver setelah diluncurkan. Kemampuan itu berpotensi membuat rudal lebih sulit dilacak atau dicegat oleh sistem pertahanan antirudal.

Rudal hipersonik sendiri menjadi salah satu teknologi persenjataan yang selama ini didorong Kim Jong Un sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan strategis dan nuklir Korea Utara.

Dua Rudal Ditembakkan ke Lepas Pantai

Militer Korea Selatan sebelumnya menyatakan bahwa Korea Utara meluncurkan dua rudal balistik jarak pendek dari wilayah pantai timurnya pada Minggu.

Pengujian senjata terbaru tersebut berlangsung hanya beberapa hari setelah Pyongyang menuduh Amerika Serikat meningkatkan ketegangan di Semenanjung Korea melalui serangkaian latihan militer.

Situasi itu membuat setiap peluncuran rudal Korea Utara kembali menjadi perhatian Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat, terutama karena ketiga negara tersebut terus mengoordinasikan respons terhadap perkembangan program senjata Pyongyang.

Kim Jong Un Bicara Soal Kesiapan Perang

Dalam laporan KCNA, Kim menyebut perkembangan teknologi persenjataan tersebut sebagai bagian dari penguatan kesiapan tempur negaranya.

Kim juga mengatakan bahwa kemampuan baru itu akan membuat pihak lawan memahami sendiri arti perkembangan militer Korea Utara tanpa perlu penjelasan lebih lanjut.

Pernyataan tersebut mencerminkan pesan Pyongyang bahwa pengembangan persenjataan tetap menjadi bagian penting dari strategi pertahanan Korea Utara.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan independen mengenai seluruh spesifikasi senjata yang diuji maupun seberapa jauh kemampuan sebenarnya dari sistem Hwasongpho-11-ma-1 yang terlihat dalam dokumentasi KCNA.

Diplomasi Tetap Berjalan

Di tengah pengujian rudal tersebut, jalur diplomatik di kawasan tetap berlangsung.

Pada Senin, menteri luar negeri Korea Selatan, Jepang, dan Amerika Serikat bertemu di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan ketiga negara sepakat memperkuat koordinasi untuk menjaga perdamaian dan stabilitas serta mendorong denuklirisasi Semenanjung Korea.

Dengan demikian, pengujian senjata terbaru Korea Utara berlangsung bersamaan dengan dua perkembangan yang berjalan beriringan: peningkatan kemampuan militernya dan upaya diplomatik negara-negara kawasan untuk mempertahankan stabilitas Semenanjung Korea. (*)

Editor : Ali Sodiqin
kim jong un rudal hipersonik senjata Korea Utara Hwasongpho-11-ma-1 korea utara