Peta Kongres Missouri Kembali Berubah, Pengadilan Tunda Berlaku hingga 28 September

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 20:00 WIB
ILUSTRASI: Peta Kongres Missouri kembali berubah setelah pengadilan banding memerintahkan peta 2025. Putusan ditahan hingga 28 September jelang pemilu. (courses-lumenlearning.com)
ILUSTRASI: Peta Kongres Missouri kembali berubah setelah pengadilan banding memerintahkan peta 2025. Putusan ditahan hingga 28 September jelang pemilu. (courses-lumenlearning.com)

RADAR BANYUWANGI — Peta distrik Kongres Missouri kembali menjadi bola panas menjelang Pemilu 3 November 2026. Pengadilan banding federal memutuskan peta 2025 harus digunakan dalam pemilu November, tetapi putusan itu ditahan selama sepekan hingga 28 September, sehingga petugas pemilu untuk sementara tetap menggunakan peta distrik yang dipakai pada pemilu pendahuluan.

Putusan tersebut dikeluarkan 8th U.S. Circuit Court of Appeals pada Senin (21/9/2026) menjelang pukul 17.00 waktu setempat. Hakim menyatakan garis distrik pada pemilu November harus sama dengan yang digunakan saat pemilihan pendahuluan 4 Agustus. Namun, pelaksanaan putusan ditunda agar pihak yang berseberangan dapat mengajukan permohonan ke Mahkamah Agung Amerika Serikat. 

Artinya, untuk saat ini belum ada perubahan teknis pada proses pemungutan suara. Surat suara bagi pemilih di luar negeri sudah mulai dikirim, sementara pemungutan suara absentee bagi pemilih yang memenuhi syarat dimulai Selasa (22/9/2026).

Putusan Belum Mengubah Surat Suara

Bagi penyelenggara pemilu daerah, putusan terbaru belum langsung mengharuskan mereka mencetak ulang surat suara.

Boone County Clerk Brianna Lennon mengatakan pihaknya tetap melakukan pengujian perangkat tabulasi menggunakan peta distrik 2022. Kantornya juga dijadwalkan mengirim sekitar 1.000 surat suara kepada pemilih yang telah mengajukan permintaan.

Namun, jika peta distrik kembali berubah setelah 28 September, pekerjaan teknis tersebut harus diulang.

Lennon mengatakan perubahan garis distrik bukan sekadar mengganti nama kandidat dalam surat suara. Perubahan distrik dapat membuat format surat suara untuk kelompok pemilih ikut berubah.

“Kami harus membuat ulang seluruh proses pemilu karena distriknya benar-benar berbeda,” kata Lennon, seperti dikutip Missouri Independent.

Menurutnya, petugas harus memprogram ulang, melakukan pemeriksaan ulang, memesan pencetakan surat suara baru, serta menguji kembali perangkat pemungutan suara absentee ketika proses pemungutan suara sudah berjalan.

Mengapa Peta 2025 Kembali Muncul?

Sengketa bermula dari peta distrik Kongres yang disahkan anggota legislatif Missouri pada 2025.

Peta tersebut digunakan dalam pemilihan pendahuluan Agustus 2026. Namun, pada 3 September, Mahkamah Agung Missouri memutuskan referendum terhadap peta tersebut sah dan memerintahkan pemilu November menggunakan distrik berdasarkan peta 2022.

Mahkamah Agung Missouri juga memerintahkan agar referendum mengenai peta 2025 dimasukkan dalam surat suara sebagai Proposition A.

Perselisihan kemudian berpindah ke pengadilan federal.

Anggota DPR AS Bob Onder, senator negara bagian Rick Brattin, serta dua pemilih menggugat Menteri Luar Negeri Missouri Denny Hoskins. Mereka berpendapat perubahan peta setelah pemilihan pendahuluan melanggar hak mereka dan aturan federal terkait pemilu.

Pengadilan distrik federal kemudian memerintahkan penggunaan kembali peta 2025. Namun, Mahkamah Agung AS pada 10 September menahan perintah tersebut sehingga peta 2022 kembali menjadi dasar penyelenggaraan pemilu untuk sementara. 

Kini, putusan pengadilan banding federal kembali membalik keadaan.

Alasan Pengadilan Banding

Pengadilan banding menilai pergantian garis distrik antara pemilihan pendahuluan dan pemilihan umum dapat menimbulkan persoalan perlindungan yang setara bagi pemilih.

Menurut pengadilan, jika distrik berubah setelah pemilihan pendahuluan, sebagian pemilih dapat berada dalam posisi berbeda dibandingkan pemilih lain dalam menentukan wakil mereka di Kongres.

Pengadilan juga memerintahkan Hakim Ketua Pengadilan Distrik AS Stephen Clark menerbitkan perintah permanen yang melarang Missouri menggunakan peta selain peta yang disahkan legislatif pada 2025 untuk pemilu tersebut. 

Dalam putusannya, pengadilan banding juga menolak argumen bahwa pengadilan federal tidak semestinya mencampuri persoalan hukum negara bagian.

Perkara tersebut menjadi salah satu sengketa pemilu paling rumit di Missouri karena perubahan peta terjadi ketika tahapan pemilu sudah berjalan.

Empat Kali Arah Peta Berubah

Jika putusan 8th Circuit mulai berlaku setelah 28 September, penyelenggara pemilu Missouri akan menghadapi perubahan peta distrik untuk keempat kalinya sejak 3 September.

Sebelumnya, peta 2025 digunakan saat pendaftaran kandidat dan pemilihan pendahuluan. Setelah putusan Mahkamah Agung Missouri, peta 2022 kembali digunakan. Kemudian pengadilan federal sempat memerintahkan penggunaan peta 2025 sebelum Mahkamah Agung AS menahannya. 

Situasi itu membuat petugas pemilu daerah harus bekerja dengan tenggat yang sangat pendek.

Di Boone County, misalnya, garis distrik Kongres tidak sepenuhnya mengikuti garis distrik legislatif. Selain itu, sejumlah tempat pemungutan suara memiliki pertanyaan lokal berbeda sehingga membutuhkan format surat suara yang berbeda pula.

Karena itu, perubahan distrik berpotensi memaksa petugas membuat ulang berbagai jenis surat suara.

Peta 2025 dan Dampaknya pada Distrik

Peta 2025 mengubah sejumlah konfigurasi distrik Kongres Missouri.

Salah satu perubahan yang disebut dalam perkara tersebut adalah seluruh wilayah asal Bob Onder ditempatkan dalam distrik ke-3. Peta itu juga mengubah komposisi politik distrik ke-5, yang saat ini diwakili anggota DPR dari Partai Demokrat Emanuel Cleaver. 

Pihak yang mendukung peta 2025 menyatakan pemilih yang sudah mengikuti pemilihan pendahuluan seharusnya menggunakan distrik yang sama pada pemilu umum.

Sebaliknya, People Not Politicians, kelompok yang mengajukan petisi referendum terhadap peta tersebut, berencana membawa perkara kembali ke Mahkamah Agung AS.

Dengan putusan terbaru ini, pertarungan hukum belum benar-benar berakhir.

Batas waktu penting berikutnya adalah 28 September 2026. Sampai saat itu, penyelenggara pemilu Missouri masih dapat melanjutkan persiapan menggunakan peta 2022, sementara Mahkamah Agung AS berpotensi kembali diminta menentukan apakah putusan pengadilan banding federal dapat diberlakukan sebelum pemungutan suara 3 November. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Missouri Independent
peta Missouri pemilu Missouri Kongres AS peta distrik Mahkamah Agung AS