RADAR BANYUWANGI — Nama Donald J. Trump kini terpatri pada salah satu proyek infrastruktur terbesar Maroko. Jalan ekspres Tiznit-Dakhla sepanjang 1.055 kilometer diberi nama “Donald J. Trump Highway” oleh Raja Mohammed VI, sebuah keputusan yang sekaligus menegaskan eratnya hubungan strategis Maroko dan Amerika Serikat.
Keputusan tersebut disampaikan Raja Mohammed VI melalui surat tertanggal 2 Juli 2026 kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Trump kemudian merespons melalui Truth Social pada 26 Juli 2026 dengan menyebut penamaan tersebut sebagai sebuah kehormatan dan menyatakan harapannya dapat menempuh seluruh ruas jalan itu suatu hari nanti.
Di balik nama besar itu, ada proyek yang jauh lebih besar daripada sekadar simbol diplomasi. Koridor Tiznit-Dakhla merupakan proyek infrastruktur strategis yang dirancang memperkuat konektivitas utara-selatan Maroko, memperlancar arus barang dan manusia, serta membuka akses ekonomi menuju kawasan selatan.
Dari Tiznit hingga Dakhla
Jalan ekspres tersebut membentang dari Tiznit menuju Dakhla, melewati sejumlah wilayah penting termasuk Guelmim dan Laâyoune.
Panjang keseluruhan proyek mencapai 1.055 kilometer. Struktur proyeknya terdiri atas sekitar 555 kilometer jalur antara Tiznit dan Laâyoune, sementara sekitar 500 kilometer ruas Laâyoune-Dakhla merupakan pelebaran dan peningkatan Jalan Nasional N1. Pemerintah Maroko menyebut proyek ini sebagai bagian dari upaya memperkuat keterhubungan antara wilayah utara dan selatan.
Proyek tersebut masuk dalam Model Pembangunan Baru Provinsi-Provinsi Selatan yang diluncurkan Raja Mohammed VI pada 2015. Pemerintah Maroko menyebut infrastruktur itu ditujukan untuk memperpendek waktu perjalanan, meningkatkan keselamatan lalu lintas, sekaligus menekan biaya transportasi barang.
Bagi kendaraan berat, jalur tersebut juga memiliki arti penting. Pemerintah Maroko menilai peningkatan konektivitas akan membantu distribusi barang antara kota-kota di wilayah selatan dengan pusat produksi dan distribusi di bagian lain negara tersebut.
Bukan Sekadar Jalan
Di atas peta, Tiznit-Dakhla memang terlihat seperti garis panjang yang membelah wilayah selatan Maroko. Namun bagi pemerintah setempat, koridor ini dirancang sebagai infrastruktur ekonomi.
SNRT melaporkan proyek tersebut memiliki panjang 1.055 kilometer dan ditujukan untuk meningkatkan kondisi lalu lintas, mengurangi waktu perjalanan menuju dan dari kota-kota di wilayah selatan, serta memperbaiki keselamatan berkendara.
Proyek ini juga bukan pekerjaan jalan biasa. Data pemerintah Maroko menyebut pembangunan melibatkan puluhan perusahaan konstruksi, konsultan teknik, kantor survei, dan laboratorium pengendalian mutu. Selama fase pembangunan, proyek tersebut turut menghasilkan jutaan hari kerja.
Dengan skala tersebut, jalan Tiznit-Dakhla menjadi salah satu proyek konektivitas terbesar di kawasan dan salah satu koridor jalan terpanjang di Afrika.
Mengapa Nama Trump Dipilih?
Jawabannya berada pada hubungan diplomatik Maroko-Amerika Serikat.
Pada 10 Desember 2020, pemerintahan Trump secara resmi mengakui kedaulatan Maroko atas Sahara Barat melalui sebuah proklamasi presiden. Dokumen tersebut juga menyatakan dukungan Amerika Serikat terhadap proposal otonomi Maroko sebagai dasar penyelesaian sengketa yang menurut Washington saat itu serius, kredibel, dan realistis.
Isu Sahara Barat sendiri tetap merupakan persoalan internasional yang disengketakan. Pemerintah Maroko mengklaim kedaulatan atas wilayah tersebut, sementara Front Polisario menolak klaim itu dan menginginkan kemerdekaan Sahara Barat. Karena itu, penyebutan wilayah dan pembangunan infrastruktur di kawasan tersebut memiliki dimensi politik dan diplomatik selain aspek ekonominya.
Dalam konteks itulah, penamaan jalan menjadi lebih dari sekadar pergantian nama.
Menurut keterangan resmi Maroko yang diberitakan SNRT, keputusan Raja Mohammed VI merupakan bentuk penghargaan terhadap hubungan persahabatan dan kemitraan strategis kedua negara.
Trump: “Such a Great Honor”
Respons Trump datang beberapa pekan setelah surat Raja Mohammed VI.
Melalui Truth Social pada 26 Juli 2026, Trump berterima kasih kepada Raja Mohammed VI dan menyebut penamaan tersebut sebagai kehormatan besar.
Trump juga menyampaikan keinginannya untuk suatu hari menempuh seluruh panjang koridor tersebut. Pernyataan itu kemudian menjadi perhatian luas karena jalan yang membawa namanya bukan sekadar jalan kota, melainkan koridor sepanjang lebih dari 1.000 kilometer.
Pembangunan dan Diplomasi Bertemu di Satu Koridor
Penamaan Donald J. Trump Highway memperlihatkan bagaimana pembangunan infrastruktur dapat berjalan beriringan dengan diplomasi.
Bagi Maroko, koridor Tiznit-Dakhla merupakan bagian dari strategi pembangunan wilayah selatan sekaligus penguatan konektivitas menuju kawasan Atlantik dan Afrika bagian barat. Pemerintah Maroko menyebut proyek ini sebagai salah satu infrastruktur penting untuk meningkatkan daya tarik ekonomi kawasan.
Sementara bagi hubungan Maroko-Amerika Serikat, nama Trump pada jalan tersebut menjadi simbol dari kedekatan politik yang menguat setelah keputusan Washington pada 2020 terkait Sahara Barat.
Dukungan terhadap pembangunan tersebut juga disampaikan Persaudaraan Indonesia-Sahara Maroko (PERSISMA). Presiden PERSISMA Wilson Lalengke menyebut penamaan jalan itu sebagai simbol hubungan diplomatik Maroko-Amerika Serikat dan menilai pembangunan infrastruktur di wilayah selatan memiliki arti penting bagi perkembangan ekonomi kawasan.
Namun, pandangan tersebut merupakan penilaian dari PERSISMA. Sengketa status Sahara Barat sendiri tetap memiliki dimensi internasional dan melibatkan posisi yang berbeda antara Maroko, Front Polisario, serta proses politik yang difasilitasi Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Pada akhirnya, Donald J. Trump Highway bukan hanya soal sebuah nama di papan jalan. Di sepanjang 1.055 kilometer itu bertemu tiga kepentingan sekaligus: pembangunan infrastruktur, konektivitas ekonomi, dan diplomasi.
Sebuah jalan yang dibangun untuk mempersingkat jarak, tetapi kini juga menjadi penanda hubungan politik dua negara yang terus berkembang. (*)
Editor : Ali Sodiqin