Trump Klaim Perang Iran Segera Berakhir, Sebut Ada Pembicaraan Langsung dengan Teheran

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 18:00 WIB
Trump klaim perang dengan Iran segera berakhir dan AS menang telak.
Trump klaim perang dengan Iran segera berakhir. (JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI – Perang Amerika Serikat dan Iran yang telah memasuki bulan ketujuh kembali memunculkan sinyal diplomasi. Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat “semoga menuju akhir” perang dan mengklaim telah berbicara langsung dengan Iran, meski rincian mengenai kontak tersebut belum disampaikan secara terbuka. 

Pernyataan Trump disampaikan pada Rabu (16/9/2026) di tengah meningkatnya tekanan untuk mengakhiri konflik yang telah berdampak pada kawasan Timur Tengah, termasuk jalur pelayaran dan pasar energi global.

Trump juga mengatakan Iran menunjukkan kesediaan untuk bernegosiasi. Namun, pernyataan tersebut belum berarti kesepakatan damai telah tercapai.

Trump Sebut Perang Mendekati Akhir

Trump menyampaikan optimisme mengenai masa depan konflik saat berbicara kepada wartawan.

Menurut laporan Reuters, Trump mengatakan perang dengan Iran kemungkinan sudah mendekati tahap akhir. Konflik tersebut bermula pada 28 Februari 2026 ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap Israel dan sejumlah pangkalan AS di kawasan. 

Perang kini telah berlangsung sekitar tujuh bulan.

Trump sebelumnya juga menyatakan perang tidak bisa berlangsung terlalu lama dan mengaitkan berakhirnya konflik dengan kemungkinan penurunan harga bahan bakar di Amerika Serikat.

Namun, sampai Kamis (17/9), belum ada pengumuman mengenai kesepakatan final untuk mengakhiri perang.

Klaim Pembicaraan Langsung dengan Teheran

Salah satu pernyataan Trump yang menjadi perhatian adalah klaim bahwa dirinya telah berbicara langsung dengan pihak Iran.

Klaim tersebut muncul ketika jalur diplomasi kembali menjadi sorotan. Trump menyebut adanya kemungkinan negosiasi dengan Teheran, tetapi detail mengenai siapa yang terlibat, kapan komunikasi berlangsung, dan agenda pembicaraan belum dipaparkan secara lengkap dalam laporan terbaru.

Dari pihak Iran, sikap terhadap Washington masih penuh kehati-hatian.

Kepala keamanan nasional Iran, Mohsen Rezaei, mengatakan Amerika Serikat harus mengambil langkah nyata untuk membangun kembali kepercayaan Teheran. Iran, menurut pernyataan yang dikutip Al Jazeera, menyatakan tidak memiliki kepercayaan kepada Washington.

Artinya, klaim mengenai kontak langsung belum otomatis menunjukkan bahwa kedua negara telah mencapai titik temu dalam isu-isu utama perang.

Diplomasi China Ikut Bergerak

Di tengah upaya mencari jalan keluar dari konflik, China juga mendorong Washington dan Teheran kembali ke jalur diplomasi.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi bertemu Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Beijing pada Rabu (16/9). Wang menyerukan agar Iran dan Amerika Serikat menahan diri dan kembali pada kerangka kesepakatan sementara yang dicapai sebelumnya.

China juga menyoroti pentingnya keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan energi dunia.

Pertemuan tersebut berlangsung menjelang agenda diplomatik yang lebih luas dalam rangka Sidang Umum PBB serta rencana pertemuan Trump dengan sejumlah pemimpin negara Teluk.

Konflik Meluas ke Yaman

Sementara pembicaraan mengenai akhir perang Iran-AS mengemuka, konflik di kawasan belum mereda.

Pertempuran antara kelompok Houthi yang didukung Iran dan Arab Saudi kembali meningkat di Yaman. Serangkaian serangan drone dan rudal Houthi terhadap wilayah Saudi telah menambah tekanan terhadap infrastruktur energi dan jalur perdagangan.

Reuters melaporkan eskalasi tersebut ikut mengganggu operasi minyak Saudi, termasuk fasilitas di Yanbu dan jaringan pipa East-West. Kondisi itu sempat mendorong harga minyak mentah Brent menembus 108 dolar AS per barel, sebelum kemudian bergerak turun setelah Saudi menawarkan tambahan pasokan minyak melalui Oman. 

Konflik juga menimbulkan dampak kemanusiaan. Perkembangan di pesisir barat Yaman membuat lebih dari 100.000 orang mengungsi di dalam negeri menurut laporan badan pengungsi PBB yang dikutip dalam perkembangan konflik terbaru.

Jalur Diplomasi Belum Menjamin Perang Berakhir

Pernyataan Trump mengenai kemungkinan berakhirnya perang menjadi sinyal penting, tetapi belum dapat disamakan dengan pengumuman gencatan senjata atau perjanjian damai.

Sebelumnya, proses diplomasi AS-Iran juga mengalami pasang surut. Reuters melaporkan pada Agustus bahwa upaya negosiasi permanen sempat mengalami kebuntuan, sementara Iran menyatakan siap mengambil sikap militer yang lebih ofensif jika diplomasi gagal. ()

Karena itu, perkembangan selanjutnya akan sangat bergantung pada apakah komunikasi yang diklaim Trump dapat berkembang menjadi negosiasi substantif.

Untuk saat ini, Trump menyatakan perang AS-Iran mendekati akhir dan mengklaim komunikasi langsung dengan Teheran, sementara Iran masih menuntut langkah konkret dari Washington dan China mendorong kedua pihak kembali ke meja diplomasi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Al Jazeera, Reuters
Diplomasi Iran Iran AS donald trump perang iran Teheran