Drone Houthi Dicegat Dekat Mekkah, Kota Suci Lolos dari Ancaman

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 13:23 WIB
Umat Islam dari berbagai negara melaksanakan salat di Masjidilharam, Makkah Saudi Arabia. (AFP)
ILUSTRASI: Umat Islam melaksanakan salat di Masjidilharam, Makkah, Saudi Arabia. Arab Saudi menyatakan mencegat drone menuju Mekkah. Houthi membantah menargetkan kota suci tersebut di tengah eskalasi konflik Timur Tengah. (AFP)

RADAR BANYUWANGI – Langit di sekitar Mekkah kembali menjadi perhatian di tengah meluasnya perang di kawasan Timur Tengah. Arab Saudi menyatakan pertahanan udaranya mencegat dan menghancurkan sebuah drone yang disebut diluncurkan kelompok Houthi sebelum memasuki wilayah udara terlarang di atas kota suci tersebut. Houthi membantah drone itu ditujukan ke Mekkah. 

Insiden itu terjadi pada Selasa (15/9) malam dan diumumkan pihak Arab Saudi pada Rabu (16/9). Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Turki al-Maliki, mengatakan drone tersebut dihancurkan di sebelah selatan Mekkah sebelum mencapai wilayah udara yang dibatasi.

Pihak Saudi menegaskan keamanan dua situs suci Islam dan para jamaah merupakan prioritas. Pernyataan tersebut muncul ketika serangan lintas perbatasan antara Saudi dan Houthi meningkat seiring meluasnya konflik regional.

Menurut laporan Reuters, pecahan drone jatuh di selatan kota setelah berhasil dicegat. Tidak ada laporan kerusakan terhadap Masjidilharam, Ka'bah, maupun situs suci lainnya akibat insiden tersebut.

Houthi Bantah Sasar Mekkah

Klaim Saudi langsung dibantah pihak Houthi. Hizam al-Asad, anggota biro politik kelompok tersebut, menyebut tuduhan bahwa Houthi mengarahkan drone ke Mekkah sebagai klaim yang tidak benar.

Dengan demikian, terdapat perbedaan versi mengenai sasaran drone tersebut. Saudi menyatakan drone bergerak menuju wilayah udara Mekkah, sedangkan Houthi menyangkal telah menargetkan kota suci itu. Klaim-klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Saudi menyebut insiden terbaru tersebut sebagai upaya kedua yang dikaitkan dengan Houthi terhadap Mekkah. Riyadh juga merujuk pada peluncuran rudal balistik pada 27 Juli 2017 yang menurut Saudi mengarah ke kota suci tersebut. 

Ketegangan Saudi-Houthi Meningkat

Pencegatan drone itu terjadi ketika bentrokan antara Arab Saudi dan Houthi semakin intensif. Sehari sebelumnya, Saudi menyampaikan adanya serangan rudal dan drone Houthi ke sejumlah wilayah, termasuk Khamis Mushait, Abha, dan Taif. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan 13 warga sipil mengalami luka serta merusak sejumlah rumah dan kendaraan. 

Sebagai balasan, Houthi menyatakan telah melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran militer Saudi. Kelompok tersebut juga mengklaim Saudi melakukan ratusan serangan udara ke wilayah Yaman dalam beberapa hari terakhir. Klaim mengenai jumlah serangan dan kerusakan di medan perang tidak seluruhnya dapat diverifikasi secara independen.

Situasi semakin kompleks karena Houthi dilaporkan memperluas pengaruhnya di sepanjang pesisir Laut Merah Yaman, termasuk mendekati kawasan strategis Bab el-Mandeb. Selat tersebut merupakan jalur penting bagi perdagangan dan energi internasional.

Di sisi lain, perang yang lebih luas melibatkan Iran dan Amerika Serikat turut meningkatkan risiko gangguan terhadap jalur pelayaran dan pasokan energi. Kondisi tersebut membuat setiap serangan di kawasan Laut Merah dan Teluk menjadi perhatian internasional.

Keamanan Jamaah Jadi Sorotan

Bagi Arab Saudi, lokasi insiden menjadi perhatian khusus karena Mekkah merupakan kota suci umat Islam dan menjadi tujuan jutaan jamaah dari berbagai negara.

Pencegatan dilakukan sebelum drone memasuki wilayah udara terlarang, menurut keterangan koalisi pimpinan Saudi. Hingga laporan terbaru yang dikutip Reuters, tidak ada kerusakan yang dilaporkan pada Masjidilharam maupun situs suci lainnya.

Perkembangan ini menambah daftar eskalasi konflik di kawasan yang dalam beberapa pekan terakhir merembet dari medan perang Iran-Israel-Amerika Serikat ke Yaman, Arab Saudi, Laut Merah, hingga jalur energi dan pelayaran internasional. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Al Jazeera, Reuters
drone Mekkah Arab Saudi konflik timur tengah perang iran houthi