Houthi Klaim Serang Pangkalan Udara King Khalid di Arab Saudi

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 09:23 WIB
Pejuang Houthi mengawal konvoi yang membawa para tahanan yang dibebaskan di Mokha, melintasi Distrik Bani Matar dalam perjalanan menuju Sanaa, Yaman, pada Sabtu, 12 September 2026, setelah Houthi mengambil alih kota pelabuhan Laut Merah bagian selatan tersebut. (Foto AP/STR/Al Jazeera)
Pejuang Houthi mengawal konvoi yang membawa para tahanan yang dibebaskan di Mokha, melintasi Distrik Bani Matar dalam perjalanan menuju Sanaa, Yaman, pada Sabtu, 12 September 2026, setelah Houthi mengambil alih kota pelabuhan Laut Merah bagian selatan tersebut. (Foto AP/STR/Al Jazeera)

RADAR BANYUWANGI – Kelompok Houthi mengklaim melancarkan operasi militer berskala besar ke wilayah Arab Saudi, Senin (14/9/2026). Dalam pernyataannya, serangan disebut menyasar Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait, dengan sejumlah fasilitas militer diklaim menjadi target.

Klaim tersebut disampaikan juru bicara militer Houthi, Yahya Saree. Dia menyebut operasi itu diarahkan ke sejumlah fasilitas strategis di dalam pangkalan udara.

Menurut Saree, sasaran yang dituju mencakup hanggar pesawat, instalasi radar, landasan pacu, hingga gudang amunisi.

Houthi Sebut Sasar Fasilitas Strategis

Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait disebut menjadi titik sasaran dalam operasi yang diklaim Houthi tersebut.

Yahya Saree menyatakan serangan tidak hanya diarahkan pada satu fasilitas. Sejumlah bagian penting pangkalan udara disebut masuk dalam daftar target, mulai dari fasilitas penerbangan hingga sistem pendukung operasi militer.

Hanggar pesawat menjadi salah satu sasaran yang disebut. Selain itu, instalasi radar, landasan pacu, dan gudang amunisi juga diklaim terkena dampak dari operasi tersebut.

Namun, rincian mengenai kerusakan maupun korban akibat serangan tersebut belum dijelaskan dalam informasi yang tersedia.

Klaim Militer Masih Perlu Verifikasi

Pernyataan mengenai serangan tersebut berasal dari pihak Houthi sehingga klaim mengenai sasaran dan dampaknya perlu dibedakan dari informasi yang telah dikonfirmasi secara independen.

Dalam konflik bersenjata, klaim keberhasilan operasi militer dari pihak yang terlibat dapat memuat versi masing-masing. Karena itu, kondisi sebenarnya di Pangkalan Udara King Khalid, termasuk tingkat kerusakan dan dampak terhadap aktivitas pangkalan, masih membutuhkan verifikasi dari sumber independen.

Serangan yang diklaim Houthi tersebut kembali menempatkan wilayah Arab Saudi dalam pusaran ketegangan yang melibatkan kelompok bersenjata asal Yaman.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada respons pihak Saudi serta konfirmasi mengenai sasaran, skala kerusakan, dan dampak operasi yang diumumkan Houthi.

Untuk saat ini, informasi yang dapat dipastikan adalah Houthi mengklaim telah melancarkan operasi militer ke Arab Saudi dan menyebut Pangkalan Udara King Khalid di Khamis Mushait sebagai salah satu sasaran. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Al Jazeera
King Khalid Khamis Mushait Yahya Saree Arab Saudi houthi