RADAR BANYUWANGI – Pertempuran di Yaman kembali memanas. Kelompok Houthi merilis rekaman kerusakan sejumlah fasilitas strategis setelah digempur pasukan pemerintah Yaman yang didukung Arab Saudi, termasuk menara telekomunikasi di Provinsi Bayda serta fasilitas bandara dan pelabuhan di Mokha.
Rekaman yang disiarkan Al Masirah TV, media yang berafiliasi dengan Houthi, memperlihatkan kondisi sejumlah fasilitas setelah serangkaian pertempuran. Pada Senin (14/9/2026), kamera menyorot sebuah menara telekomunikasi di Provinsi Bayda yang tampak mengalami kerusakan.
Houthi juga merilis video lain yang memperlihatkan kondisi bandara dan pelabuhan di Mokha, kota strategis yang berada di pesisir Laut Merah.
Kerusakan tersebut menjadi bagian dari eskalasi pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman yang berupaya merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok tersebut.
Houthi Tampilkan Kerusakan Fasilitas
Rekaman yang dirilis Houthi memperlihatkan bagian dari infrastruktur yang terdampak pertempuran.
Salah satunya adalah menara telekomunikasi di Provinsi Bayda.
Dalam rekaman tersebut, struktur menara tampak mengalami kerusakan setelah serangan. Namun, rincian mengenai kapan serangan dilakukan, jenis senjata yang digunakan, serta tingkat kerusakan keseluruhan fasilitas tersebut belum dijelaskan secara independen.
Houthi kemudian memperlihatkan kondisi fasilitas lain di Mokha.
Kota tersebut memiliki posisi strategis karena berada di pesisir Laut Merah, tidak jauh dari salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia.
Bandara dan pelabuhan Mokha menjadi bagian dari infrastruktur yang ditampilkan dalam rekaman tersebut.
Mokha Jadi Titik Penting Pertempuran
Perebutan Mokha memiliki arti strategis dalam konflik Yaman.
Kota ini berada di pesisir Laut Merah dan secara geografis dekat dengan jalur pelayaran yang menghubungkan kawasan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Penguasaan wilayah pesisir memberikan keuntungan bagi pihak yang menguasainya, terutama dalam hal mobilitas, logistik, dan akses terhadap kawasan maritim.
Karena itu, pertempuran di Mokha bukan sekadar perebutan sebuah kota.
Wilayah tersebut juga berkaitan dengan akses strategis ke pesisir Laut Merah.
Dalam perkembangan konflik Yaman, kawasan pesisir menjadi salah satu medan penting karena berada dekat dengan jalur perdagangan internasional.
Pasukan Pemerintah Balik Menyerang
Di tengah rekaman kerusakan yang dirilis Houthi, Angkatan Bersenjata Yaman juga merilis video yang diklaim memperlihatkan serangan terhadap sejumlah target Houthi.
Rekaman tersebut menggambarkan operasi militer pasukan pemerintah untuk merebut kembali wilayah yang dikuasai kelompok Houthi.
Dengan demikian, kedua pihak sama-sama menggunakan rekaman video untuk menunjukkan perkembangan pertempuran di lapangan.
Houthi menampilkan dampak serangan terhadap fasilitas di wilayah yang mereka kuasai.
Sementara pasukan pemerintah menunjukkan operasi untuk menekan dan merebut kembali posisi Houthi.
Namun, klaim mengenai keberhasilan operasi maupun tingkat kerusakan yang ditampilkan masing-masing pihak masih perlu diverifikasi secara independen.
Konflik Yaman Belum Menemukan Jalan Keluar
Pertempuran terbaru memperlihatkan bahwa konflik Yaman masih jauh dari selesai.
Houthi telah menjadi salah satu kekuatan utama dalam konflik tersebut setelah merebut ibu kota Sana'a pada 2014.
Intervensi koalisi pimpinan Arab Saudi pada 2015 kemudian mengubah konflik internal Yaman menjadi perang dengan dimensi regional.
Arab Saudi mendukung pemerintahan Yaman yang diakui secara internasional, sementara Houthi mempertahankan kontrol atas wilayah luas di bagian utara dan barat negara tersebut.
Pertempuran kemudian berlangsung selama bertahun-tahun.
Gencatan senjata yang dimediasi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 2022 memang menurunkan intensitas konflik secara signifikan. Namun, kesepakatan tersebut tidak menghasilkan penyelesaian politik permanen.
Laut Merah Jadi Perhatian Dunia
Konflik Yaman juga memiliki dimensi yang jauh lebih luas.
Letak Mokha di pesisir Laut Merah membuat setiap perubahan penguasaan wilayah di kawasan tersebut berpotensi memengaruhi dinamika keamanan maritim.
Laut Merah merupakan jalur penting bagi kapal yang bergerak antara Asia dan Eropa melalui Terusan Suez.
Di bagian selatan terdapat Bab el-Mandeb, selat yang menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden.
Ancaman terhadap keamanan pelayaran di kawasan tersebut dapat memaksa kapal dagang mengubah rute dengan memutari Afrika. Dampaknya dapat berupa tambahan waktu pelayaran, konsumsi bahan bakar, dan biaya logistik.
Karena itu, pertempuran antara Houthi dan pasukan pemerintah Yaman tidak hanya menjadi persoalan domestik.
Setiap eskalasi di kawasan pesisir dapat menjadi perhatian negara-negara yang berkepentingan terhadap keamanan jalur perdagangan dan energi global.
Dua Versi dari Medan Perang
Rekaman yang dirilis kedua pihak juga memperlihatkan satu karakter penting dalam perang modern: pertempuran berlangsung sekaligus di medan fisik dan ruang informasi.
Houthi menggunakan Al Masirah TV untuk memperlihatkan dampak serangan terhadap wilayah yang mereka kuasai.
Sebaliknya, Angkatan Bersenjata Yaman merilis rekaman operasi militer terhadap posisi Houthi.
Kedua materi tersebut memberikan gambaran mengenai eskalasi konflik, tetapi tidak dengan sendirinya dapat memastikan seluruh klaim militer masing-masing pihak.
Karena akses independen ke sejumlah lokasi pertempuran terbatas, informasi mengenai lokasi serangan, jumlah korban, dan tingkat kerusakan perlu dibandingkan dengan sumber independen sebelum dianggap sebagai fakta terverifikasi.
Yang jelas, pertempuran di Yaman kembali menunjukkan bahwa perebutan wilayah, dukungan Arab Saudi, kekuatan Houthi, dan posisi strategis Laut Merah masih menjadi rangkaian persoalan yang saling terkait. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Al Masirah TV