RADAR BANYUWANGI – Suasana keamanan di Arab Saudi kembali menegang. Otoritas Saudi pada Selasa (15/9/2026) mengeluarkan peringatan darurat terkait potensi bahaya di Makkah, Jeddah, dan Taif, di tengah meningkatnya serangan rudal dan drone kelompok Houthi dari Yaman.
Peringatan disampaikan melalui Platform Peringatan Dini Nasional untuk Keadaan Darurat oleh Badan Pertahanan Sipil Saudi. Warga diminta segera mencari tempat berlindung, menjauh dari area terbuka, serta mengikuti instruksi keselamatan melalui saluran resmi.
Yang membuat peringatan ini menjadi perhatian adalah Makkah termasuk wilayah yang menerima peringatan, meski otoritas Saudi tidak mengungkap secara rinci sumber maupun jenis potensi bahaya yang dimaksud.
Dalam perkembangan berikutnya, Badan Pertahanan Sipil menyatakan bahaya telah berlalu di sejumlah wilayah yang sebelumnya menerima peringatan. Reuters melaporkan wilayah tersebut mencakup Jeddah, Abha, Jazan, AlUla, Taif, dan Yanbu.
Warga Diminta Masuk Gedung
Badan Pertahanan Sipil Saudi meminta masyarakat tetap tenang dan segera menuju tempat aman terdekat.
Warga yang berada di dalam bangunan disarankan memilih ruangan bagian dalam yang jauh dari jendela. Mereka juga diminta tetap berada di lokasi aman hingga situasi dinyatakan terkendali.
Masyarakat diminta menghindari sejumlah lokasi yang dinilai berisiko, seperti:
-
area terbuka;
-
jendela;
-
balkon;
-
atap bangunan; dan
-
area kerumunan.
Sementara warga yang sedang berada di luar ruangan diminta segera memasuki gedung terdekat atau berlindung di balik penghalang yang kokoh.
Pengendara juga mendapat instruksi khusus. Mereka yang menerima peringatan diminta menepi dan memilih lokasi yang jauh dari jembatan maupun gedung-gedung tinggi.
Pesan utamanya jelas: jangan mendekati lokasi terbuka dan jangan mengabaikan instruksi resmi.
Muncul Setelah Serangan Rudal dan Drone
Peringatan tersebut muncul ketika ketegangan antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman kembali meningkat.
Sehari sebelumnya, serangkaian serangan rudal balistik dan drone menghantam sejumlah wilayah Saudi. Juru bicara koalisi pimpinan Saudi, Mayor Jenderal Turki al-Malki, menyebut Khamis Mushait, Abha, dan Taif menjadi sasaran serangan.
Akibat serangan tersebut, 13 warga sipil mengalami luka ringan hingga sedang. Tujuh rumah dan dua kendaraan juga dilaporkan mengalami kerusakan.
Taif menjadi salah satu titik yang disebut dalam dua perkembangan tersebut: kota itu dilaporkan menjadi sasaran serangan sebelumnya, kemudian masuk wilayah yang menerima peringatan potensi bahaya.
Kondisi tersebut menunjukkan bagaimana ancaman keamanan kini menjadi perhatian bukan hanya di kawasan perbatasan, tetapi juga di sejumlah kota penting di wilayah barat dan selatan Saudi.
Saudi Janji Balasan Tegas
Koalisi pimpinan Saudi menyatakan akan mengambil langkah untuk menghadapi serangan tersebut.
Al-Malki mengatakan koalisi akan merespons serangan dengan tegas untuk melindungi kedaulatan Arab Saudi, warga sipil, dan objek sipil. Pernyataan itu disampaikan setelah serangan yang menyebabkan korban luka dan kerusakan bangunan.
Sementara itu, kelompok Houthi dan otoritas Saudi saling menyampaikan klaim terkait perkembangan operasi militer. Situasi di lapangan masih bergerak cepat sehingga rincian mengenai potensi bahaya yang memicu peringatan di Makkah, Jeddah, dan Taif belum seluruhnya diumumkan.
Bagi warga dan jamaah yang berada di wilayah tersebut, otoritas Saudi menekankan satu hal: tetap tenang, berlindung di tempat aman, dan mengikuti informasi resmi hingga peringatan dinyatakan berakhir. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Anadolu Agency, Gulf News, Reuters