Iran Pamer Video Rudal Hantam 2 Kapal Perang AS, Washington Membantah

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 17:00 WIB
Televisi pemerintah Iran merilis klip video yang memperlihatkan rudal balistik Teheran menggempur dua kapal perang Amerika Serikat. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)
Televisi pemerintah Iran merilis klip video yang memperlihatkan rudal balistik Teheran menggempur dua kapal perang Amerika Serikat. (REUTERS/Chalinee Thirasupa)

RADAR BANYUWANGI – Iran memamerkan video yang diklaim memperlihatkan rudal balistik menghantam dua kapal perang Amerika Serikat (AS). Namun, klaim kemenangan Teheran itu langsung berhadapan dengan bantahan Washington yang menyatakan kapal induk dan kapal perusak AS berhasil menghindari serangan. Perang Iran-AS pun bukan hanya berlangsung di laut, tetapi juga di medan perang informasi.

Klip tersebut ditayangkan televisi pemerintah Iran di tengah klaim Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bahwa pasukan Teheran menyerang aset Angkatan Laut AS menggunakan rudal balistik.

Iran menyebut serangan itu sebagai keberhasilan operasi militer. Washington justru memberikan gambaran berbeda.

Perbedaan versi tersebut membuat satu pertanyaan menjadi sorotan: benarkah rudal Iran berhasil merusak kapal perang Amerika, atau video tersebut menjadi bagian dari propaganda perang Teheran?

Iran Klaim Rudal Qasem Basir Hantam Kapal AS

IRGC sebelumnya mengklaim dua kapal perang AS menjadi sasaran rudal balistik Qasem Basir.

Menurut versi Teheran, serangan dilakukan setelah Iran menuduh kapal perang Amerika terlibat dalam blokade laut terhadap negaranya.

IRGC menyatakan rudal tersebut berhasil mengenai dan merusak dua kapal perang AS.

Setelah terkena serangan, kapal-kapal tersebut disebut mundur dari area operasi.

Klaim itu kemudian diperkuat dengan publikasi video melalui televisi pemerintah Iran.

Dalam tayangan tersebut, rudal balistik terlihat meluncur dan menghantam sasaran yang disebut sebagai kapal perang Amerika.

Bagi Teheran, video itu menjadi materi penting untuk menunjukkan bahwa kekuatan militernya mampu mengancam aset strategis AS di kawasan.

CENTCOM Punya Cerita Berbeda

Namun, Amerika Serikat tidak mengakui klaim tersebut.

Komando Pusat AS atau United States Central Command (CENTCOM) menyatakan kapal induk dan kapal perusak rudal berpemandu milik Washington berhasil menghindari serangan Iran.

Dengan demikian, terdapat dua versi yang bertolak belakang.

Iran mengatakan kapal perang AS terkena serangan dan mengalami kerusakan. Amerika Serikat mengatakan kapal-kapalnya berhasil menghindar.

Perbedaan klaim tersebut membuat dampak sebenarnya dari serangan rudal masih belum dapat dipastikan berdasarkan informasi yang menjadi dasar laporan ini.

Karena itu, video yang ditayangkan televisi pemerintah Iran tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa dua kapal perang AS benar-benar terkena rudal atau mengalami kerusakan.

Perang Rudal Sekaligus Perang Narasi

Di tengah konflik bersenjata, informasi mengenai keberhasilan serangan memiliki nilai strategis tersendiri.

Jika benar berhasil menghantam kapal perang AS, serangan tersebut akan menjadi pukulan simbolis terhadap Washington.

Kapal induk merupakan salah satu aset militer paling penting Amerika Serikat. Sementara kapal perusak rudal berpemandu memiliki kemampuan pertahanan udara, serangan permukaan, dan operasi tempur lainnya.

Karena itu, klaim bahwa dua aset tersebut berhasil dihantam rudal Iran memiliki dampak politik dan psikologis yang besar.

Sebaliknya, apabila kapal-kapal tersebut memang berhasil menghindari serangan, maka video Iran dapat dipandang sebagai bagian dari perang propaganda untuk menunjukkan kemampuan militer Teheran.

Di sinilah perang informasi menjadi bagian tak terpisahkan dari konflik.

Satu rudal bisa menjadi senjata di medan tempur. Satu video bisa menjadi senjata di medan opini publik.

Amerika Serikat Balik Menyerang

Di tengah saling klaim tersebut, CENTCOM juga menyatakan Amerika Serikat menargetkan tiga kapal tanker yang disebut terkait dengan Iran.

Langkah tersebut menunjukkan bahwa eskalasi konflik tidak hanya terjadi melalui serangan terhadap kapal perang.

Kapal tanker dan jalur pelayaran turut menjadi bagian dari tekanan strategis kedua pihak.

Jika konflik laut terus melebar, dampaknya berpotensi melampaui hubungan militer Iran dan Amerika Serikat.

Jalur perdagangan, distribusi energi, dan keamanan pelayaran di kawasan dapat ikut terdampak.

Siapa yang Benar?

Untuk saat ini, jawaban atas pertanyaan tersebut belum sederhana.

Iran memiliki video yang dipakai untuk mendukung klaim keberhasilan serangannya.

Amerika Serikat memiliki pernyataan CENTCOM yang menyebut kapal induk dan kapal perusaknya berhasil menghindari serangan.

Namun, belum terdapat informasi independen yang cukup dalam laporan ini untuk memastikan apakah dua kapal perang AS benar-benar terkena rudal dan mengalami kerusakan.

Karena itu, klaim Iran perlu dibaca sebagai klaim pihak yang sedang berperang, bukan sebagai fakta yang sudah terverifikasi secara independen.

Yang sudah terlihat jelas justru satu hal: konflik Iran-AS semakin panas dan medan pertempurannya melebar dari laut hingga layar televisi.

Jika serangan terhadap kapal perang AS benar-benar terbukti, eskalasi berikutnya dapat menjadi jauh lebih serius.

Tetapi jika kapal-kapal Amerika memang berhasil menghindari rudal, maka pertarungan berikutnya kemungkinan besar tetap berlangsung di medan yang sama—bukan hanya dengan senjata, melainkan dengan narasi mengenai siapa yang sebenarnya menang. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Iran AS Qasem Basir rudal iran kapal perang as CENTCOM