Iran Dikepung Ancaman dari Dalam, Kelompok Kurdi dan Baloch Jadi Ancaman Baru

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 18:00 WIB
Iran hadapi ancaman kelompok bersenjata domestik di tengah ketegangan regional (Al-Jazeera)
Iran hadapi ancaman kelompok bersenjata domestik di tengah ketegangan regional (Al-Jazeera)

RADAR BANYUWANGI - Iran tak hanya menghadapi tekanan perang, sanksi, dan persoalan ekonomi. Ancaman lain kini menguat dari wilayah perbatasan: kelompok bersenjata etnis Kurdi di barat dan kelompok separatis Baloch di tenggara yang dinilai berpotensi menjadi tantangan keamanan semakin serius bagi Teheran.

Dilansir Al Jazeera pada Rabu (9/9), para ahli dan pejabat Iran memperingatkan bahwa dukungan dari pihak eksternal terhadap kelompok-kelompok bersenjata tersebut dapat memperbesar risiko keamanan domestik, terutama ketika ketegangan perang dan ketidakpuasan masyarakat terus meningkat.

Situasi itu membuat pemerintah Iran memperketat pengawasan di kawasan perbatasan sekaligus meningkatkan pengerahan pasukan. Penangkapan dan bentrokan dengan kelompok yang dianggap mengancam stabilitas dalam negeri juga terus dilaporkan.

Kelompok Kurdi Jadi Ancaman di Perbatasan Barat

Salah satu perhatian utama Teheran berada di wilayah barat Iran, terutama kawasan yang berbatasan dengan Irak.

Kelompok-kelompok bersenjata Kurdi yang beroperasi di wilayah tersebut dinilai sebagai salah satu ancaman bersenjata nonnegara terbesar bagi Iran.

Aktivitas kelompok tersebut menjadi persoalan sensitif karena kawasan perbatasan Iran-Irak memiliki medan yang memungkinkan pergerakan kelompok bersenjata berlangsung relatif sulit dipantau sepenuhnya.

Iran pun berusaha memperkuat pengamanan perbatasan untuk membatasi mobilitas kelompok-kelompok tersebut.

Ancaman Jaish al-Adl di Tenggara Iran

Ancaman berbeda muncul di tenggara Iran.

Di kawasan tersebut, kelompok separatis Baloch, termasuk Jaish al-Adl, masih menjadi perhatian aparat keamanan. Kelompok tersebut diketahui melakukan serangan secara sporadis terhadap aparat keamanan Iran.

Kondisi itu menambah beban keamanan bagi pemerintah Iran yang pada saat bersamaan harus menghadapi berbagai tekanan eksternal.

Dengan dua titik ancaman utama di barat dan tenggara, persoalan keamanan Iran tidak hanya berkaitan dengan konflik antarnegara, tetapi juga dengan dinamika kelompok bersenjata di dalam wilayahnya.

Dukungan Eksternal Bisa Memperbesar Tekanan

Yang membuat situasi semakin rumit adalah dugaan adanya dukungan dari pihak luar terhadap kelompok-kelompok bersenjata tersebut.

Peneliti Middle East Institute Alex Vatanka mengatakan dukungan eksternal terhadap kelompok militan etnis berpotensi menjadi bagian dari tekanan yang lebih luas terhadap pemerintahan di Teheran.

Artinya, kelompok bersenjata Kurdi maupun Baloch dapat menjadi persoalan yang lebih besar apabila memperoleh dukungan, jaringan, atau sumber daya dari luar negeri.

Namun, tingkat dan bentuk dukungan eksternal terhadap kelompok-kelompok tersebut tetap menjadi persoalan yang kompleks dan perlu dilihat berdasarkan bukti masing-masing kasus.

Iran Hadapi Tekanan Berlapis

Pemerintah Iran kini menghadapi persoalan yang datang dari berbagai arah.

Di luar negeri, ketegangan perang dan tekanan geopolitik terus membayangi. Di dalam negeri, sanksi dan persoalan ekonomi menambah tekanan terhadap masyarakat.

Pada saat yang sama, aktivitas kelompok bersenjata di sejumlah kawasan perbatasan berpotensi membuka titik tekanan baru bagi Teheran.

Karena itu, ancaman Kurdi dan Baloch bukan sekadar persoalan keamanan perbatasan. Bagi Iran, persoalan tersebut dapat berkembang menjadi tantangan politik dan keamanan yang lebih luas jika ketegangan sosial, ekonomi, dan geopolitik terus berkelindan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
kelompok Kurdi Jaish al-Adl kelompok Baloch keamanan Iran iran