RADAR BANYUWANGI - Sektor perkeretaapian China terus memperkuat perannya sebagai salah satu penopang utama arus logistik nasional.
Dalam tujuh bulan pertama 2026, angkutan kargo melalui jalur kereta mencapai 2,35 miliar ton, naik 0,7 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kinerja tersebut menunjukkan bahwa transportasi kereta masih menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi barang, sekaligus membantu menekan biaya logistik.
Bagi negara dengan aktivitas industri dan perdagangan yang sangat besar, kapasitas angkutan dalam jumlah tinggi menjadi faktor penting agar pasokan bahan baku dan kebutuhan masyarakat tetap tersedia.
China State Railway Group Co., Ltd. mencatat rata-rata pemuatan barang mencapai 187.000 gerbong setiap hari selama Januari hingga Juli 2026.
Angka itu tumbuh 2,1 persen secara tahunan. Peningkatan tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan terhadap layanan angkutan barang yang cepat dan terukur.
Sektor perkeretaapian China juga memberikan perhatian besar terhadap komoditas yang dianggap penting bagi perekonomian dan kehidupan masyarakat.
Salah satunya adalah batubara.
Selama periode Januari-Juli, sebanyak 1,22 miliar ton batu bara diangkut melalui jaringan kereta, termasuk 813 juta ton batu bara termal.
Selain komoditas energi, pertumbuhan juga terlihat pada sejumlah sektor industri lain.
Operator perkeretaapian menyesuaikan layanan logistik bagi perusahaan di bidang biji-bijian, kimia, dan tekstil.
Langkah tersebut menghasilkan kenaikan volume angkutan biji-bijian sebesar 7,4 persen, bahan kimia 5,4 persen, serta tekstil 21,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Perkembangan itu memperlihatkan bahwa jaringan kereta tidak hanya berfungsi sebagai sarana pengangkutan komoditas dalam jumlah besar, tetapi juga semakin diarahkan untuk memenuhi kebutuhan logistik berbagai sektor secara lebih spesifik.
Transportasi multimoda terus diperluas
China juga memperdalam pengembangan transportasi multimoda dengan menghubungkan angkutan kereta dengan moda perairan dan jalan raya.
Dalam periode tujuh bulan pertama tahun ini, sebanyak 165 produk antarmoda kereta-perairan dengan konsep “dokumen tunggal” telah diluncurkan.
Layanan tersebut mencatat 71.600 pemesanan dalam satuan TEU atau twenty-foot equivalent unit.
Implementasinya ikut mendorong volume angkutan peti kemas kereta-perairan tumbuh 9,2 persen.
Penguatan integrasi antarmoda juga terlihat pada jaringan kereta-jalan raya.
Volume angkutan pada layanan ini melonjak 80,9 persen menjadi 294 juta ton.
Pertumbuhan tersebut didukung oleh pengembangan sejumlah rute kereta-jalan raya yang diposisikan sebagai layanan unggulan.
Penggunaan beberapa moda transportasi secara terintegrasi menjadi semakin relevan dalam sistem logistik modern.
Barang dapat dipindahkan melalui jalur yang paling sesuai berdasarkan karakteristik muatan, jarak, waktu pengiriman, dan kebutuhan distribusi.
Model tersebut berpotensi meningkatkan efisiensi sekaligus mengurangi hambatan dalam rantai pasok.
Angkutan kapas Xinjiang ikut melonjak
Pengembangan layanan khusus juga diterapkan pada komoditas kapas.
Bersama All-China Federation of Supply and Marketing Cooperatives, operator perkeretaapian China mengembangkan model transportasi kapas terkonsolidasi.
Dalam tujuh bulan pertama 2026, sebanyak 96 kereta khusus untuk angkutan kapas Xinjiang telah dioperasikan.
Kebijakan tersebut mendorong volume pengangkutan kapas meningkat hingga 157,3 persen secara tahunan.
Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pengaturan layanan berdasarkan kebutuhan komoditas dapat memberikan dampak besar terhadap efisiensi distribusi.
Kereta khusus memungkinkan pengangkutan dalam skala besar dilakukan secara lebih terorganisasi, terutama untuk komoditas yang berasal dari wilayah produksi utama.
Konektivitas perdagangan lintas negara menguat
Penguatan angkutan barang melalui kereta juga terlihat pada konektivitas perdagangan internasional.
Dari Januari hingga Juli 2026, kereta barang China-Eropa mencatat 12.988 perjalanan, atau meningkat 17,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, layanan kereta barang China-Asia Tengah mencapai 8.582 perjalanan, naik 0,7 persen secara tahunan.
Kedua jalur tersebut memperlihatkan bagaimana jaringan perkeretaapian dapat menjadi bagian dari infrastruktur perdagangan lintas negara.
Selain menghubungkan pusat produksi dan pasar, layanan kereta barang memberikan pilihan transportasi yang dapat mendukung pergerakan komoditas secara lebih teratur.
Bagi perkembangan sektor logistik secara umum, capaian China menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas kereta tidak hanya berkaitan dengan jumlah barang yang dipindahkan.
Integrasi dengan moda lain, penyesuaian layanan berdasarkan kebutuhan industri, serta perluasan konektivitas internasional menjadi bagian penting dari strategi untuk membangun rantai pasok yang lebih efisien.
Bagi daerah seperti Banyuwangi yang memiliki aktivitas pertanian, perdagangan, dan distribusi antardaerah, perkembangan tersebut juga dapat menjadi gambaran mengenai pentingnya integrasi antarmoda.
Infrastruktur kereta yang terhubung dengan pelabuhan, jalan raya, dan pusat distribusi dapat membantu memperlancar arus barang serta memperkuat daya saing logistik daerah.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara