RADAR BANYUWANGI – Aktivitas kapal induk Amerika Serikat (AS) di kawasan Timur Tengah kembali menjadi sorotan. USS George H.W. Bush (CVN-77) tercatat telah beroperasi di Laut Arab dan menjalankan operasi penerbangan, di tengah perhatian besar terhadap USS Abraham Lincoln yang menjalani penugasan panjang dalam konflik AS-Iran.
Komando Pusat AS atau US Central Command (CENTCOM) sebelumnya merilis dokumentasi yang memperlihatkan aktivitas penerbangan dari geladak USS George H.W. Bush. Kapal induk kelas Nimitz tersebut dikerahkan di wilayah operasi Armada Kelima AS untuk mendukung keamanan dan stabilitas maritim di Timur Tengah.
Namun, ada satu hal penting yang perlu diluruskan. USS George H.W. Bush bukan kapal yang baru dikirim untuk menggantikan USS Abraham Lincoln. Berdasarkan informasi resmi CENTCOM, George H.W. Bush sudah berada di kawasan operasi tersebut setidaknya sejak beberapa bulan lalu. Sementara kapal yang dilaporkan sedang menuju Timur Tengah untuk menggantikan Lincoln adalah USS George Washington.
Jet Tempur Terus Beroperasi dari Geladak Bush
Dokumentasi CENTCOM menunjukkan USS George H.W. Bush menjalankan operasi penerbangan ketika berlayar di Laut Arab.
Pada 22 Juli 2026, CENTCOM merilis rekaman operasi penerbangan kapal tersebut dan menyebut George H.W. Bush dikerahkan di wilayah operasi Armada Kelima AS untuk mendukung keamanan serta stabilitas maritim di Timur Tengah.
Foto lain yang dirilis CENTCOM memperlihatkan kapal induk tersebut berlayar di Laut Arab pada 3 Mei 2026. Kapal ini juga tercatat melakukan operasi penerbangan malam pada 29 Juli 2026.
Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa George H.W. Bush memang menjadi salah satu aset utama AS yang beroperasi di kawasan ketika ketegangan dengan Iran masih berlangsung.
Sorotan Justru Mengarah ke USS Abraham Lincoln
Di sisi lain, perhatian publik dan politik AS belakangan tertuju pada kondisi USS Abraham Lincoln dan para pelautnya.
Kapal induk tersebut menjalani penugasan berkepanjangan di Timur Tengah setelah sebelumnya bertolak dari California pada November 2025. Perpanjangan penugasan memunculkan kekhawatiran mengenai kondisi kehidupan, pasokan, fasilitas kapal, hingga kesehatan mental awak.
Reuters melaporkan bahwa USS Abraham Lincoln telah berada di laut sejak November 2025 dan dikerahkan ke Timur Tengah sejak Januari 2026 dalam operasi militer AS terhadap Iran. Sejumlah laporan media AS menyebut adanya persoalan terkait kondisi kapal dan kesehatan mental sebagian awak.
Kekhawatiran tersebut bahkan mendorong sejumlah anggota parlemen AS meminta penyelidikan.
Namun, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth membantah penggambaran bahwa kondisi di atas Lincoln mengalami krisis. Ia menyebut laporan mengenai kondisi buruk kapal tersebut telah disajikan secara keliru.
Bukan Bush, USS George Washington yang Disiapkan Menggantikan Lincoln
Di tengah polemik tersebut, Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengonfirmasi bahwa USS Abraham Lincoln akan digantikan kapal induk lain.
Informasi terbaru dari Associated Press menyebut USS George Washington sedang bergerak dari kawasan Pasifik menuju Timur Tengah untuk menggantikan Lincoln. Kapal tersebut sebelumnya terlihat berada di sekitar Selat Malaka dan melanjutkan perjalanan menuju kawasan operasi.
Pergantian itu menjadi penting karena Lincoln telah menjalani penugasan sangat panjang dalam situasi perang.
Dengan demikian, terdapat dua perkembangan berbeda yang berlangsung secara bersamaan. USS George H.W. Bush telah menjalankan operasi di Laut Arab, termasuk operasi penerbangan. Sementara USS George Washington tengah disiapkan untuk menggantikan USS Abraham Lincoln setelah penugasan panjangnya.
Penugasan Panjang Jadi Ujian bagi Awak Kapal
Persoalan yang muncul di USS Abraham Lincoln juga memperlihatkan tantangan lain dari pengerahan kapal induk dalam operasi berkepanjangan.
Kapal induk bukan hanya platform tempur yang membawa pesawat. Ribuan personel harus tinggal dan bekerja di dalamnya selama berbulan-bulan, termasuk ketika akses ke pelabuhan terbatas dan operasi berlangsung dalam situasi konflik.
Reuters melaporkan sekitar 5.000 personel berada dalam penugasan Lincoln. Durasi pengerahan yang jauh lebih panjang dari pola penugasan normal menjadi salah satu alasan munculnya perhatian terhadap kondisi awak.
Bagi Angkatan Laut AS, pergantian kapal induk bukan sekadar persoalan memindahkan aset tempur. Rotasi juga berkaitan dengan menjaga kesiapan personel dan kemampuan operasional armada.
Karena itu, pergerakan USS George Washington, aktivitas USS George H.W. Bush, serta kondisi USS Abraham Lincoln kini menjadi tiga bagian dari dinamika pengerahan kekuatan laut AS di Timur Tengah. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : Central Command, Reuters, AP News