Kim Yo Jong Tuding AS Ubah Asia Pasifik Menjadi Kawasan Paling Berbahaya, Soroti Penguatan Militer Jepang

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 15:52 WIB
Kim Yo Jong menuding Amerika Serikat menjadikan Asia Pasifik sebagai kawasan paling berbahaya. (JawaPos.com)
Kim Yo Jong menuding Amerika Serikat menjadikan Asia Pasifik sebagai kawasan paling berbahaya. (JawaPos.com)

RADAR BANYUWANGI - Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, melontarkan kritik keras terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat. Menurutnya, langkah Washington dalam memperkuat aliansi militer di kawasan Asia Pasifik justru memperbesar potensi konflik dan mengancam stabilitas internasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Kim Yo Jong melalui kantor berita resmi Korea Utara, KCNA. Dia menilai perluasan kemampuan militer Jepang di kawasan Asia Pasifik merupakan perkembangan yang berbahaya karena dinilai dapat mengganggu perdamaian regional maupun global.

Kim Yo Jong menyebut kebijakan luar negeri Amerika Serikat masih berorientasi pada upaya mempertahankan hegemoni. Akibatnya, kawasan Asia Pasifik disebut telah berubah menjadi salah satu titik paling rawan ketegangan di dunia.

Dalam pernyataannya, dia juga menuduh Amerika Serikat memperluas tekanan terhadap Rusia melalui NATO di kawasan Eropa. Selain itu, Washington dinilai turut memperburuk situasi keamanan di kawasan Timur Tengah.

Tak hanya itu, Kim Yo Jong menilai Amerika Serikat memanfaatkan negara-negara sekutunya, termasuk Jepang dan Korea Selatan, sebagai bagian dari strategi militer untuk menghadapi negara-negara yang disebut Korea Utara sebagai pihak antiimperialis dan independen di kawasan Asia Pasifik.

Dia juga menyoroti peningkatan kemampuan militer Jepang yang diklaim mendapat dukungan langsung dari Amerika Serikat. Menurutnya, Washington telah memasok rudal jelajah jarak jauh Tomahawk kepada Jepang, memodifikasi kapal agar mampu mengoperasikan rudal tersebut, serta menciptakan berbagai kondisi yang memungkinkan pelaksanaan uji coba peluncurannya.

Di sisi lain, Jepang disebut terus memperkuat kemampuan serangan pendahuluan dengan menempatkan sistem persenjataan jarak jauh di berbagai matra, mulai dari darat, laut, bawah laut, hingga udara.

Kim Yo Jong menegaskan, peningkatan kekuatan militer Jepang tidak lagi sebatas untuk memenuhi kebutuhan pertahanan nasional. Menurut dia, perkembangan tersebut telah melampaui kepentingan keamanan masing-masing negara dan berpotensi meningkatkan ketegangan di kawasan Asia Pasifik.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Kim Yo Jong jepang korea utara asia pasifik amerika serikat