Senat AS Loloskan Tahap Awal RUU Sanksi Baru untuk Rusia dan Iran

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 15:05 WIB
Senat AS meloloskan tahap awal pembahasan RUU sanksi tambahan terhadap Rusia dan Iran. Simak isi aturan dan tahapan selanjutnya. (Ilustrasi ChatGPT)
Senat AS meloloskan tahap awal pembahasan RUU sanksi tambahan terhadap Rusia dan Iran. Simak isi aturan dan tahapan selanjutnya. (Ilustrasi ChatGPT)

RADAR BANYUWANGI - Senat Amerika Serikat meloloskan mosi prosedural untuk melanjutkan pembahasan rancangan undang-undang (RUU) yang berisi usulan sanksi tambahan terhadap Rusia dan Iran. Keputusan yang diambil melalui pemungutan suara tersebut membuka jalan bagi pembahasan resmi di majelis tinggi Kongres AS, termasuk peluang pengajuan amendemen sebelum RUU diputuskan pada tahap berikutnya.

Persetujuan itu diperoleh dalam pemungutan suara prosedural kedua yang berhasil mengantongi dukungan lebih dari 50 persen senator yang hadir. Dengan hasil tersebut, RUU dinyatakan memenuhi syarat untuk memasuki tahap pembahasan resmi di Senat.

Pada tahap selanjutnya, para senator akan membahas substansi RUU sekaligus mengajukan usulan perubahan. Setelah itu, Senat dijadwalkan menggelar pemungutan suara prosedural berikutnya untuk menerapkan cloture, mekanisme parlementer yang digunakan untuk mengakhiri perdebatan dan membawa RUU ke pemungutan suara final.

Berbeda dengan tahapan sebelumnya yang hanya membutuhkan mayoritas sederhana, penerapan cloture mensyaratkan dukungan sedikitnya 60 suara senator.

Apabila lolos di Senat, RUU tersebut akan dikirim ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat untuk dibahas sebelum dapat diteruskan ke tahap berikutnya sesuai mekanisme legislasi.

Isi RUU Sanksi Rusia dan Iran

RUU yang dirilis pada awal Juli itu memuat sejumlah usulan sanksi ekonomi baru terhadap Rusia dan Iran. Berdasarkan tinjauan yang dikutip RIA Novosti, salah satu poin penting dalam rancangan tersebut adalah perubahan besaran tarif terhadap lima negara pembeli terbesar minyak dan gas Rusia.

Usulan tarif yang sebelumnya mencapai 500 persen akan diturunkan menjadi 100 persen. Namun, pada saat yang sama, RUU tersebut tetap mengusulkan tarif bea masuk sebesar 500 persen terhadap seluruh barang impor asal Rusia yang masuk ke Amerika Serikat.

Selain tarif perdagangan, rancangan aturan itu juga memuat usulan sanksi terhadap sejumlah lembaga keuangan Rusia, termasuk Bank Sentral Rusia, Sberbank, VTB, dan Gazprombank.

Tahapan Berlanjut di Senat

Pemungutan suara terbaru menjadi tahap prosedural kedua yang dilakukan Senat dalam waktu kurang dari 24 jam. Sebelumnya, pada Selasa (28/7), Senat juga menggelar pemungutan suara untuk mengakhiri perdebatan mengenai mosi membawa RUU tersebut ke tahap pembahasan.

Keputusan tersebut menunjukkan proses legislasi terus bergerak meskipun masih terdapat sejumlah tahapan yang harus dilalui sebelum rancangan itu benar-benar disahkan menjadi undang-undang.

Trump Sebut Berpeluang Disahkan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan pemerintahannya tengah mempelajari substansi RUU tersebut.

Pada Selasa (14/7), Trump mengatakan rancangan aturan itu memiliki peluang besar untuk memperoleh persetujuan Kongres AS. Ia juga menyebut dukungan pemerintah terhadap pembahasan RUU dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Senator Lindsey Graham.

Hingga kini, proses pembahasan masih berlangsung di Senat. Jika nantinya memperoleh dukungan yang cukup pada tahapan berikutnya dan lolos di DPR AS, RUU tersebut berpotensi memperketat tekanan ekonomi Washington terhadap Rusia dan Iran melalui perluasan sanksi perdagangan maupun sektor keuangan.


Catatan Redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan perkembangan proses legislasi di Senat Amerika Serikat. Persetujuan yang diberikan saat ini baru sebatas tahapan prosedural untuk melanjutkan pembahasan, sehingga RUU belum menjadi undang-undang dan masih dapat mengalami perubahan selama proses legislasi berlangsung.

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : jawapos.com
Senat AS sanksi Iran RUU sanksi donald trump sanksi Rusia