Jalur Kereta China-Laos Jadi Tulang Punggung Ekspor Durian Asia Tenggara, Pasokan ke China Kian Beragam

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Sabtu, 1 Agustus 2026 | 14:01 WIB
Impor durian China pada semester pertama 2026 melonjak hingga 319 ribu ton. (Pexels/Alexey Demidov)
Impor durian China pada semester pertama 2026 melonjak hingga 319 ribu ton. (Pexels/Alexey Demidov)

RADARBANYUWANGI.ID - Musim penjualan durian di Asia Tenggara membawa lonjakan pasokan ke pasar China. Jalur Kereta China-Laos kini menjadi salah satu moda transportasi utama yang mempercepat distribusi buah segar dari kawasan tersebut menuju berbagai kota di Negeri Tirai Bambu.

Layanan angkutan kargo rantai dingin internasional Lancang-Mekong Express menjadi tulang punggung pengiriman durian selama musim panen. Sistem logistik ini memungkinkan buah tetap terjaga kualitasnya hingga tiba di tangan konsumen.

Data Bea Cukai Kunming menunjukkan, Provinsi Yunnan mengimpor 319 ribu ton durian segar senilai 9,65 miliar yuan atau sekitar Rp25,8 triliun pada semester pertama 2026. Volume impor meningkat 58,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sedangkan nilai impornya naik 46,5 persen.

Dari total tersebut, sekitar 130 ribu ton durian dikirim melalui Jalur Kereta China-Laos. Angka ini tumbuh 39,9 persen secara tahunan dan memperkuat posisi jalur tersebut sebagai koridor transportasi darat strategis bagi ekspor buah segar dari Asia Tenggara ke China.

Setelah memasuki China melalui Pelabuhan Kereta Mohan di Provinsi Yunnan, durian kemudian didistribusikan ke sejumlah pusat perdagangan buah, seperti Kunming, Chongqing, dan Chengdu. Dari kota-kota tersebut, buah selanjutnya dipasarkan ke berbagai wilayah di China.

Efisiensi distribusi didukung oleh konektivitas antara Jalur Kereta China-Laos dengan Koridor Perdagangan Darat-Laut Internasional Baru serta sistem transportasi multimoda. Kombinasi jaringan tersebut mempercepat waktu pengiriman sekaligus menjaga kualitas produk selama perjalanan.

Kepala Shenzhen Fantai Fresh Supply Chain Co., Ltd., Lin Heng, mengatakan perusahaannya masih mengandalkan pasokan durian dari Thailand. Buah dimuat ke dalam kontainer berpendingin di Provinsi Nong Khai sebelum dikirim menuju Mohan melalui jalur kereta.

Menurut Lin, penggunaan jalur tersebut meningkatkan efisiensi distribusi dan mampu mengurangi potensi kerusakan buah selama proses pengangkutan. Dampaknya, harga eceran durian impor di China turun sekitar 30 persen dibandingkan tahun lalu, sementara permintaan masyarakat terus meningkat.

Ia menyebut kondisi tersebut membuat perusahaan semakin optimistis memperluas pasar sekaligus meningkatkan pengadaan langsung dari sentra-sentra produksi durian di Asia Tenggara.

Sebagai wilayah perbatasan yang menjadi pintu gerbang perdagangan dengan Asia Selatan dan Asia Tenggara, Yunnan terus memperkuat hubungan ekonomi dengan negara-negara pemasok utama durian, termasuk Thailand dan Vietnam. Dalam beberapa tahun terakhir, pembangunan infrastruktur logistik memperluas akses buah segar Asia Tenggara menuju pasar China.

Pemerintah China juga terus meningkatkan layanan kepabeanan dan perdagangan untuk memenuhi tingginya permintaan produk pertanian segar. Berbagai langkah dilakukan, mulai dari penyederhanaan prosedur perdagangan hingga penguatan fasilitas logistik rantai dingin dan transportasi lintas batas.

Pejabat Bea Cukai Mengla, Huang Zhonglei, mengungkapkan bahwa tahun ini Jalur Kereta China-Laos untuk pertama kalinya mengangkut durian asal Kamboja. Selain itu, durian dari Laos juga mulai memperoleh akses ke pasar China.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
impor durian China