Trump Geram Waktu Terus Diubah, Senat AS Didesak Segera Hentikan Gonta-Ganti Jam

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 11:34 WIB
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump. (Reuters)
Ilustrasi Presiden AS Donald Trump. (Reuters)

RADAR BANYUWANGI - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menghidupkan wacana kontroversial soal waktu. Ia mendesak Senat AS segera meloloskan aturan yang akan mengakhiri kebiasaan mengubah jam dua kali dalam setahun dan menerapkan Daylight Saving Time (DST) sepanjang tahun.

Desakan itu disampaikan Trump saat berbicara di hadapan massa di Michigan, Senin. Pernyataan tersebut muncul ketika ia tengah membahas persoalan yang tidak berkaitan langsung dengan sistem waktu nasional.

"By the way, speaking of that, let's get rid of Daylight Saving Time stuff," kata Trump.

Trump kemudian berharap Senat segera menyetujui rancangan aturan tersebut. Ia menyebut Dewan Perwakilan Rakyat (House of Representatives) telah lebih dahulu memberikan persetujuan.

"Hopefully, the Senate's going to approve that one. The House approved it," ujar Trump.

Jika Senat memberikan lampu hijau, Amerika Serikat berpotensi mengakhiri praktik perubahan jam secara berkala yang selama ini dilakukan untuk menyesuaikan waktu musim panas.

House Sudah Setujui, Bola Kini di Tangan Senat

Wacana tersebut mendapat momentum setelah House of Representatives pada awal bulan ini meloloskan rancangan aturan yang akan membuat Daylight Saving Time berlaku sepanjang tahun di seluruh Amerika Serikat.

Rancangan tersebut selanjutnya harus dibahas dan disetujui Senat sebelum dapat bergerak menuju tahap berikutnya. Namun, peluang aturan itu melaju mulus masih belum sepenuhnya jelas.

Trump sendiri telah lama mengkritik kebiasaan mengganti jam dua kali dalam setahun. Menurutnya, perubahan tersebut tidak hanya merepotkan masyarakat, tetapi juga membutuhkan waktu dan biaya.

Dalam unggahan sebelumnya di Truth Social, Trump menyatakan dukungannya terhadap Sunshine Protection Act. Ia mengatakan akan bekerja keras agar aturan tersebut dapat disahkan menjadi undang-undang.

Dukungan Trump terhadap aturan tersebut menguat setelah Sunshine Protection Act lolos dari Komite Energi dan Perdagangan House. Dalam pemungutan suara di House, rancangan itu kemudian disetujui dengan perolehan 308 suara berbanding 117.

Trump menyebut penghentian perubahan jam dua kali setahun sebagai langkah yang akan membebaskan masyarakat dari kerepotan mengatur ulang jam.

Pendukung Sebut Lebih Praktis, Kritik Soroti Dampak Ekonomi

Para pendukung penerapan Daylight Saving Time sepanjang tahun menilai perubahan tersebut dapat menghilangkan gangguan akibat pergantian jam secara berkala.

Salah satu alasan yang dikemukakan adalah perubahan waktu dapat mengganggu pola tidur, termasuk jadwal tidur anak-anak. Pergantian jam juga disebut berpotensi memengaruhi kesehatan mental sebagian masyarakat yang mengalami gangguan suasana hati musiman.

Dengan sistem waktu yang tetap sepanjang tahun, masyarakat tidak lagi harus menyesuaikan jam dua kali dalam setahun.

Namun, kebijakan tersebut juga menuai kritik.

Kelompok yang menentang penerapan DST permanen menilai perubahan itu dapat membawa konsekuensi ekonomi dan sosial. Salah satu kekhawatiran utama berkaitan dengan sektor pertanian.

Jika Daylight Saving Time diterapkan sepanjang tahun, waktu matahari terbit pada musim dingin akan menjadi lebih siang. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyulitkan aktivitas petani yang bergantung pada siklus cahaya matahari.

Perdebatan inilah yang membuat isu perubahan waktu di AS tidak sesederhana sekadar memajukan atau memundurkan jarum jam.

Sikap Trump Sempat Berubah

Dorongan Trump untuk menghapus pergantian jam sebenarnya bukan isu baru.

Namun, posisi politik Trump mengenai sistem waktu yang seharusnya berlaku sepanjang tahun sempat mengalami perubahan. Perdebatan utamanya terletak pada pilihan apakah Amerika Serikat sebaiknya menerapkan Standard Time sepanjang tahun atau justru mempertahankan Daylight Saving Time secara permanen.

Dalam perkembangan terbaru, Trump kembali secara terbuka mendukung upaya menjadikan Daylight Saving Time berlaku sepanjang tahun.

Ia juga sebelumnya menyebut penghapusan perubahan jam dua kali setahun sebagai salah satu agenda yang layak diperjuangkan.

Kini, perhatian beralih ke Senat. Setelah House menyetujui rancangan tersebut dengan dukungan mayoritas besar, keputusan akhir berada pada proses legislasi berikutnya.

Jika Senat menyetujui aturan itu, Amerika Serikat akan memasuki babak baru dalam perdebatan panjang mengenai sistem waktu nasional.

Namun jika tidak, warga AS kemungkinan masih harus menjalani rutinitas yang sama: mengubah jam dua kali dalam setahun, sembari kembali memperdebatkan apakah kebiasaan tersebut masih relevan di era modern. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : CNN
Daylight Saving Time Sunshine Protection Act Senat AS Perubahan jam donald trump