Iran Tagih Peran Aktif PBB untuk Bangun Kembali Wilayah yang Hancur akibat Perang dengan AS-Israel

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 17:00 WIB
Ilustrasi dampak perang AS-Iran. (ANTARA/Anadolu)
Ilustrasi dampak perang AS-Iran. (ANTARA/Anadolu)

RADAR BANYUWANGI – Pemerintah Iran mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil peran lebih aktif dalam proses rekonstruksi dan penilaian kerusakan akibat perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Desakan itu disampaikan ketika Teheran mulai menghitung dampak kemanusiaan, ekonomi, dan infrastruktur setelah konflik bersenjata yang mengguncang negara tersebut.

Permintaan tersebut disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Iran Kazem Gharibabadi saat menerima Kepala Perwakilan PBB di Iran, Christine Weigand, dalam pertemuan di Teheran pada Selasa (28/7).

Dalam pertemuan itu, Gharibabadi menegaskan bahwa kerja sama antara Iran dan PBB perlu diperkuat, terutama dalam fase pemulihan pascaperang. Menurutnya, badan-badan PBB memiliki peran strategis untuk membantu proses asesmen kerusakan sekaligus menggalang dukungan internasional bagi rekonstruksi.

Selain itu, ia mendorong kantor-kantor PBB di Iran memanfaatkan sumber daya manusia lokal yang memiliki kompetensi tinggi agar program pemulihan dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

Gharibabadi juga memaparkan dampak dari dua konflik terbaru yang dihadapi Republik Islam Iran. Ia menilai skala kerusakan yang ditimbulkan membutuhkan keterlibatan lebih besar dari lembaga-lembaga internasional, baik dalam aspek kemanusiaan maupun pembangunan kembali infrastruktur.

Karena itu, Iran meminta badan dan kantor PBB meningkatkan aktivitas mereka dalam mendukung proses rekonstruksi serta melakukan peninjauan menyeluruh terhadap tingkat kerusakan yang terjadi akibat perang.

Tak hanya itu, Teheran berharap lembaga-lembaga PBB dapat menyampaikan gambaran yang objektif mengenai dampak perang terhadap masyarakat dan perekonomian Iran kepada komunitas internasional.

Pemerintah Iran juga meminta PBB membantu memobilisasi bantuan internasional dan sumber daya pendanaan guna mendukung proyek-proyek rekonstruksi serta pembangunan di berbagai sektor yang terdampak konflik.

Sementara itu, Kepala Perwakilan PBB di Iran, Christine Weigand, menyampaikan apresiasi atas komunikasi dan kerja sama yang telah terjalin dengan pemerintah Iran. Ia juga sependapat bahwa tenaga profesional Iran perlu lebih banyak dilibatkan dalam berbagai program PBB di negara tersebut.

Weigand menegaskan Kantor Perwakilan PBB di Iran siap menyampaikan informasi mengenai tingkat kerusakan kepada badan-badan khusus di bawah naungan PBB sebagai dasar penyusunan langkah lanjutan.

Selain itu, PBB juga akan menyesuaikan program kerja sama dengan perkembangan situasi terbaru di Iran agar bantuan yang diberikan lebih tepat sasaran.

Ia turut menegaskan komitmen PBB untuk membantu memobilisasi sumber daya finansial serta menghimpun dukungan dari para mitra pembangunan internasional guna mendukung proses pemulihan Iran setelah konflik.

Permintaan Iran kepada PBB muncul di tengah meningkatnya perhatian dunia terhadap dampak perang yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Selain memicu kerusakan fisik, konflik tersebut juga memberikan tekanan besar terhadap kondisi ekonomi, layanan publik, serta kehidupan masyarakat di berbagai wilayah terdampak. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Iran PBB rekonstruksi Iran bantuan PBB Kazem Gharibabadi perang iran