RADAR BANYUWANGI - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Pulau Kyushu, Jepang, memicu status siaga nasional. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, meminta masyarakat tetap waspada terhadap potensi gempa susulan, sembari mengerahkan ribuan personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) untuk mempercepat operasi penyelamatan di wilayah terdampak.
Gempa yang terjadi pada Selasa (28/7/2026) itu mencapai intensitas shindo 7, level tertinggi dalam skala intensitas gempa Jepang. Guncangan ekstrem menyebabkan bangunan roboh, infrastruktur transportasi lumpuh, listrik padam di puluhan ribu rumah, hingga sebagian bangunan AEON Mall di Kota Kashima ambruk setelah dilaporkan terjadi ledakan.
Pemerintah Jepang memperkirakan jumlah korban luka masih akan terus bertambah seiring proses evakuasi dan pendataan yang masih berlangsung.
PM Jepang Bentuk Satgas Darurat
Beberapa jam setelah gempa mengguncang Kumamoto, Perdana Menteri Sanae Takaichi mengumumkan pembentukan satuan tugas darurat penanggulangan bencana yang dipimpinnya secara langsung.
Pemerintah pusat juga mengerahkan sekitar 3.600 personel Pasukan Bela Diri Jepang atas permintaan Gubernur Kumamoto guna mempercepat pencarian korban, evakuasi warga, serta penanganan daerah yang mengalami kerusakan paling parah.
"Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya dan doa kami menyertai seluruh korban terdampak. Ini adalah momen yang sangat krusial dan keselamatan jiwa manusia menjadi prioritas utama," kata Takaichi.
JMA Peringatkan Gempa Susulan Selama Sepekan
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengingatkan masyarakat agar tetap siaga terhadap kemungkinan gempa susulan selama sekitar satu pekan ke depan, terutama dalam dua hingga tiga hari pertama setelah gempa utama.
Menurut JMA, pola aktivitas seismik kali ini memiliki karakteristik yang berpotensi menyerupai rangkaian gempa besar Kumamoto pada 2016.
Berdasarkan analisis awal, gempa dipicu oleh pergeseran horizontal pada dua sesar berbeda. Meski pusat gempa berada sekitar 20 kilometer dari Zona Sesar Hinagu yang menjadi sumber gempa besar 2016, JMA menegaskan masih terlalu dini untuk menyimpulkan adanya hubungan langsung antara kedua peristiwa tersebut.
Pemerintah juga memastikan seluruh pembangkit listrik tenaga nuklir di Jepang berada dalam kondisi normal dan tidak ditemukan kelainan pascagempa.
Sementara itu, peringatan tsunami yang sempat diberlakukan di wilayah pesisir Laut Ariake dan Laut Yatsushiro resmi dicabut pada pukul 18.10 waktu setempat.
AEON Mall Ambruk, Puluhan Orang Belum Ditemukan
Salah satu dampak paling serius terjadi di AEON Mall Kota Kashima.
Sebagian bangunan pusat perbelanjaan dilaporkan runtuh setelah muncul ledakan yang disertai kepulan asap putih dari dalam gedung.
Kepolisian Kumamoto memperkirakan terdapat banyak korban akibat insiden tersebut.
Laporan penyiar NHK menyebut sekitar 20 hingga 30 karyawan pusat perbelanjaan masih belum dapat dihubungi setelah bangunan ambruk.
Sementara itu, empat orang berhasil dievakuasi ke rumah sakit dalam kondisi sadar.
Sebelum gedung runtuh, sekitar 200 pengunjung dan karyawan dilaporkan telah dievakuasi menuju area parkir.
Rekaman video memperlihatkan sebagian dinding luar gedung terlepas hingga rangka baja bangunan terlihat jelas akibat kuatnya guncangan.
Korban Bertambah dan Infrastruktur Lumpuh
Korban luka terus berdatangan dari berbagai wilayah terdampak.
Sedikitnya 50 orang dirawat di rumah sakit di Kota Hikawa, sementara lebih dari 50 korban lainnya mendapatkan perawatan di Kota Kumamoto, termasuk seorang korban yang dilaporkan tidak sadarkan diri.
Di sekitar pusat gempa, sejumlah bangunan roboh dan kebakaran dilaporkan terjadi di beberapa titik, termasuk di Kota Uki.
Gempa juga mengakibatkan gangguan besar pada infrastruktur transportasi.
Jalan layang di Jalan Tol Kyushu mengalami kerusakan berat, sementara sebagian jalur pejalan kaki di sebuah jembatan di Kota Yatsushiro dilaporkan runtuh.
Operator JR Kyushu menghentikan seluruh layanan Kyushu Shinkansen serta sejumlah jalur kereta lokal sebagai langkah antisipasi keselamatan.
Selain itu, perusahaan pengelola jalan tol West Nippon Expressway menutup sejumlah ruas tol, terutama yang melintasi Prefektur Kumamoto.
Listrik Padam dan Ancaman Gelombang Panas
Dampak gempa juga menyebabkan listrik padam di sekitar 48.300 rumah di Prefektur Kumamoto.
Di tengah musim panas Jepang, pemerintah mengingatkan warga untuk mewaspadai risiko heatstroke atau serangan panas selama proses evakuasi.
Suhu udara di wilayah terdampak diperkirakan mencapai 34 derajat Celsius pada Rabu dan berpotensi mendekati 39 derajat Celsius menjelang akhir pekan.
Mengingatkan pada Tragedi Kumamoto 2016
Gempa kali ini menjadi yang pertama mencapai intensitas shindo 7 sejak gempa Semenanjung Noto pada Januari 2024.
Pada tingkat guncangan tersebut, seseorang umumnya tidak mampu berdiri tegak, perabot yang tidak terikat dapat terlempar, dan dinding beton bertulang berpotensi runtuh.
Peristiwa ini juga membangkitkan ingatan masyarakat terhadap bencana besar Kumamoto pada April 2016 yang menewaskan 278 orang dan melukai sekitar 2.800 orang.
Salah satu ikon kota, Kastel Kumamoto, yang mengalami kerusakan parah akibat gempa 2016 bahkan hingga kini masih menjalani proses restorasi dan diperkirakan baru akan selesai pada tahun fiskal 2052.
Dengan ancaman gempa susulan yang masih tinggi, pemerintah Jepang meminta masyarakat tetap mengikuti arahan otoritas, menghindari bangunan yang rusak, dan segera menuju lokasi evakuasi apabila kembali merasakan guncangan kuat. (*)
Editor : Ali SodiqinSumber : jawapos.com