Iran Murka Kapal Dagangnya Diserang Ukraina, Tuduh Perintah Israel, Satu Pelaut Tewas di Laut Kaspia

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Selasa, 28 Juli 2026 | 18:01 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi. (Al-Jazeera)
Menlu Iran Abbas Araghchi. (Al-Jazeera)

RADAR BANYUWANGI – Hubungan Iran dan Ukraina kembali memanas setelah sebuah kapal dagang Iran diserang di Laut Kaspia. Serangan tersebut menewaskan seorang pelaut dan melukai pelaut lainnya, memicu kecaman keras dari Teheran yang menilai tindakan itu sebagai pelanggaran hukum internasional.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan serangan terhadap kapal dagang Iran tidak dapat dibiarkan begitu saja. Ia juga menuding Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy berada di balik serangan tersebut.

"(Presiden Ukraina Volodymyr) Zelenskyy telah menyerang kapal dagang Iran, menewaskan seorang pelaut," kata Araghchi melalui akun X, dilansir Antara, Senin (27/7).

Araghchi menyebut serangan tersebut sebagai "pelanggaran Piagam PBB yang terang-terangan". Ia juga mengeklaim serangan dilakukan "atas perintah Israel" dengan tujuan menyeret negara-negara Eropa ke dalam konflik yang lebih luas.

Tuduhan tersebut menjadi babak baru ketegangan antara Teheran dan Kiev di tengah situasi geopolitik yang semakin kompleks di kawasan Eropa dan Timur Tengah.

Iran Sampaikan Protes ke Eropa dan Rusia

Araghchi mengatakan pemerintah Iran telah menyampaikan posisi resmi Teheran dalam percakapan telepon terpisah dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa Kaja Kallas dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.

Dalam komunikasi tersebut, Iran menegaskan keberatan atas serangan yang disebut menargetkan kapal dagang berbendera atau terkait Iran.

Bagi Teheran, serangan terhadap kapal sipil tidak dapat dipandang sebagai insiden biasa. Apalagi, serangan tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa di kalangan pelaut.

Iran kini meminta perhatian internasional terhadap apa yang disebutnya sebagai pelanggaran terhadap prinsip-prinsip hukum internasional dan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Iran Panggil Diplomat Ukraina

Ketegangan antara kedua negara sebelumnya sudah meningkat pada Sabtu (25/7).

Iran memanggil kuasa usaha Ukraina untuk meminta penjelasan terkait klaim serangan militer Ukraina terhadap kapal dagang Iran di Laut Kaspia.

Dalam insiden tersebut, satu pelaut dilaporkan tewas dan satu lainnya mengalami luka-luka.

Pemanggilan diplomat Ukraina menjadi langkah resmi Teheran untuk menunjukkan keseriusan pemerintah Iran dalam merespons serangan tersebut.

Bagi Iran, insiden itu bukan hanya menyangkut kerugian material akibat serangan terhadap kapal dagang, tetapi juga menyangkut keselamatan warga sipil dan awak kapal.

Zelenskyy Klaim Serangan Berhasil

Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy memberikan pernyataan berbeda.

Melalui akun X pada Sabtu (25/7), Zelenskyy menyatakan Ukraina telah mencapai "hasil yang sangat kuat" melalui serangan jarak jauh di Laut Kaspia.

Menurut Zelenskyy, operasi tersebut menyasar sejumlah "kapal yang digunakan dalam pengiriman kargo militer yang melibatkan Iran", serta sebuah kapal perang.

Pernyataan tersebut memberikan konteks berbeda mengenai sasaran operasi militer Ukraina.

Jika Teheran melihat kapal tersebut sebagai kapal dagang yang menjadi korban serangan, Kiev menyebut targetnya berkaitan dengan aktivitas pengiriman kargo militer dan kepentingan strategis yang berhubungan dengan Iran.

Perbedaan narasi tersebut berpotensi memperumit situasi diplomatik antara Iran dan Ukraina.

Laut Kaspia Jadi Titik Baru Ketegangan

Laut Kaspia selama ini tidak menjadi pusat utama konflik Ukraina-Rusia. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan kawasan tersebut mulai mendapat perhatian dalam operasi militer Ukraina.

Bagi Ukraina, serangan jarak jauh menjadi salah satu strategi untuk mengganggu jaringan logistik dan infrastruktur yang dianggap mendukung kepentingan militer Rusia.

Sementara bagi Iran, serangan terhadap kapal yang dikaitkan dengan negaranya merupakan persoalan serius yang menyentuh kepentingan nasional.

Situasi ini membuat Laut Kaspia berpotensi menjadi titik baru dalam dinamika konflik yang sebelumnya lebih banyak berlangsung di wilayah Ukraina dan sekitar Laut Hitam.

Iran Tuduh Ada Campur Tangan Israel

Dalam pernyataannya, Araghchi juga membawa dimensi baru dalam konflik tersebut.

Ia mengeklaim serangan terhadap kapal Iran dilakukan atas perintah Israel dengan tujuan menyeret Eropa ke dalam perang.

Tuduhan itu belum disertai bukti yang dipaparkan secara terbuka dalam pernyataan Araghchi.

Namun, pernyataan tersebut memperlihatkan bagaimana Teheran memandang insiden itu sebagai bagian dari dinamika geopolitik yang lebih luas, bukan sekadar operasi militer Ukraina.

Iran selama ini memiliki hubungan dekat dengan Rusia, sementara Ukraina mendapat dukungan dari sejumlah negara Barat.

Posisi geopolitik tersebut membuat setiap insiden yang melibatkan Iran dan Ukraina berpotensi membawa konsekuensi diplomatik yang lebih luas.

Risiko Eskalasi Diplomatik Meningkat

Insiden kapal dagang Iran menambah daftar persoalan dalam hubungan Teheran dan Kiev.

Iran telah memanggil diplomat Ukraina dan menyampaikan keberatannya kepada pejabat senior Uni Eropa serta Rusia.

Sementara Ukraina secara terbuka menyatakan serangan jarak jauh di Laut Kaspia memberikan hasil signifikan.

Perbedaan sikap tersebut menunjukkan bahwa kedua negara belum memiliki titik temu mengenai status kapal yang menjadi sasaran.

Bagi Ukraina, kapal yang diserang disebut berkaitan dengan pengiriman kargo militer. Bagi Iran, serangan tersebut menewaskan pelaut dan merupakan tindakan yang tidak dapat dibiarkan.

Kini, perhatian tertuju pada respons berikutnya dari Kiev dan bagaimana negara-negara Eropa menyikapi eskalasi tersebut.

Jika ketegangan terus meningkat, insiden yang semula terjadi di Laut Kaspia berpotensi berkembang menjadi persoalan diplomatik yang lebih luas.

Bagi Iran, kematian seorang pelaut menjadi garis merah yang tidak bisa diabaikan.

Sementara bagi Ukraina, operasi tersebut dipandang sebagai bagian dari strategi untuk menekan jaringan yang dianggap mendukung aktivitas militer lawan.

Dua kepentingan itu kini bertemu di Laut Kaspia—dan membuat kawasan yang selama ini relatif jauh dari pusat konflik Ukraina kembali menjadi sorotan dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : jawapos.com
Iran Ukraina Laut Kaspia Kapal dagang Volodymyr Zelenskyy Abbas Araghchi