Iran Klaim Serang Dua Pangkalan AS di Bahrain dan Yordania, Sirene Bahaya Berbunyi

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 18:00 WIB
Ilustrasi drone Iran. (IranWire)
Ilustrasi drone Iran. (IranWire)

RADAR BANYUWANGI — Konflik Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan. Iran mengklaim telah melancarkan serangan pesawat nirawak atau drone ke dua pangkalan militer yang digunakan Amerika Serikat di Bahrain dan Yordania, Jumat (24/7).

Klaim serangan tersebut menyasar fasilitas strategis di Pangkalan Udara Sheikh Isa, Bahrain, dan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti atau Al-Azraq di Yordania.

Di Bahrain, situasi sempat memanas setelah sirene peringatan serangan udara berbunyi. Otoritas setempat kemudian mengimbau masyarakat untuk segera mencari perlindungan di lokasi yang aman sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan ledakan maupun kebakaran.

Namun, hingga berita ini ditulis, belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Bahrain, Yordania, maupun militer Amerika Serikat terkait klaim serangan tersebut. Belum diketahui pula apakah serangan benar-benar menyebabkan kerusakan pada fasilitas militer atau menimbulkan korban jiwa.

Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Darat Republik Islam Iran menyatakan, serangan drone diarahkan ke sejumlah fasilitas penting yang digunakan militer Amerika Serikat.

Menurut klaim militer Iran, Pangkalan Udara Sheikh Isa di Bahrain menjadi salah satu sasaran. Serangan disebut menghantam tangki bahan bakar, gudang penyimpanan, hanggar peralatan, hingga kompleks tempat tinggal personel militer Amerika Serikat.

Iran juga mengklaim serangan serupa dilancarkan terhadap Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Al-Azraq, Yordania.

Sejumlah fasilitas disebut menjadi sasaran, mulai dari hanggar pesawat, fasilitas pemeliharaan, hingga area tempat tinggal pasukan Amerika Serikat yang berada di kompleks pangkalan.

Meski demikian, klaim tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Sirene Berbunyi di Bahrain

Di tengah klaim serangan Iran, situasi di Bahrain sempat diwarnai peringatan keamanan. Associated Press (AP) melaporkan sirene peringatan serangan udara berbunyi di negara tersebut.

Masyarakat kemudian diminta mencari tempat perlindungan yang aman. Imbauan tersebut dikeluarkan sebagai langkah antisipasi apabila terjadi ledakan atau kebakaran akibat serangan.

Bunyi sirene tersebut menjadi salah satu perkembangan paling mencolok dalam eskalasi terbaru konflik Iran dan Amerika Serikat. Namun, belum ada kepastian mengenai objek yang menjadi sasaran ataupun dampak yang ditimbulkan.

Peringatan di Bahrain muncul hanya beberapa jam setelah Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengumumkan berakhirnya malam ke-13 secara berturut-turut operasi serangan militer terhadap target-target di wilayah Iran.

Rentetan perkembangan tersebut memperlihatkan bahwa konflik antara Teheran dan Washington semakin meluas. Medan konfrontasi tidak lagi hanya berpusat pada wilayah Iran, tetapi juga menyentuh fasilitas militer yang digunakan Amerika Serikat di negara-negara kawasan.

Eskalasi Konflik Makin Meluas

Jika klaim Iran tersebut terbukti, serangan drone ke Bahrain dan Yordania akan menjadi perkembangan signifikan dalam eskalasi konflik.

Kedua negara menjadi lokasi penting bagi kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Serangan terhadap fasilitas yang digunakan pasukan AS berpotensi memperluas risiko konflik dan meningkatkan ketegangan dengan negara-negara yang menjadi tuan rumah pangkalan tersebut.

Iran sendiri menyebut fasilitas strategis sebagai sasaran serangan. Sementara itu, Amerika Serikat terus menjalankan operasi militernya terhadap target-target di wilayah Iran.

Situasi tersebut menciptakan pola saling serang yang semakin kompleks. Serangan langsung, operasi drone, dan ancaman terhadap fasilitas militer kini menjadi bagian dari dinamika konflik yang terus berkembang.

Meski demikian, informasi mengenai dampak serangan terbaru masih terbatas. Hingga kini belum ada rincian resmi mengenai kemungkinan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas di Pangkalan Udara Sheikh Isa dan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti.

Pemerintah Bahrain dan Yordania juga belum memberikan konfirmasi resmi mengenai klaim Iran tersebut. Begitu pula militer Amerika Serikat belum mengungkap apakah terdapat kerusakan atau korban akibat serangan yang disebut dilancarkan menggunakan drone.

Dengan belum adanya verifikasi independen, klaim Iran tersebut masih perlu dicermati. Namun, munculnya sirene peringatan di Bahrain dan meningkatnya aktivitas militer di kawasan menunjukkan bahwa situasi Timur Tengah berada dalam kondisi yang semakin tegang.

Perkembangan selanjutnya akan sangat menentukan apakah konflik Iran-Amerika Serikat akan tetap terbatas pada serangan terhadap target militer atau justru berkembang menjadi eskalasi yang lebih luas di kawasan. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : jawapos.com
Iran Amerika Serikat Serangan drone pangkalan militer yordania bahrain