Pangkalan Inggris Dipakai AS, Iran Mengancam: London Siaga Penuh dan Andalkan Pertahanan NATO

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 17:00 WIB
Angkatan Bersenjata Inggris klaim siaga penuh hadapi ancaman Iran. (Gulf News)
Angkatan Bersenjata Inggris klaim siaga penuh hadapi ancaman Iran. (Gulf News)

RADAR BANYUWANGI — Ketegangan antara Inggris dan Iran kembali meningkat. Pemerintah Inggris menegaskan seluruh angkatan bersenjatanya berada dalam kondisi siaga penuh untuk menghadapi segala bentuk ancaman, setelah Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran memperingatkan London terkait dugaan penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat.

Peringatan tersebut disampaikan pemerintah Inggris setelah IRGC pada Kamis (23/7) mengeluarkan ancaman yang dikaitkan dengan laporan pengerahan pesawat pengebom Amerika Serikat dari instalasi militer Inggris.

Situasi itu memperlihatkan meningkatnya kewaspadaan London di tengah kondisi keamanan kawasan Timur Tengah yang masih bergejolak. Inggris memastikan kesiapan militernya tidak hanya mengandalkan pengerahan personel, tetapi juga ditopang sistem pertahanan udara dan rudal berlapis.

"Angkatan bersenjata kami siap melindungi Inggris dari segala bentuk serangan, baik di dalam maupun luar negeri. Inggris mempertahankan tingkat kesiapan yang berkelanjutan untuk mempertahankan diri," kata juru bicara pemerintah Inggris, dikutip dari IranWire.

Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa London memandang setiap ancaman terhadap wilayah maupun kepentingannya secara serius. Pemerintah Inggris juga memastikan kemampuan pertahanannya tetap berada dalam tingkat kesiapan yang berkelanjutan.

Pertahanan Udara Inggris Terintegrasi dengan NATO

Menurut keterangan yang dikutip Reuters, kesiapan pertahanan Inggris mencakup sistem pertahanan udara dan rudal berlapis. Sistem tersebut menggabungkan kemampuan Royal Navy, Angkatan Darat Inggris, dan Royal Air Force (RAF).

Pertahanan tersebut juga diperkuat teknologi canggih serta koordinasi erat dengan negara-negara sekutu yang tergabung dalam NATO.

"Postur pertahanan ini mencakup sistem pertahanan udara dan rudal berlapis yang menggabungkan kemampuan Royal Navy, Angkatan Darat Inggris dan Royal Air Force dengan sistem canggih serta integrasi yang erat bersama sekutu NATO," ujar juru bicara pemerintah Inggris.

Penguatan postur pertahanan tersebut menunjukkan bahwa London berupaya memastikan kemampuan militernya siap merespons berbagai skenario ancaman.

Langkah itu juga tidak dapat dilepaskan dari posisi Inggris sebagai salah satu sekutu utama Amerika Serikat dan anggota NATO. Dugaan penggunaan instalasi militer Inggris oleh Amerika Serikat berpotensi menjadikan fasilitas tersebut sebagai bagian dari dinamika konflik yang melibatkan Washington dan Teheran.

IRGC Soroti Pangkalan Inggris

Ancaman terbaru dari IRGC muncul setelah muncul laporan mengenai dugaan penggunaan pangkalan militer Inggris untuk mendukung operasi pesawat pengebom Amerika Serikat.

Bagi Iran, penggunaan fasilitas militer Inggris dalam operasi Amerika Serikat menjadi persoalan serius. Ancaman yang dilontarkan IRGC pun menambah panjang daftar ketegangan antara Teheran dan negara-negara Barat.

Hubungan Iran dengan Inggris sebelumnya juga sempat memanas seiring meningkatnya konflik di kawasan.

Pada Maret lalu, ketika berlangsung perang selama 40 hari yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat, IRGC dilaporkan menargetkan pangkalan udara RAF Akrotiri milik Inggris di Siprus.

Pada periode yang sama, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan pemerintahnya telah menyetujui permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militer Inggris dalam operasi yang disebut sebagai misi defensif.

Keputusan tersebut menempatkan Inggris dalam posisi strategis sekaligus sensitif. Di satu sisi, London berupaya mendukung sekutunya. Namun di sisi lain, keterlibatan fasilitas militer Inggris dalam operasi Amerika Serikat berpotensi meningkatkan risiko ancaman terhadap kepentingan Inggris.

Risiko Eskalasi di Timur Tengah

Pernyataan terbaru pemerintah Inggris menunjukkan bahwa London kini menempatkan kesiagaan militer sebagai prioritas di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.

Dengan sistem pertahanan udara dan rudal yang terintegrasi, Inggris berupaya memastikan wilayahnya maupun kepentingan militernya memiliki perlindungan menghadapi kemungkinan ancaman.

Ancaman IRGC juga menjadi pengingat bahwa konflik di Timur Tengah memiliki dampak yang dapat meluas hingga ke negara-negara sekutu di luar kawasan.

Bagi Inggris, tantangan terbesar saat ini adalah menjaga kesiapan menghadapi ancaman sekaligus menghindari eskalasi yang lebih luas.

Sementara itu, dugaan penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat menjadi salah satu titik sensitif dalam hubungan London dan Teheran. Jika ketegangan terus meningkat, fasilitas militer Inggris yang terkait dengan kepentingan Amerika Serikat berpotensi menjadi sorotan lebih besar.

Situasi tersebut membuat perkembangan hubungan Inggris, Amerika Serikat, dan Iran menjadi perhatian. Di tengah ketidakpastian keamanan kawasan Timur Tengah, kesiagaan militer Inggris menunjukkan bahwa ancaman konflik tidak lagi hanya dipandang sebagai persoalan regional, tetapi juga memiliki konsekuensi terhadap kepentingan negara-negara Barat dan sekutunya. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : jawapos.com
Inggris Iran Pangkalan Inggris Ancaman Iran Pertahanan NATO IRGC Iran