RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Amerika Serikat melalui Administrasi Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional (NHTSA) mulai merumuskan standar keselamatan baru yang mengatur sistem pelepasan pintu darurat kendaraan. Langkah tersebut diambil menyusul serangkaian insiden yang menunjukkan penumpang kesulitan keluar dari mobil setelah kehilangan pasokan listrik akibat kecelakaan maupun aki 12 volt yang mati.
Perhatian regulator tertuju pada penggunaan flush door handles atau gagang pintu yang menyatu dengan bodi kendaraan. Desain ini banyak diterapkan pada mobil listrik modern, termasuk sejumlah model Tesla, karena dinilai mampu meningkatkan aerodinamika dan tampilan kendaraan.
Namun, dalam kondisi darurat, mekanisme tersebut dinilai memiliki kelemahan. Ketika sistem kelistrikan kendaraan tidak lagi berfungsi, pintu elektronik dapat gagal dibuka. Di sisi lain, mekanisme pelepasan manual darurat kerap tersembunyi sehingga sulit ditemukan penumpang, terutama dalam situasi panik setelah kecelakaan.
Melalui dokumen pemberitahuan regulasi, NHTSA juga menolak permintaan penyelidikan khusus terhadap sistem pelepasan pintu mekanis Tesla Model 3 tahun produksi 2022. Regulator menyimpulkan persoalan tersebut bukan semata berkaitan dengan satu produsen, melainkan merupakan isu yang berpotensi terjadi di berbagai merek kendaraan.
Karena itu, NHTSA menilai pendekatan yang lebih tepat adalah memperbarui Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal agar berlaku secara menyeluruh bagi industri otomotif.
Meski demikian, regulator mengingatkan bahwa dimulainya proses penyusunan aturan tidak otomatis berujung pada lahirnya regulasi baru dalam waktu dekat.
"Memulai proses pembuatan peraturan tidak berarti peraturan baru pasti akan dikembangkan," demikian pernyataan NHTSA dalam pemberitahuan regulasi resmi yang dipublikasikan di Washington, D.C., Kamis (23/7/2026).
Langkah tersebut mendapat dukungan dari kalangan pemerhati keselamatan kendaraan. Direktur Eksekutif Center for Auto Safety, Michael Brooks, menilai proses regulasi ini menjadi tahapan penting untuk memperkuat perlindungan bagi pengguna kendaraan.
"Ini adalah hal yang besar karena ini merupakan langkah pertama yang diperlukan untuk merevisi atau menciptakan Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal baru yang memperkuat aturan seputar pintu elektronik dan akses jalan keluar," ujarnya.
Sementara itu, Andrew McDevitt, pengacara yang mewakili keluarga korban dalam kasus dugaan kegagalan sistem pintu kendaraan, menyampaikan kritik terhadap desain pintu elektronik yang telah lama digunakan.
Menurutnya, sejak peluncuran Tesla Model S, perusahaan telah menerima berbagai laporan dari konsumen mengenai penumpang yang terjebak di dalam kendaraan, mulai dari insiden ringan di area parkir hingga kecelakaan serius.
"Sejak perilisan Model S, Tesla telah berulang kali menerima laporan dari konsumen bahwa pintu mereka menjebak penumpang dalam setiap situasi dari tempat parkir supermarket hingga kecelakaan serius. Sulit dipahami bagaimana Tesla terus membenarkan perilisan kendaraan dengan desain yang berbahaya ini," katanya melalui siaran pers setelah pengumuman NHTSA.
Editor : Lugas Rumpakaadi