AS Tunda Serangan ke Iran, Trump Beri Jalan untuk Negosiasi dengan Oman

Ali Sodiqin • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 14:05 WIB
Ilustrasi konfrontasi militer antara AS-Israel dengan Iran. (Gemini AI)
Ilustrasi konfrontasi militer antara AS-Israel dengan Iran. (Gemini AI)

RADAR BANYUWANGI – Amerika Serikat menghentikan rangkaian serangan militernya terhadap Iran untuk memberi ruang bagi proses diplomasi yang sedang berlangsung antara Teheran dan Oman. Keputusan tersebut diambil di tengah upaya kedua negara mencari kesepakatan mengenai keamanan Selat Hormuz, meski Pentagon dilaporkan tetap menyiapkan opsi operasi militer apabila perundingan gagal.

Laporan itu disampaikan stasiun televisi CBS yang mengutip sejumlah pejabat regional yang enggan disebutkan namanya. Menurut sumber tersebut, penghentian operasi militer dilakukan agar pembicaraan langsung antara Iran dan Oman tidak terganggu oleh eskalasi konflik di kawasan.

Langkah Washington menandai perubahan pendekatan sementara dari tekanan militer menuju jalur diplomatik, meskipun ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran belum sepenuhnya mereda.

Iran dan Oman Bahas Keamanan Selat Hormuz

Sebelumnya, pada 24–25 Juli, Iran dan Oman menggelar beberapa putaran dialog di Teheran pada tingkat wakil menteri luar negeri.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kedua delegasi membahas prinsip-prinsip umum serta mekanisme operasional untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi lintasan utama perdagangan minyak dunia.

Dalam pernyataannya, Teheran menyebut pembicaraan menghasilkan kemajuan terkait mekanisme navigasi yang aman. Meski demikian, pemerintah Iran menegaskan situasi lalu lintas maritim di Selat Hormuz hingga kini tetap normal dan tidak mengalami perubahan.

Perkembangan tersebut dipandang sebagai sinyal positif di tengah meningkatnya kekhawatiran dunia terhadap potensi gangguan distribusi energi global apabila konflik di kawasan kembali membesar.

Trump Hentikan Serangan Setelah 13 Hari

Di sisi lain, laporan Axios pada Sabtu (25/7) mengungkap bahwa militer Amerika Serikat masih mempertahankan berbagai rencana darurat untuk melancarkan kembali operasi militer berskala besar terhadap Iran apabila diperlukan.

Meski demikian, Presiden Donald Trump disebut belum memberikan persetujuan atas skenario tersebut.

Mengutip sejumlah sumber yang mengetahui proses pengambilan keputusan di Gedung Putih, Axios melaporkan Trump memerintahkan penghentian serangan lanjutan pada Jumat (24/7) setelah operasi militer berlangsung selama 13 hari berturut-turut.

Keputusan itu dinilai sebagai upaya memberikan kesempatan kepada jalur diplomasi untuk menghasilkan terobosan sebelum Washington mempertimbangkan langkah militer berikutnya.

Opsi Militer Masih Tetap Terbuka

Walaupun serangan dihentikan sementara, laporan tersebut menunjukkan Amerika Serikat belum sepenuhnya mengesampingkan opsi penggunaan kekuatan militer.

Pentagon dikabarkan tetap menyiapkan berbagai skenario kontinjensi apabila negosiasi yang difasilitasi Oman tidak menghasilkan kesepakatan atau jika situasi keamanan di kawasan kembali memburuk.

Hingga saat ini, pemerintah Amerika Serikat belum mengeluarkan pernyataan resmi mengenai rincian penghentian operasi maupun kemungkinan dimulainya kembali aksi militer terhadap Iran.

Situasi tersebut memperlihatkan bahwa diplomasi dan kesiapan militer kini berjalan beriringan. Sementara Oman berupaya menjadi mediator untuk menjaga stabilitas kawasan, Washington tetap mempertahankan tekanan strategis terhadap Teheran sembari menunggu hasil pembicaraan yang sedang berlangsung. (*)

Editor : Ali Sodiqin
Sumber : Sputnik/RIA Novosti, jawapos.com
Diplomasi Iran Iran Oman serangan AS selat hormuz donald trump