RADAR BANYUWANGI – Banyuwangi kembali mendapat panggung di tingkat internasional. Kabupaten berjuluk The Sunrise of Java itu dipercaya menjadi tuan rumah forum konsolidasi delegasi Indonesia dalam ASEAN Smart Cities Network (ASCN) pada Senin (20/7). Pertemuan tersebut menjadi ajang Indonesia mempresentasikan berbagai inovasi pembangunan kota cerdas kepada 11 negara anggota ASEAN dan sejumlah negara mitra.
Forum yang digelar di Banyuwangi berlangsung secara hybrid, terhubung langsung dengan Annual Meeting ASCN ke-9 yang dipusatkan di Filipina. Selain diikuti negara-negara anggota ASEAN, rapat tahunan itu juga melibatkan negara mitra seperti Korea Selatan, Jepang, Uni Emirat Arab, hingga Rusia untuk membahas kolaborasi pengembangan kota cerdas dan berkelanjutan.
Pertemuan di Banyuwangi dihadiri enam delegasi kabupaten/kota yang mewakili Indonesia dalam jaringan ASCN. Mereka berasal dari Banyuwangi, DKI Jakarta, Kota Makassar, Kabupaten Sumedang, Kota Semarang, dan Kota Denpasar.
Konsolidasi dipimpin Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri RI, Safrizal, serta diikuti para kepala daerah maupun perwakilan dari setiap delegasi.
Safrizal menjelaskan, ASCN merupakan wadah kerja sama negara-negara Asia Tenggara dalam mempercepat pembangunan smart city. Melalui forum tersebut, Indonesia tidak hanya mempromosikan praktik pembangunan perkotaan cerdas di dalam negeri, tetapi juga berbagi pengalaman dengan negara-negara ASEAN.
"Kami memusatkan pertemuan konsolidasi di Banyuwangi. Awalnya, saat ASCN berdiri pada 2018, yang kita promosikan ke tingkat Asia Tenggara yakni DKI Jakarta, Makassar, dan Banyuwangi. Sekarang kita tambah tiga lagi," ujar Safrizal.
Menurut dia, setiap delegasi memaparkan perkembangan implementasi smart city di daerah masing-masing sebagai bahan evaluasi sekaligus pembelajaran bersama.
"Di sinilah kita bisa sharing berbagai praktik baik yang dilakukan masing-masing delegasi. Kita bisa saling tukar pikiran, bahkan bisa saling mencontoh praktik baiknya," katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mempresentasikan berbagai inovasi daerah yang menjadi bagian dari pengembangan smart city berbasis smart village. Pendekatan tersebut dinilai mampu mempercepat pemerataan layanan publik hingga ke wilayah pedesaan.
Ipuk menjelaskan, Banyuwangi mengembangkan ekosistem digital melalui pemanfaatan big data, layanan kesehatan daring selama 24 jam, hingga pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular.
"Banyuwangi hadir bersama jaringan kota ASCN lainnya untuk saling berbagi praktik baik terkait program smart city dengan negara ASEAN. Banyuwangi sendiri mengembangkan smart city dengan pendekatan smart village," katanya.
Salah satu inovasi yang dipaparkan ialah pengelolaan sampah melalui Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R). Sistem tersebut mengintegrasikan pemilahan sampah dari rumah tangga, edukasi lingkungan, peningkatan partisipasi masyarakat, hingga pengolahan limbah menjadi sumber energi alternatif.
Menurut Ipuk, program tersebut tidak hanya mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir, tetapi juga menghasilkan refuse derived fuel (RDF) dari sampah plastik yang telah dimanfaatkan sebagai bahan bakar industri.
"Program ini mampu mengurangi sampah yang tidak terolah lebih lanjut, bahkan juga telah mampu mengelola sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif refuse derived fuel (RDF). Sebanyak puluhan ton RDF tersebut telah dikirim untuk menjadi bahan bakar industri," paparnya.
Selain sektor lingkungan, Banyuwangi juga memperkenalkan inovasi layanan kesehatan digital Online Akses Solusi Indonesia Sehat dari Banyuwangi (Oasis Wangi) yang dikembangkan bersama Noora Health.
Melalui layanan berbasis WhatsApp tersebut, masyarakat dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan selama 24 jam, memperoleh informasi medis secara real time, sekaligus menerima edukasi kesehatan secara berkala.
Editor : Ali Sodiqin"Cukup melalui WhatsApp, warga bisa menanyakan berbagai informasi kesehatan secara real time. Juga bisa menerima tips dan edukasi kesehatan secara reguler," terang Ipuk. (sgt)