Andy Burnham Naik Jadi PM Inggris, Hadapi Tantangan Pulihkan Kepercayaan Publik

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 14:49 WIB
Andy Burnham resmi menjadi PM Inggris menggantikan Keir Starmer. (gov.uk)
Andy Burnham resmi menjadi PM Inggris menggantikan Keir Starmer. (gov.uk)

RADARBANYUWANGI.ID - Peta politik Britania Raya kembali mengalami perubahan besar. Ketua Partai Buruh Andy Burnham resmi menduduki kursi Perdana Menteri (PM) Inggris pada Senin. Politikus berusia 56 tahun itu menjadi pemimpin pemerintahan ketujuh Inggris dalam satu dekade terakhir.

Jabatan tersebut membawa tantangan besar bagi Burnham. Ia harus bekerja cepat memulihkan stabilitas politik nasional sekaligus mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap Partai Buruh yang belakangan mengalami penurunan dukungan.

Burnham menggantikan Keir Starmer, 63, yang hanya sekitar dua tahun memimpin pemerintahan. Starmer sebelumnya mencatat keberhasilan penting setelah membawa Partai Buruh meraih kemenangan besar dalam Pemilu 2024, sekaligus mengakhiri masa panjang dominasi oposisi selama 14 tahun.

Namun, situasi politik berubah drastis. Pada Juni 2026, Starmer memilih mundur setelah tekanan publik semakin kuat menyusul hasil buruk Partai Buruh dalam pemilihan daerah pada Mei 2026. Kondisi tersebut semakin diperberat oleh persoalan biaya hidup yang menekan masyarakat Inggris.

Kembalinya Burnham ke panggung politik nasional berlangsung dengan catatan positif. Ia berhasil meraih kemenangan meyakinkan atas kandidat dari partai populis sayap kanan Reform UK dalam pemilu Juni 2026.

Peluang Burnham semakin terbuka setelah dirinya menjadi satu-satunya kandidat dalam pemilihan kepemimpinan Partai Buruh. Ia memperoleh lebih dari 90 persen dukungan suara dari anggota parlemen fraksi Partai Buruh pada Jumat lalu.

Dalam kepemimpinannya, Burnham menjanjikan fokus besar pada pembenahan sektor domestik. Salah satu agenda utamanya adalah memperbaiki layanan publik, termasuk infrastruktur sistem perairan, serta memperluas kebijakan desentralisasi agar kewenangan daerah semakin kuat.

Di tingkat global, Burnham diperkirakan tetap mempertahankan hubungan strategis Inggris dengan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Ia juga menghadapi tugas menjaga dukungan Inggris terhadap Ukraina yang masih berada dalam konflik akibat invasi Rusia yang telah memasuki tahun kelima.

Pergantian kepemimpinan ini menjadi ujian baru bagi Partai Buruh. Burnham kini dituntut membuktikan bahwa pemerintahannya mampu menghadirkan perubahan nyata, baik dalam kehidupan masyarakat Inggris maupun dalam posisi negara tersebut di panggung internasional.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
Andy Burnham Keir Starmer partai buruh inggris perdana menteri