Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Kehadiran RTS Link Berpotensi Picu Persaingan Baru Sektor Ritel dan Kuliner di Singapura

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 17 Juli 2026 | 21:07 WIB
Pembukaan RTS Link diperkirakan meningkatkan belanja warga Singapura di Johor Bahru hingga 1,05 miliar dolar Singapura per tahun. (Antara)
Pembukaan RTS Link diperkirakan meningkatkan belanja warga Singapura di Johor Bahru hingga 1,05 miliar dolar Singapura per tahun. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID - Pembukaan jalur kereta lintas perbatasan Rapid Transit System (RTS) Link yang menghubungkan Singapura dengan Johor Bahru, Malaysia, diproyeksikan membawa dampak signifikan terhadap aktivitas ekonomi di kedua wilayah. Berdasarkan hasil studi yang dirilis Kamis (16/7/2026), konsumen Singapura diperkirakan akan membelanjakan tambahan sebesar 1,05 miliar dolar Singapura atau sekitar Rp14,69 triliun setiap tahun di Johor Bahru setelah layanan tersebut mulai beroperasi.

Mengutip Antara, studi tersebut disusun oleh Federasi Bisnis Singapura, Asosiasi Restoran Singapura, dan Asosiasi Peritel Singapura. Hasil kajian juga menunjukkan bahwa pengunjung asal Johor Bahru diperkirakan membelanjakan tambahan sekitar 756 juta dolar Singapura setiap tahun di Singapura.

Hubungan ekonomi dan sosial antara Singapura dan Johor Bahru selama ini telah terjalin erat. Mobilitas masyarakat di kedua wilayah sangat tinggi, namun kerap terkendala kemacetan di jalur perlintasan darat, terutama pada jam sibuk maupun musim liburan.

Saat ini tercatat sekitar 19,4 juta perjalanan pulang pergi setiap tahun dari Singapura menuju Johor Bahru, sementara perjalanan dari Johor Bahru ke Singapura mencapai sekitar 5,9 juta perjalanan menggunakan moda transportasi yang tersedia.

Dengan hadirnya RTS Link, mobilitas masyarakat diperkirakan meningkat signifikan. Jalur kereta tersebut diproyeksikan menambah sekitar 11,2 juta perjalanan pulang pergi setiap tahun dari Singapura ke Johor Bahru serta 3,3 juta perjalanan dari Johor Bahru ke Singapura. Tambahan mobilitas itu setara dengan sekitar 39.700 penumpang setiap hari.

Peningkatan arus perjalanan lintas batas diperkirakan akan memperkuat aktivitas perdagangan, pariwisata, serta sektor jasa di kedua wilayah. Namun, studi tersebut juga mengingatkan bahwa kemudahan akses akan memunculkan tantangan baru bagi pelaku usaha di Singapura, khususnya sektor ritel serta makanan dan minuman.

Sektor tersebut dinilai akan menghadapi persaingan yang semakin ketat di tengah tekanan biaya operasional, kebutuhan tenaga kerja, serta tingginya biaya sewa. Kemudahan masyarakat Singapura berbelanja di Johor Bahru berpotensi mengalihkan sebagian pengeluaran konsumen ke Malaysia.

Kepala Eksekutif Federasi Bisnis Singapura, Kok Ping Soon, menilai perubahan yang dibawa RTS Link bukan sekadar peningkatan aktivitas secara bertahap, melainkan perubahan struktural dalam pola konsumsi dan persaingan bisnis lintas negara.

Menurutnya, pelaku usaha perlu beradaptasi dengan memperkuat nilai tambah melalui kualitas layanan, pengalaman pelanggan, dan peningkatan produktivitas, tidak hanya mengandalkan persaingan harga. Di sisi lain, kolaborasi antara pemerintah dan pelaku industri juga diperlukan agar dunia usaha mampu bersaing di pasar lintas perbatasan yang semakin terhubung.

Editor : Lugas Rumpakaadi
RTS Link Johor Bahru singapura