RADAR BANYUWANGI – Salah satu fenomena astronomi paling spektakuler di dunia akan menghiasi langit Arab Saudi pada 2 Agustus 2027. Kota suci Makkah dipastikan berada di jalur Gerhana Matahari Total, sehingga langit akan berubah gelap pada siang hari ketika Bulan menutupi seluruh piringan Matahari selama lebih dari lima menit.
Peristiwa langka ini diperkirakan menjadi salah satu gerhana matahari total terbaik yang dapat disaksikan dalam beberapa dekade ke depan. Selain Makkah, sejumlah kota di wilayah barat dan barat daya Arab Saudi juga akan menikmati fase total gerhana dengan durasi yang cukup panjang.
Makkah Alami Gerhana Total Selama Lebih dari Lima Menit
Berdasarkan informasi yang dipublikasikan Arabia Weather, Gerhana Matahari Total akan berlangsung pada 2 Agustus 2027 dengan fase parsial dimulai sejak pukul 12.01 waktu setempat.
Memasuki pukul 13.24, Bulan akan sepenuhnya menutupi Matahari sehingga Makkah mengalami kondisi gelap layaknya senja di tengah hari.
Puncak fenomena diperkirakan terjadi pada 13.26 waktu setempat, sebelum fase total berakhir sekitar pukul 13.29. Secara keseluruhan, fase gerhana baru benar-benar berakhir pada 14.53 waktu setempat.
Jadwal Gerhana Matahari Total di Makkah
Berikut tahapan lengkap fenomena Gerhana Matahari Total di Makkah:
-
Awal Gerhana Matahari Parsial: 12.01.58
-
Awal Gerhana Matahari Total: 13.24.06
-
Puncak Gerhana Matahari Total: 13.26.41
-
Akhir Gerhana Matahari Total: 13.29.16
-
Akhir Gerhana Matahari Parsial: 14.53.25
Pada fase total inilah Matahari akan tampak menghilang sepenuhnya karena tertutup Bulan, menghadirkan panorama langit yang sangat jarang terjadi.
Sejumlah Kota Arab Saudi Masuk Jalur Gerhana Total
Fenomena ini tidak hanya dapat dinikmati masyarakat Makkah.
Wilayah lain di Arab Saudi bagian barat dan barat daya juga berada di jalur Gerhana Matahari Total, di antaranya:
-
Jeddah
-
Taif
-
Abha
-
Jazan
-
Al-Baha
Sementara itu, kawasan Arab Saudi bagian timur tidak sepenuhnya berada di jalur totalitas. Meski demikian, masyarakat tetap dapat menyaksikan Gerhana Matahari Sebagian dengan tingkat penutupan Matahari yang diperkirakan melebihi 60 persen.
Dengan kondisi tersebut, hampir seluruh wilayah Arab Saudi akan menjadi lokasi ideal untuk mengamati fenomena astronomi tersebut.
Mengapa Gerhana Matahari Total Terjadi?
Gerhana Matahari Total terjadi ketika Bulan berada tepat di antara Matahari dan Bumi, sehingga seluruh cakram Matahari tertutup dari pandangan pengamat yang berada di jalur totalitas.
Saat fase puncak berlangsung, langit akan berubah menjadi gelap meski masih siang hari. Suhu udara biasanya ikut menurun, sementara bintang-bintang terang dan korona Matahari dapat terlihat apabila cuaca cerah.
Fenomena seperti ini hanya dapat disaksikan dari wilayah yang dilewati bayangan inti Bulan atau umbra, sehingga tidak semua daerah di Bumi mengalami gerhana total pada waktu yang sama.
Diprediksi Jadi Magnet Wisata Astronomi
Gerhana Matahari Total pada 2 Agustus 2027 diperkirakan akan menarik perhatian ilmuwan, fotografer, hingga wisatawan dari berbagai negara.
Selain memiliki durasi totalitas yang relatif panjang, Makkah dan sejumlah kota di Arab Saudi berada pada jalur pengamatan yang dinilai sangat baik, sehingga berpotensi menjadi salah satu lokasi favorit untuk menyaksikan fenomena astronomi tersebut.
Bagi masyarakat yang berencana mengamati gerhana, para ahli mengingatkan agar tidak melihat Matahari secara langsung tanpa pelindung mata khusus gerhana, karena dapat menyebabkan kerusakan permanen pada retina mata. Penggunaan kacamata gerhana berstandar internasional atau metode pengamatan tidak langsung menjadi cara paling aman menikmati fenomena langka ini. (*)
Editor : Ali Sodiqin