Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Serangan Baru AS Hantam Infrastruktur Kereta Api Iran, Jalur Strategis Menuju China dan Rusia Jadi Sasaran

Lugas Rumpakaadi • Jumat, 10 Juli 2026 | 06:58 WIB
BRIN mengkaji bantalan rel berbasis karet komposit dan sistem proteksi kereta usai kecelakaan di Bekasi Timur. (Pexels/Johannes Plenio)
Konflik Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah AS menyerang jembatan rel strategis di Provinsi Golestan yang menghubungkan Iran dengan China dan Rusia. (Pexels/Johannes Plenio)

RADARBANYUWANGI.ID - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah Washington melancarkan serangan terhadap infrastruktur strategis di wilayah Iran.

Sebuah jembatan rel kereta api yang menjadi bagian penting jaringan transportasi menuju China dan Rusia dilaporkan menjadi sasaran rudal jelajah pada Kamis (waktu setempat).

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan serangan tersebut menghantam Jembatan Rel Ogtay Khan di Provinsi Golestan, Iran timur laut.

Infrastruktur itu disebut sebagai salah satu titik vital dalam koridor perkeretaapian yang menghubungkan Iran dengan Turkmenistan dan China.

Serangan ini menjadi aksi militer Amerika Serikat untuk hari kedua berturut-turut dalam gelombang operasi terbaru terhadap Iran.

Hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan yang ditimbulkan akibat serangan tersebut.

Menurut Fars, jembatan yang diserang memiliki nilai strategis karena menjadi bagian dari jalur distribusi logistik dan transportasi lintas negara.

Kerusakan pada jalur tersebut berpotensi mengganggu arus pergerakan barang maupun penumpang di kawasan.

Sebelum serangan terhadap jembatan terjadi, Iran lebih dahulu menghentikan layanan kereta penumpang rute Teheran–Mashhad.

Penghentian operasional dilakukan setelah warga setempat melaporkan adanya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap salah satu jalur rel di wilayah tersebut.

Perusahaan Kereta Api Nasional Iran menyatakan tim teknis telah diterjunkan untuk memperbaiki kerusakan di lokasi.

Sementara itu, penumpang yang terdampak akan dialihkan menggunakan transportasi darat menuju Kota Mashhad hingga jalur kereta kembali beroperasi.

Di sisi lain, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi adanya serangan lanjutan terhadap target di Iran.

Washington menyebut operasi tersebut bertujuan semakin melemahkan kemampuan Teheran dalam mengancam kebebasan pelayaran internasional di Selat Hormuz, jalur laut yang memiliki peran penting bagi distribusi energi dunia.

Eskalasi terbaru ini terjadi setelah hubungan kedua negara kembali memburuk.

Sebelumnya, pada 17 Juni, Iran dan Amerika Serikat sempat mencapai kesepakatan kerangka yang dimediasi Pakistan untuk menghentikan konflik militer serta membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.

Namun situasi berubah setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Rabu menyatakan bahwa kesepakatan tersebut telah berakhir.

Pernyataan itu menandai runtuhnya upaya deeskalasi dan memicu dimulainya kembali konfrontasi militer antara kedua negara.

Perkembangan terbaru tersebut memunculkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah, terutama karena serangan kini menyasar infrastruktur transportasi strategis yang memiliki keterkaitan dengan jalur perdagangan internasional.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#iran #donald trump #amerika serikat