RADARBANYUWANGI.ID - Rekor bangunan tertinggi di dunia dipastikan bakal berganti dalam beberapa tahun mendatang. Arab Saudi tengah menuntaskan pembangunan Jeddah Tower, gedung pencakar langit yang dirancang menjulang hingga 1.008 meter. Saat rampung pada 2028, menara ini akan menggeser Burj Khalifa di Dubai yang selama ini menjadi bangunan tertinggi di dunia dengan ketinggian 828 meter.
Dengan selisih sekitar 180 meter dari Burj Khalifa, Jeddah Tower akan menjadi gedung pertama di dunia yang menembus ketinggian lebih dari satu kilometer. Proyek bernilai sekitar US$ 1,2 miliar atau setara Rp21,59 triliun itu menjadi salah satu pembangunan paling ambisius dalam sejarah konstruksi modern.
Jeddah Tower dibangun di kawasan utara Kota Jeddah yang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru. Konstruksinya dimulai pada 1 April 2013 dan ditargetkan selesai pada 2028.
Apabila rampung sesuai jadwal, gedung ini tidak hanya menjadi yang tertinggi di Timur Tengah, tetapi juga memegang rekor sebagai bangunan tertinggi di dunia.
Proyek tersebut diprakarsai oleh Al-Waleed bin Talal selaku Ketua Kingdom Holding Company, perusahaan investasi global asal Arab Saudi. Pengelolaan propertinya dipercayakan kepada CBRE Group, perusahaan jasa investasi dan properti komersial asal Amerika Serikat.
Jeddah Tower merupakan pusat pengembangan tahap pertama Jeddah Economic City yang dibangun di atas lahan sekitar 50 hektare.
Kawasan tersebut merupakan bagian dari proyek pengembangan tiga tahap di area pesisir seluas sekitar 5,2 kilometer persegi yang berada sekitar 20 kilometer di utara Kota Jeddah.
Melalui proyek ini, Arab Saudi berupaya memperkuat sektor investasi, bisnis, properti, dan pariwisata. Kehadiran Jeddah Tower diharapkan menjadi ikon baru yang mampu menarik investor maupun wisatawan dari berbagai negara.
Bangunan ini dirancang memiliki 167 lantai dengan luas total sekitar 243.866 meter persegi.
Untuk menunjang mobilitas di dalam gedung, tersedia 57 elevator yang terdiri atas 50 elevator tunggal dan tujuh elevator ganda, ditambah satu lift layanan.
Fungsi bangunan tidak hanya sebagai gedung perkantoran. Jeddah Tower akan menampung hotel Four Seasons, apartemen sewa jangka pendek Four Seasons, ruang kantor kelas A, serta kondominium mewah.
Salah satu daya tarik utamanya adalah keberadaan dek observasi yang diproyeksikan menjadi titik pandang tertinggi di dunia. Dari lokasi tersebut, pengunjung dapat menikmati panorama Kota Jeddah hingga kawasan Laut Merah.
Jeddah Tower dirancang oleh Adrian Smith, arsitek yang juga mendesain Burj Khalifa.
Sementara perancangan struktur dipercayakan kepada Thornton Tomasetti. Pengembang proyek adalah Jeddah Economic Company dengan Saudi Binladin Group sebagai kontraktor utama pembangunan.
Kolaborasi sejumlah perusahaan tersebut menjadikan Jeddah Tower sebagai salah satu proyek konstruksi paling prestisius di dunia.
Keunggulan utama Jeddah Tower terletak pada sistem strukturnya yang menggunakan teknologi Buttressed Core, yakni pengembangan dari sistem konstruksi yang diterapkan pada Burj Khalifa.
Sistem tersebut memanfaatkan inti beton bertulang yang diperkuat tiga sayap berbentuk huruf Y. Ketiga sayap saling menopang sehingga bangunan mampu menahan beban vertikal sekaligus tekanan angin yang sangat besar.
Selain itu, bentuk menara yang semakin meruncing ke bagian atas membantu mengurangi gaya dorong angin sehingga meningkatkan stabilitas bangunan.
Struktur utamanya menggunakan dinding beton bertulang, coupling beam, dan pelat lantai beton tanpa memerlukan sistem outrigger maupun mega-column yang umum digunakan pada banyak gedung pencakar langit.
Teknologi ini membuat struktur bangunan tetap kokoh meski memiliki tinggi yang belum pernah dicapai gedung lain di dunia.
Editor : Lugas Rumpakaadi