Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

NASA Gelontorkan Rp338 Triliun untuk Bangun Markas Permanen di Bulan

Titin Wulandari • Kamis, 2 Juli 2026 | 11:00 WIB
PROYEK AMBISIUS : NASA investasi hingga Rp338 triliun untuk membangun pangkalan di Bulan.(Foto:Pixabay)
PROYEK AMBISIUS : NASA investasi hingga Rp338 triliun untuk membangun pangkalan di Bulan.(Foto:Pixabay)

 

Radarbanyuwangi.id - Badan antariksa Amerika Serikat, NASA, resmi mengakselerasi ambisinya membangun pangkalan permanen di Bulan. Langkah awal proyek besar ini dimulai dengan pengucuran dana sebesar 590 juta dolar AS untuk empat misi awal menuju Bulan.

Secara keseluruhan, NASA menyiapkan investasi jumbo senilai 20 miliar dolar AS, atau setara sekitar Rp338 triliun, yang akan digelontorkan selama tujuh tahun ke depan untuk merealisasikan proyek tersebut.

Program ambisius ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang NASA untuk menciptakan kehadiran manusia secara permanen di Bulan sekaligus membuka jalan bagi misi berawak ke Mars. Rencana pembangunan pangkalan Bulan dibagi ke dalam tiga fase utama.

Baca Juga: Bahaya! Malware Rokarolla Serang Android, Rekening dan Dompet Kripto Bisa Ludes

1.   Bangun Akses Logistik ke Bulan (2026–2029)

Pada fase awal, NASA akan fokus membangun akses logistik menuju permukaan Bulan. Tahap ini mencakup 25 peluncuran dan 21 pendaratan, dengan misi utama mengirim peralatan, kendaraan, dan teknologi pendukung yang dibutuhkan untuk tahap pembangunan berikutnya. Fase ini menjadi fondasi penting agar mobilisasi logistik menuju Bulan dapat berlangsung secara berkelanjutan.

2.   Infrastruktur Semi-Permanen (2029-2032)

Memasuki fase kedua, fokus beralih pada pembangunan infrastruktur semi-permanen. Beberapa fasilitas penting yang akan dibangun meliputi reaktor permukaan, fasilitas pendukung kehidupan, hingga misi berawak rutin untuk mempercepat pembangunan. Pada tahap ini, aktivitas manusia di Bulan akan mulai meningkat secara signifikan.

Fase 3: Kehadiran Manusia Permanen (2030-an)

Fase ketiga menjadi tahap paling ambisius, yakni menciptakan kehadiran manusia secara permanen di Bulan pada era 2030-an. NASA menargetkan rotasi personel secara konstan sehingga pangkalan Bulan dapat beroperasi layaknya stasiun penelitian permanen. Keberhasilan tahap ini akan menjadi tonggak baru dalam eksplorasi antariksa modern.

NASA memilih kawasan kutub selatan Bulan sebagai lokasi utama pembangunan pangkalan. Wilayah ini dianggap sangat strategis karena diyakini memiliki cadangan es air dalam jumlah besar.

Sumber daya tersebut sangat penting karena dapat diolah menjadi air minum, oksigen, hingga bahan bakar roket untuk mendukung eksplorasi jangka panjang.

Keberadaan sumber air menjadi kunci utama bagi keberlangsungan hidup manusia di luar Bumi. Dalam proyek ini, NASA akan memanfaatkan teknologi terbaru, termasuk kecerdasan buatan (AI), armada drone, dan robot otomatis.

Teknologi tersebut akan menjadi ujung tombak pembangunan infrastruktur fisik sebelum manusia hadir secara permanen di Bulan. Sejumlah mitra industri besar turut dilibatkan dalam proyek ini, termasuk Blue Origin, Astrolab, Lunar Outpost, dan Firefly Aerospace.

Baca Juga: Gelombang Panas Ekstrem Lumpuhkan Eropa, Ribuan Kematian dan Infrastruktur Mulai Kolaps

Mereka akan menyediakan wahana pendarat, kendaraan eksplorasi permukaan Bulan, hingga drone khusus untuk mendukung operasi awal. Salah satu teknologi kunci dalam proyek ini adalah penggunaan reaktor nuklir permukaan.

NASA menyiapkan sistem reaktor yang mampu memasok daya hingga 100 kilowatt tanpa perlu pengisian ulang bahan bakar selama bertahun-tahun.

Energi ini akan menjadi tulang punggung operasional pangkalan, termasuk untuk sistem komunikasi, penelitian, hingga fasilitas pendukung kehidupan.

Eksekutif Program Pangkalan Bulan NASA, Carlos Garcia-Galan, membayangkan fasilitas ini nantinya akan membentang hingga ratusan mil persegi di wilayah kutub selatan Bulan.

Ambisi besar NASA juga tidak lepas dari persaingan global dalam eksplorasi antariksa. China saat ini juga menargetkan pendaratan astronotnya di Bulan pada 2030 serta membangun markas penelitian sendiri.

Persaingan antara Amerika Serikat dan China diperkirakan akan menjadi faktor besar yang mempercepat inovasi dan investasi dalam perlombaan eksplorasi luar angkasa.

Menurut Jared Isaacman, pangkalan Bulan bukan hanya simbol pencapaian ilmiah, tetapi juga fondasi strategis untuk perjalanan manusia menuju Mars.

Jika proyek ini berhasil, Bulan akan menjadi gerbang utama peradaban manusia menuju eksplorasi antariksa yang lebih jauh.(*)

Editor : Titin Wulandari
#proyek NASA #Space News #nasa