Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gempa Kembar M 7,5 dan M 7,2 Guncang Venezuela, Trump Perintahkan Bantuan AS Saat Status Darurat Nasional Diberlakukan

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 25 Juni 2026 | 12:14 WIB
Venezuela menetapkan status darurat nasional setelah diguncang gempa kembar magnitudo 7,2 dan 7,5. (Tangkapan Layar/ABC News)
Venezuela menetapkan status darurat nasional setelah diguncang gempa kembar magnitudo 7,2 dan 7,5. (Tangkapan Layar/ABC News)

RADARBANYUWANGI.ID – Dua gempa bumi raksasa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) waktu setempat. Bencana yang terjadi hanya dalam selang puluhan detik itu menyebabkan bangunan runtuh, korban jiwa, penutupan bandara utama, serta memaksa pemerintah menetapkan status darurat nasional.

Di tengah situasi yang terus berkembang, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan telah memerintahkan seluruh badan pemerintah AS untuk bersiaga dan siap memberikan bantuan kepada Venezuela.

Melalui platform Truth Social, Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat siap bergerak cepat membantu negara yang sedang menghadapi salah satu bencana alam terbesar dalam beberapa tahun terakhir tersebut.

"Dua gempa besar yang melanda rakyat Venezuela terjadi dalam skala besar dan mengakibatkan korban tewas yang besar. AS senantiasa siap, ingin, dan mampu membantu," tulis Trump.

Ia menambahkan telah menginstruksikan seluruh lembaga pemerintah terkait untuk menyiapkan langkah tanggap darurat demi mendukung proses kemanusiaan dan pemulihan pascabencana.

Tiga Orang Tewas, Warga Caracas Panik Berhamburan

Menurut data Badan Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), gempa pertama berkekuatan magnitudo 7,2 terjadi pada Rabu petang waktu setempat. Hanya sekitar 39 detik kemudian, gempa kedua yang lebih kuat dengan magnitudo 7,5 kembali mengguncang wilayah yang sama.

Pusat gempa berada di sekitar Morón dan San Felipe, sekitar 160 kilometer di sebelah barat Caracas. Kedua gempa terjadi pada kedalaman dangkal sekitar 10 hingga 13 kilometer sehingga getarannya terasa sangat kuat di berbagai wilayah Venezuela.

Suasana panik langsung menyelimuti ibu kota Caracas. Warga berhamburan keluar dari rumah, apartemen, pusat perbelanjaan, hingga gedung perkantoran saat bangunan bergoyang hebat.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan warga berlari ke jalanan sambil berusaha mencari lokasi yang lebih aman. Banyak di antara mereka mengaku belum pernah merasakan guncangan sekuat itu sebelumnya.

Laporan awal menyebut sedikitnya tiga orang meninggal dunia, termasuk seorang anak-anak, setelah sebuah bangunan tempat tinggal runtuh di Caracas. Empat orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis.

Tim penyelamat masih melakukan pencarian terhadap kemungkinan korban yang tertimbun di bawah reruntuhan bangunan.

Status Darurat Nasional Diberlakukan

Pelaksana Tugas Presiden Venezuela Delcy Rodríguez mengumumkan status darurat nasional untuk mempercepat penanganan dampak bencana.

"Kami menetapkan status darurat nasional sebagaimana diatur dalam konstitusi kami," ujar Rodríguez dalam pidato yang disiarkan pada Rabu malam waktu setempat.

Ia meminta masyarakat tetap tenang, mengikuti arahan petugas, dan menjauhi bangunan yang mengalami kerusakan karena masih terdapat risiko gempa susulan.

Pemerintah Venezuela juga menghentikan sementara layanan metro dan kereta api untuk pemeriksaan keselamatan. Langkah tersebut dilakukan guna memastikan tidak ada kerusakan struktural yang membahayakan masyarakat.

Bandara Utama Ditutup, Puluhan Gempa Susulan Tercatat

Dampak gempa tidak hanya dirasakan di Caracas. Kerusakan juga dilaporkan terjadi di Miranda, La Guaira, Aragua, Carabobo, dan Falcon.

Bandara Internasional Simón Bolívar di Maiquetía, yang merupakan gerbang udara utama Venezuela, mengalami kerusakan pada sejumlah fasilitas sehingga operasionalnya ditutup sementara.

Rodríguez mengungkapkan sedikitnya 20 gempa susulan telah tercatat setelah dua gempa utama mengguncang negara tersebut.

Menteri Dalam Negeri Venezuela Diosdado Cabello mengatakan seluruh unsur tanggap darurat telah dikerahkan ke wilayah terdampak.

"Kami menerima laporan adanya bangunan dan rumah yang runtuh. Pemadam kebakaran, kepolisian, serta tim bantuan sipil telah bergerak untuk menangani situasi ini," ujarnya.

Fenomena Langka Gempa Kembar

USGS mengategorikan peristiwa ini sebagai doublet earthquake atau gempa kembar, yaitu kondisi ketika dua gempa besar terjadi hampir bersamaan di kawasan yang sama.

Fenomena tersebut tergolong jarang dan berpotensi meningkatkan tingkat kerusakan karena struktur bangunan yang telah melemah akibat gempa pertama kembali dihantam guncangan kuat berikutnya.

Lembaga tersebut juga mengeluarkan peringatan tingkat merah dan memperkirakan potensi korban serta kerusakan dalam skala besar.

Selain korban jiwa, USGS memperkirakan kerugian ekonomi akibat bencana ini dapat mencapai 2 hingga 20 persen dari produk domestik bruto (PDB) Venezuela.

Venezuela sendiri berada di kawasan pertemuan Lempeng Karibia dan Lempeng Amerika Selatan yang dikenal aktif secara tektonik sehingga memiliki risiko gempa bumi yang cukup tinggi.

Bantuan Internasional Mengalir

Sejumlah negara langsung menyampaikan solidaritas dan kesiapan membantu Venezuela.

Selain Amerika Serikat, negara-negara seperti Brasil, Meksiko, Panama, Kolombia, Inggris, Turki, Qatar, Kuba, Nikaragua, Yordania, dan Barbados telah menawarkan dukungan kemanusiaan.

Rodríguez juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Republik Dominika Luis Abinader yang menghubunginya secara langsung setelah bencana terjadi.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Presiden Brasil Luiz Inácio Lula da Silva yang menyatakan kesiapan pemerintahnya untuk membantu proses pemulihan wilayah terdampak.

Lula bahkan telah menginstruksikan Kementerian Luar Negeri Brasil dan Kedutaan Besar Brasil di Caracas untuk mengevaluasi kebutuhan bantuan yang dapat segera diberikan kepada Venezuela.

Selain negara-negara sahabat, perwakilan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan sejumlah lembaga keuangan internasional dilaporkan telah menghubungi pemerintah Venezuela untuk menawarkan dukungan penanganan pascabencana.

WNI di Venezuela Dipastikan Aman

Di tengah situasi darurat tersebut, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan seluruh WNI yang terdata berada di Venezuela, yakni sebanyak tiga orang, dalam kondisi aman, sehat, dan selamat.

Selain itu, gedung KBRI Caracas dan Wisma Duta dilaporkan tidak mengalami kerusakan struktural yang berarti.

KBRI Caracas terus berkoordinasi dengan otoritas setempat dan memantau perkembangan situasi, termasuk kemungkinan gempa susulan yang masih dapat terjadi dalam beberapa waktu ke depan.

Hingga Kamis (25/6/2026), proses pencarian korban, pendataan kerusakan, serta upaya pemulihan masih berlangsung. Pemerintah Venezuela juga terus menerima bantuan dan dukungan dari berbagai negara untuk mempercepat penanganan salah satu bencana gempa terbesar yang pernah melanda negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Gempa Venezuela #Status Darurat Nasional #Caracas Venezuela #Gempa M 7.5 #donald trump