RADARBANYUWANGI.ID - Dari sebuah kecamatan di Banyuwangi, nama Cherie Callista Wangsa dan Vivianne Vernetta Wangsa kini bergema di panggung internasional. Kakak beradik asal Rogojampi ini sukses mengharumkan Indonesia setelah menorehkan prestasi di Champs Universal Music & Dance Festival yang digelar di Johor, Malaysia, pada 23 Mei 2026.
Dalam kompetisi seni suara tingkat Asia tersebut, Cherie tampil gemilang dengan menyabet Juara 1 kategori vokal usia 19 tahun ke atas. Sementara sang adik, Vivianne, tak kalah membanggakan dengan meraih Juara 3 pada kategori usia 13–15 tahun. Dua prestasi sekaligus ini menegaskan dominasi talenta muda Banyuwangi di kancah internasional.
Capaian di Malaysia ini bukan yang pertama. Sebelumnya, pada Desember 2024, keduanya juga sukses membawa pulang gelar Juara 1 dalam Asia Talent Educational Festival di Bangkok, Thailand. Saat itu, Cherie menjadi yang terbaik di kategori Contemporary Music Solo Artist usia 16–18 tahun, sementara Vivianne menjuarai kategori usia 9–12 tahun.
Perjalanan mereka menuju panggung internasional bukanlah proses instan. Sebelum melangkah ke kompetisi global, keduanya harus melewati seleksi ketat di tingkat nasional yang menjadi pintu awal menuju arena Asia.
Bakat Cherie sendiri sudah terlihat sejak usia dini. Ia mulai aktif bernyanyi sejak berusia empat tahun dan pertama kali tampil di panggung Klenteng Tik Liong Tian Rogojampi, yang menjadi titik awal keberaniannya tampil di depan publik.
“Sejak umur 4 tahun Cher memang sudah kelihatan suka menyanyi. Panggung pertamanya dulu itu di Klenteng Tik Liong Tian Rogojampi, dari sana dia mulai belajar berani tampil di depan banyak orang,” kenang sang ibu, Jeany Margareth.
Melihat ketekunan sang kakak, Vivianne pun ikut terinspirasi menekuni dunia tarik suara. Kini, keduanya tidak hanya tampil di panggung kompetisi, tetapi juga aktif berkarya melalui kanal YouTube pribadi mereka.
Perjalanan musikal kakak beradik ini juga ditempa melalui berbagai lembaga pendidikan musik. Awalnya mereka belajar di School of Music Center Rogojampi, sebelum kemudian melanjutkan pengembangan bakat di Musikami Genteng, salah satu sekolah musik yang dikenal di Banyuwangi.
Tak hanya itu, mereka juga mengikuti pelatihan privat dengan sejumlah pelatih vokal profesional, termasuk Tommy Yubu dari Surabaya, Kak Wenny dari Bakat Terindah Jakarta, serta kelas daring bersama Delon Thamrin, penyanyi jebolan Indonesian Idol.
Jeany Margareth mengaku bangga dengan pencapaian kedua anaknya yang terus konsisten mengharumkan nama daerah. Menurutnya, musik bukan hanya soal prestasi, tetapi juga proses pembentukan karakter.
“Kami sangat bangga. Bagi mereka, menyanyi itu hobi. Kami selalu mendukung karena di balik setiap panggung ada proses melatih kepercayaan diri, disiplin, dan kerja keras,” ujarnya.
Saat ini, Cherie tercatat sebagai mahasiswa Universitas Surabaya (UBAYA) dan alumni SMP Katolik Santo Yusuf Banyuwangi. Sementara Vivianne masih duduk di bangku kelas 8 di sekolah yang sama.
Konsistensi keduanya menjadi bukti bahwa talenta muda daerah mampu bersaing di level global. Lebih dari sekadar trofi, perjalanan Cherie dan Vivianne menjadi inspirasi bagi generasi muda Banyuwangi untuk berani bermimpi lebih tinggi dan menembus panggung dunia. (*)
Editor : Ali Sodiqin