Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Alumni Jagoan Digital Banyuwangi Raih Juara III Dunia Kompetisi Satelit NASA

Sigit Hariyadi • Jumat, 19 Juni 2026 | 05:45 WIB
Adam Kandias (dua dari kanan) bersama tim Bamantara EEPISAT usai dinobatkan sebagai juara III CanSat Competition 2026 di Virginia, Amerika Serikat, Senin (8/6) lalu. Adam kandias menunjukkan piala dan sertifikat CanSat Competition 2026. (Humas Pemkab Banyuwangi)
Adam Kandias (dua dari kanan) bersama tim Bamantara EEPISAT usai dinobatkan sebagai juara III CanSat Competition 2026 di Virginia, Amerika Serikat, Senin (8/6) lalu. Adam kandias menunjukkan piala dan sertifikat CanSat Competition 2026. (Humas Pemkab Banyuwangi)

RADARBANYUWANGI.ID – Dari sebuah program inkubasi startup yang digagas pemerintah daerah, seorang pemuda Banyuwangi berhasil melesat hingga panggung dunia. Adam Kandias, 21, alumni Jagoan Digital Banyuwangi angkatan 2023-2024, sukses mengharumkan nama Indonesia dengan meraih Juara III Dunia dalam CanSat Competition 2026 di Virginia, Amerika Serikat.

Prestasi tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi bagi Adam. Lebih dari itu, capaian tersebut menjadi bukti bahwa talenta muda dari daerah mampu bersaing di level internasional, bahkan dalam kompetisi teknologi kedirgantaraan yang didukung langsung oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

CanSat Competition 2026 diselenggarakan oleh American Astronautical Society (AAS) dengan dukungan NASA. Kompetisi yang digelar di Virginia pada Minggu (7/6) lalu itu merupakan salah satu ajang paling bergengsi di bidang teknologi satelit mini.

Para peserta ditantang untuk merancang, membangun, sekaligus meluncurkan satelit mini atau CanSat dengan misi tertentu. Kompetisi tersebut diikuti 67 tim dari 21 negara.

Adam bersama tim Bamantara EEPISAT dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS) menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil lolos dan berkompetisi hingga babak final. Mereka kemudian sukses menembus tiga besar dunia.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengaku bangga atas capaian pemuda asal Kelurahan Klatak, Kecamatan Kalipuro tersebut. Menurutnya, keberhasilan Adam menjadi inspirasi bagi anak-anak muda Banyuwangi untuk terus mengembangkan potensi di berbagai bidang.

"Kami sangat bangga tentunya dengan talenta berbakat seperti Adam Kandias. Ini bisa menjadi inspirasi anak muda lain untuk berprestasi di berbagai sektor," ujar Ipuk kemarin (18/6).

Ipuk menambahkan, selama ini program Jagoan Digital telah melahirkan ratusan talenta startup dari Banyuwangi. Banyak alumni yang berhasil bekerja di perusahaan teknologi nasional seperti Blibli dan Traveloka.

Tak hanya itu, sejumlah alumni juga mencatatkan prestasi nasional maupun internasional, mulai Top 3 Artificial Intelligence Huawei, Top 10 Wirausaha Kemenpora, hingga memperoleh beasiswa LPDP ke Columbia University.

Adam sendiri saat ini tercatat sebagai mahasiswa semester empat Program Studi Teknik Komputer PENS. Namun, perjalanan menuju panggung dunia itu ternyata dimulai ketika dirinya masih duduk di bangku SMKN 1 Banyuwangi.

Ia mengaku, salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya adalah saat mengikuti program Jagoan Digital Banyuwangi yang digagas Pemerintah Kabupaten Banyuwangi.

"Kalau berbicara mengenai perjalanan saya mungkin cukup panjang hingga ke sini, namun salah satu titik awal perjalanan adalah saat mengikuti program Jagoan Digital yang digagas Pemkab Banyuwangi," katanya.

Dalam program tersebut, Adam terdaftar sebagai peserta angkatan 2023-2024 dengan startup bernama "Tambalin". Dari sana, ia kemudian terpilih mengikuti Banyuwangi Business Academy (BBA) yang diselenggarakan Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Banyuwangi.

Menurut Adam, program tersebut memberikan pengalaman yang tidak ia dapatkan di bangku sekolah. Ia belajar bagaimana mengembangkan ide menjadi inovasi nyata sekaligus mempresentasikan gagasan secara efektif.

"Program ini memberikan pengalaman terkait bagaimana suatu ide dan inovasi diinisialisasi hingga direalisasikan, serta bagaimana menyampaikan gagasan tersebut di depan publik dengan baik," ujarnya.

Tidak hanya itu, Jagoan Digital juga membentuk pola pikirnya untuk terus belajar dan berinovasi. Ia mempelajari pengembangan perangkat lunak, pemecahan masalah berbasis teknologi, artificial intelligence (AI) untuk engineer, hingga kemampuan public speaking.

"Melalui Jagoan Digital saya mendapat pengalaman belajar yang tidak saya temukan di sekolah, terutama mengenai pola pikir untuk terus belajar, berinovasi, dan berani mencoba hal baru," ungkapnya.

Bekal itulah yang kemudian membawanya aktif dalam berbagai riset teknologi di kampus, termasuk bergabung dengan tim Bamantara EEPISAT yang fokus mengembangkan sistem satelit mini dan teknologi kedirgantaraan.

Dalam CanSat Competition 2026, perjalanan menuju final tidaklah mudah. Selama hampir satu tahun, seluruh peserta harus melewati berbagai tahapan, mulai penyusunan desain, penulisan paper teknis, presentasi desain, pengujian sistem, hingga akhirnya berkompetisi langsung di Virginia, Amerika Serikat.

Pada tim Bamantara EEPISAT, Adam memegang peran penting. Ia bertanggung jawab mengembangkan perangkat lunak ground control station (GCS), sistem komunikasi data, serta melakukan riset antena untuk mendukung misi satelit mini yang dikembangkan tim.

Kerja keras tersebut akhirnya membuahkan hasil manis. Tim Bamantara EEPISAT sukses meraih Juara III Dunia sekaligus mengibarkan Merah Putih di panggung internasional.

"Alhamdulillah seluruh proses tersebut berbuah hasil dengan diraihnya juara 3 dunia. Saya bersyukur karena perjalanan yang dimulai dari ketertarikan pada teknologi, termasuk melalui program Jagoan Digital Banyuwangi, dapat mengantarkan saya hingga mewakili Indonesia di kompetisi internasional dan membawa nama Indonesia di tingkat dunia," tuturnya.

Kisah Adam Kandias menjadi bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari daerah. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, anak muda Banyuwangi mampu melangkah jauh, bahkan hingga menembus kompetisi teknologi paling bergengsi di dunia. (sgt)

Editor : Ali Sodiqin
#Adam Kandias #CanSat 2026 #Satelit mini #Jagoan Digital #banyuwangi