Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Trump Klaim AS Akhiri Perang dengan Iran, Teheran Belum Beri Konfirmasi

Ali Sodiqin • Jumat, 12 Juni 2026 | 12:30 WIB
Gencatan senjata Iran-AS terancam runtuh usai serangan besar Israel di Lebanon. (Antara)
Trump mengklaim AS telah mengakhiri perang dengan Iran. Namun Teheran menyatakan belum ada kesepakatan final dan negosiasi masih berlangsung. (Antara)

RADARBANYUWANGI.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim negaranya telah mengakhiri perang dengan Iran dan mencapai kesepakatan penting terkait program nuklir Teheran. Namun hingga Kamis malam (11/6) waktu setempat, pemerintah Iran belum mengonfirmasi adanya kesepakatan final sehingga memunculkan ketidakpastian baru di tengah krisis Timur Tengah yang masih memanas.

Pernyataan mengejutkan itu disampaikan Trump saat menghadiri acara politik di Amerika Serikat. Ia mengatakan konflik yang dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran dunia kini telah berakhir setelah kedua pihak mencapai pemahaman bersama.

"Kami mengakhiri perang dengan Iran hari ini," kata Trump.

Menurut Trump, salah satu poin utama yang menjadi dasar kesepakatan adalah komitmen Iran untuk tidak memiliki senjata nuklir. Ia menyebut tujuan tersebut menjadi fokus utama kebijakan Washington selama konflik berlangsung.

Sebelumnya pada hari yang sama, Trump juga mengumumkan adanya "kesepakatan besar" yang diklaim akan membuka jalan bagi berakhirnya ketegangan sekaligus mengembalikan aktivitas pelayaran di Selat Hormuz, jalur vital perdagangan energi dunia.

Bahkan, Trump menyebut Wakil Presiden JD Vance berpotensi menghadiri penandatanganan kesepakatan yang direncanakan berlangsung di Eropa dalam beberapa hari mendatang.

Iran: Belum Ada Kesepakatan Final

Meski demikian, klaim Gedung Putih belum mendapat pengakuan resmi dari Teheran.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran melalui media pemerintah menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final terkait perjanjian apa pun dengan Amerika Serikat.

Pihak Iran menyebut berbagai laporan mengenai tercapainya kesepakatan masih sebatas spekulasi dan belum dapat dianggap sebagai keputusan resmi pemerintah.

Perbedaan pernyataan antara Washington dan Teheran tersebut memunculkan pertanyaan mengenai status sebenarnya dari negosiasi yang sedang berlangsung.

Situasi ini juga menimbulkan keraguan di kalangan pengamat internasional terkait sejauh mana kesepakatan yang diklaim Trump benar-benar telah tercapai.

Konflik Memanas Sebelum Klaim Perdamaian

Klaim perdamaian muncul hanya beberapa jam setelah ketegangan antara kedua negara meningkat drastis.

Trump sebelumnya mengancam akan mengambil alih Pulau Kharg, fasilitas strategis yang menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.

Di sisi lain, Iran mengaku kembali melancarkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah untuk hari kedua berturut-turut.

Serangan tersebut merupakan respons atas operasi militer Amerika yang menghantam sejumlah target di wilayah Iran dalam beberapa hari terakhir.

Rangkaian aksi balasan itu sempat memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik regional yang dapat berdampak pada pasokan energi global serta stabilitas ekonomi dunia.

Selat Hormuz Jadi Kunci

Meski mengklaim perang telah berakhir, Trump menyatakan pengawasan dan blokade terhadap kapal yang keluar-masuk pelabuhan Iran masih akan diberlakukan hingga proses kesepakatan benar-benar selesai.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sejumlah aspek teknis dan politik kemungkinan masih dalam tahap finalisasi.

Selat Hormuz sendiri menjadi perhatian utama dunia karena merupakan jalur pelayaran yang menghubungkan kawasan Teluk Persia dengan pasar energi internasional.

Gangguan di kawasan itu berpotensi memengaruhi harga minyak global dan menekan perekonomian banyak negara.

Dunia Menunggu Kepastian

Hingga Jumat (12/6) dini hari WIB, belum ada pengumuman resmi bersama antara Washington dan Teheran terkait isi maupun mekanisme kesepakatan yang diklaim Trump.

Karena itu, komunitas internasional masih menunggu konfirmasi lebih lanjut mengenai apakah konflik benar-benar berakhir atau justru masih berada dalam tahap negosiasi yang belum tuntas.

Jika kesepakatan tersebut benar-benar terwujud, maka hal itu berpotensi menjadi salah satu perkembangan geopolitik paling signifikan di Timur Tengah dalam beberapa tahun terakhir sekaligus meredakan ketegangan yang sempat mengguncang pasar energi dunia. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#kesepakatan Iran #selat hormuz #donald trump #konflik timur tengah #perang iran