Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Harga BBM India Naik 4 Kali dalam 10 Hari, Perang Timur Tengah Picu Krisis Energi Negeri Pindapan

Ali Sodiqin • Jumat, 29 Mei 2026 | 17:00 WIB
Pemerintah resmi mengumumkan harga BBM per April 2026 tidak mengalami kenaikan. (Pexels/ClickerHappy)
Harga BBM India naik empat kali dalam 10 hari akibat perang Timur Tengah dan blokade Selat Hormuz yang mengganggu pasokan minyak global. (Pexels/ClickerHappy)

RADARBANYUWANGI.ID – Krisis energi global mulai menghantam India secara serius. Dalam waktu hanya 10 hari, perusahaan bahan bakar milik negara kembali menaikkan harga bensin dan solar untuk keempat kalinya pada Senin (25/5/2026), menyusul memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang mengguncang rantai pasok minyak dunia.

Kenaikan harga bahan bakar ini terjadi setelah perang yang pecah sejak Februari memicu blokade hampir total Iran terhadap Selat Hormuz, jalur pelayaran energi paling vital di dunia yang menjadi nadi distribusi minyak global.

Situasi tersebut membuat India, sebagai importir minyak mentah terbesar ketiga dunia, menghadapi tekanan berat akibat terganggunya pasokan energi nasional.

Selat Hormuz Lumpuh, Pasokan Energi India Tertekan

Sekitar separuh impor minyak mentah India selama ini melewati Selat Hormuz.

Ketika jalur strategis tersebut terganggu akibat eskalasi konflik regional, distribusi minyak menuju India ikut tersendat.

Akibatnya, harga bahan bakar kendaraan di negara dengan populasi terbesar dunia itu melonjak sekitar 5 persen sejak perang dimulai beberapa bulan lalu.

Pemerintah India pun terpaksa kembali melakukan penyesuaian harga BBM untuk menekan kerugian perusahaan energi nasional yang terus membengkak.

Dalam penyesuaian terbaru, harga BBM dinaikkan lebih dari 2 rupee atau sekitar US$0,02 per liter.

Jika dikonversikan dengan kurs Rp17.725 per dolar AS, kenaikan tersebut setara sekitar Rp354 per liter.

Harga Bensin dan Solar Tembus Rekor Baru

Lonjakan harga paling terasa terjadi di ibu kota India, New Delhi.

Harga bensin kini naik menjadi 102,12 rupee per liter dari sebelumnya 99,5 rupee.

Sementara harga solar meningkat menjadi 95,20 rupee per liter.

Kenaikan ini memperpanjang tren lonjakan biaya hidup yang mulai dirasakan masyarakat India sejak konflik Timur Tengah semakin memanas.

Sejumlah analis memperingatkan bahwa kenaikan harga energi berpotensi memicu inflasi baru, terutama pada sektor transportasi dan logistik.

Pemerintah India Minta Warga Hemat BBM

Kenaikan harga BBM terjadi hanya beberapa hari setelah Perdana Menteri India Narendra Modi menyampaikan imbauan penghematan penggunaan bahan bakar.

Menurut Modi, lonjakan impor energi mulai menguras devisa negara dalam jumlah besar.

Pemerintah India kini menghadapi dilema berat antara menjaga stabilitas ekonomi domestik dan memastikan kebutuhan energi nasional tetap terpenuhi di tengah krisis global.

Tekanan terhadap anggaran negara diperkirakan akan terus meningkat apabila konflik Timur Tengah berkepanjangan.

India Tingkatkan Impor Minyak Rusia

Di tengah ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah, India mulai meningkatkan pembelian minyak mentah dari Rusia.

Langkah tersebut dilakukan setelah adanya pengecualian sementara terhadap sanksi Amerika Serikat.

Pemerintah India memanfaatkan peluang itu untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional sekaligus menekan lonjakan harga domestik.

Namun langkah tersebut juga memunculkan sorotan geopolitik baru karena India dianggap semakin bergantung pada minyak Rusia di tengah ketegangan global.

Kerugian Perusahaan Minyak Tembus Triliunan Rupiah

Menteri Perminyakan dan Gas Alam India Hardeep Singh Puri sebelumnya mengungkapkan bahwa perusahaan pemasaran minyak di negaranya mengalami tekanan finansial sangat besar akibat lonjakan harga minyak dunia.

Menurut dia, kerugian perusahaan energi nasional mencapai hingga US$120 juta per hari atau setara sekitar Rp2,13 triliun.

“Kerugian mencapai hingga US$120 juta per hari,” ujar Puri seperti dikutip AFP.

Meski demikian, pemerintah India memastikan kondisi pasokan energi nasional masih dalam tahap aman dan terkendali.

Puri menegaskan pemerintah akan terus menjaga impor dan distribusi energi agar tidak mengalami gangguan besar.

Krisis Timur Tengah Mulai Mengguncang Ekonomi Asia

Kondisi di India menjadi salah satu gambaran nyata dampak perang Timur Tengah terhadap ekonomi global.

Selat Hormuz selama ini menjadi jalur utama distribusi minyak dunia, termasuk bagi negara-negara Asia yang sangat bergantung pada impor energi.

Ketika jalur tersebut terganggu, harga minyak dunia otomatis melonjak dan memicu efek domino terhadap harga bahan bakar domestik di banyak negara.

India menjadi salah satu negara yang paling rentan karena kebutuhan energinya sangat besar untuk menopang sektor industri, transportasi, hingga konsumsi rumah tangga.

Ancaman Inflasi dan Beban Masyarakat

Ekonom memperingatkan kenaikan harga BBM yang terjadi berulang kali dalam waktu singkat dapat memicu tekanan sosial dan ekonomi baru di India.

Biaya transportasi yang meningkat berpotensi menaikkan harga kebutuhan pokok serta memperlambat pemulihan ekonomi domestik.

Di sisi lain, pemerintah juga menghadapi tekanan politik karena kenaikan harga energi selalu menjadi isu sensitif di tengah masyarakat.

Jika konflik Timur Tengah terus berlanjut dan Selat Hormuz belum sepenuhnya pulih, harga bahan bakar di India diperkirakan masih berpotensi mengalami kenaikan tambahan dalam beberapa pekan mendatang.

Kondisi ini membuat dunia mulai mewaspadai kemungkinan terjadinya gelombang baru krisis energi global setelah sebelumnya pasar sempat stabil pascapandemi. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#harga BBM India #minyak Rusia India #perang timur tengah #selat hormuz #krisis energi global