Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

9 WNI Ditangkap Israel Saat Misi Kemanusiaan Gaza, Menlu Sugiono: Semoga Segera Pulang Selamat

Ali Sodiqin • Kamis, 21 Mei 2026 | 12:30 WIB
Menteri Luar Negeri Sugiono. (JawaPos.com)
Menteri Luar Negeri Sugiono. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID – Pemerintah Indonesia terus memantau nasib sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditangkap tentara Israel saat menjalankan misi pelayaran kemanusiaan menuju Gaza bersama Global Sumud Flotilla 2.0.

Menteri Luar Negeri Sugiono berharap seluruh WNI tersebut berada dalam kondisi selamat dan dapat segera dipulangkan ke Indonesia.

“Kita doakan semoga mereka kondisinya baik-baik, dan bisa segera kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan selamat,” kata Sugiono di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (20/5/2026).

Penangkapan sembilan WNI itu memicu perhatian luas karena mereka tengah menjalankan misi kemanusiaan internasional untuk membantu warga Palestina di Gaza yang hingga kini masih berada dalam krisis kemanusiaan akibat konflik berkepanjangan.

Pemerintah Apresiasi Semangat Kemanusiaan Relawan

Sugiono menilai semangat para WNI yang bergabung dalam Global Sumud Flotilla 2.0 patut diapresiasi karena menunjukkan kepedulian besar terhadap penderitaan rakyat Palestina.

“Kami mengapresiasi semangat dari rekan-rekan yang tergabung dalam Global Sumud Flotilla karena ini juga mencerminkan satu keinginan untuk menciptakan situasi yang lebih baik bagi saudara-saudara kita di Palestina, di Gaza pada khususnya,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah Indonesia mengakui hingga kini masih mengalami kesulitan menjalin komunikasi langsung dengan para WNI tersebut akibat keterbatasan akses di lapangan.

Situasi menjadi semakin kompleks karena Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel.

Indonesia Gandeng Yordania dan Turkiye

Untuk memastikan keselamatan para WNI, Kementerian Luar Negeri terus memaksimalkan jalur diplomasi dengan menggandeng sejumlah negara sahabat.

Sugiono mengungkapkan pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah Yordania dan Turkiye guna memperoleh informasi terbaru terkait kondisi para relawan Indonesia yang ditahan.

“Jadi kita minta tolong kepada teman-teman kita yang pertama mengalami nasib serupa juga dari warga negaranya, kemudian dari teman-teman yang ada di Jordan dan Turkiye,” jelasnya.

Pemerintah memastikan seluruh jalur diplomatik akan terus ditempuh demi mengupayakan akses perlindungan dan kepulangan para WNI.

Empat Jurnalis dan Lima Aktivis Ditahan

Sebelumnya, sembilan WNI yang terdiri dari empat jurnalis dan lima aktivis kemanusiaan dilaporkan ditangkap tentara Israel saat mengikuti pelayaran Global Sumud Flotilla 2.0 menuju Gaza.

Informasi tersebut disampaikan Global Peace Convoy Indonesia setelah para relawan mengirimkan pesan darurat atau SOS dalam bentuk video.

Dalam rekaman tersebut, mereka menyatakan telah diintersep dan ditahan aparat Israel di tengah misi kemanusiaan.

Lima WNI pertama yang ditangkap pada Senin (18/5/2026) yakni Andi, Rahendro, Andre, Thoudy, dan Abeng.

Sementara Herman dan Ronggo sempat mengabarkan berhasil lolos dari pengejaran tentara Israel setelah kapten kapal melakukan manuver menghindar.

Namun beberapa jam kemudian, keduanya juga dilaporkan ikut ditangkap pada Selasa (19/5/2026) waktu setempat.

Empat jam berselang, dua WNI lainnya yakni Asad dan Hendro turut mengunggah video darurat yang menyatakan diri mereka telah ditahan tentara Israel.

Ketegangan di Laut Tengah Kembali Memanas

Insiden penangkapan relawan internasional dalam misi kemanusiaan menuju Gaza kembali menyoroti ketegangan di wilayah Laut Tengah dan blokade yang diterapkan Israel terhadap Jalur Gaza.

Global Sumud Flotilla 2.0 sendiri merupakan bagian dari gerakan solidaritas internasional yang bertujuan menyalurkan bantuan kemanusiaan sekaligus membuka perhatian dunia terhadap kondisi warga sipil Palestina.

Sejumlah aktivis dari berbagai negara disebut ikut bergabung dalam konvoi laut tersebut.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari otoritas Israel terkait status hukum para relawan yang ditahan maupun kemungkinan deportasi ke negara asal masing-masing.

Pemerintah Indonesia memastikan terus memonitor perkembangan situasi dan berupaya memberikan perlindungan maksimal kepada seluruh WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan tersebut. (*)

Editor : Ali Sodiqin
#WNI ditangkap Israel #Global Sumud Flotilla 2.0 #Menlu Sugiono #misi kemanusiaan Gaza #palestina