RADARBANYUWANGI.ID – Kabar mengejutkan datang dari misi kemanusiaan internasional menuju Jalur Gaza. Jurnalis Indonesia Andre Nugroho yang tergabung dalam pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla (GSF) dikabarkan mengirim pesan darurat sebelum diduga mengalami intersepsi oleh militer Israel.
Video yang beredar melalui unggahan media sosial memicu perhatian luas publik Indonesia. Dalam rekaman tersebut, Andre menyampaikan pesan yang diduga telah direkam sebelumnya sebagai langkah antisipasi apabila terjadi penahanan atau penghentian paksa selama misi berlangsung.
Pesan itu kemudian memunculkan gelombang kekhawatiran, terutama setelah muncul dugaan bahwa sejumlah warga negara Indonesia (WNI) yang ikut dalam misi kemanusiaan ke Gaza mengalami pencegatan di tengah perjalanan.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @tempodotco, Andre memperkenalkan dirinya dan menjelaskan keterlibatannya dalam misi internasional tersebut.
"Saya Andre Nugroho warga Indonesia yang mengikuti Global Sumud Flotila, yakni menembus blokade Gaza. Apabila kawan-kawan melihat video ini, berarti tandanya saya sudah diintersep ataupun diculik oleh zionis Israel," ujar Andre dalam video tersebut.
Pernyataan itu langsung menyedot perhatian publik di media sosial. Banyak warganet mempertanyakan kondisi terkini Andre dan peserta lain yang ikut dalam misi pelayaran menuju wilayah Palestina.
Tak hanya menyampaikan kondisi darurat, Andre juga meminta masyarakat Indonesia membantu menyebarluaskan video tersebut agar memperoleh perhatian dari pemerintah Indonesia.
Ia secara khusus menyebut Presiden RI dan Menteri Luar Negeri agar mengetahui situasi yang dialami rombongan.
"Saya meminta kawan-kawan untuk share video ini sebanyak-banyaknya seluas-luasnya agar dapat atensi dari Presiden kita Bapak Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Bapak Sugiono," tegasnya.
Andre juga menekankan bahwa pelayaran Global Sumud Flotilla bukan misi politik, melainkan aksi kemanusiaan untuk mendukung rakyat Palestina yang hingga kini masih menghadapi blokade dan konflik berkepanjangan.
Ia mengajak masyarakat untuk terus mendukung perjuangan kemerdekaan Palestina.
"Saya meminta kepada para pemangku kebijakan ataupun warga semuanya agar selalu mendukung upaya-upaya kemerdekaan Palestina," katanya.
Misi Global Sumud Flotilla diketahui merupakan bagian dari gerakan solidaritas internasional yang bertujuan menembus blokade Gaza dan menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi warga Palestina.
Misi serupa sebelumnya juga beberapa kali dilakukan kelompok solidaritas internasional dari berbagai negara. Namun, pelayaran menuju Gaza kerap menghadapi hambatan keamanan karena ketatnya pengawasan Israel di wilayah perairan sekitar Palestina.
Informasi yang beredar menyebutkan, militer Israel atau Israel Defense Forces (IDF) diduga menghadang rombongan pelayaran kemanusiaan yang diikuti delegasi dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Dalam perkembangan awal, sedikitnya sembilan warga negara Indonesia disebut berada dalam rombongan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang mengikuti misi Global Sumud Flotilla 2026.
Mereka terdiri atas unsur jurnalis dan aktivis kemanusiaan.
Daftar WNI yang disebut ikut dalam misi tersebut antara lain:
-
Thoudy Badai (Jurnalis Republika)
-
Hendro Prasetyo (Aktivis Kemanusiaan)
-
Andre Nugroho (Jurnalis TV Tempo)
-
Andi Angga (Aktivis Kemanusiaan)
-
Ronggo Wirasanu (Aktivis Kemanusiaan)
-
Herman Budianto (Aktivis Kemanusiaan)
-
As'ad Aras (Aktivis Kemanusiaan)
-
Rahendro Herubowo (Jurnalis GPCI)
-
Bambang Nuroyono (Jurnalis Republika)
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Indonesia terkait status sembilan WNI tersebut maupun konfirmasi mengenai dugaan penahanan oleh otoritas Israel.
Belum diketahui pula kondisi terakhir rombongan serta lokasi pasti intersepsi yang disebut terjadi dalam perjalanan menuju Gaza.
Kasus ini diperkirakan akan menjadi perhatian serius pemerintah Indonesia mengingat keterlibatan warga negara dalam misi kemanusiaan internasional di wilayah konflik.
Di media sosial, tagar terkait Andre Nugroho dan misi Global Sumud Flotilla mulai ramai diperbincangkan. Sejumlah pihak mendesak pemerintah segera melakukan langkah diplomatik untuk memastikan keselamatan seluruh WNI yang berada dalam rombongan.
Situasi di Gaza sendiri hingga kini masih menjadi sorotan internasional. Blokade berkepanjangan dan krisis kemanusiaan terus memicu aksi solidaritas global dari berbagai negara, termasuk Indonesia yang secara konsisten menyuarakan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina. (*)
Editor : Ali Sodiqin