Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Diperingati 10 Mei 2026, Ini Asal-Usul Mother’s Day yang Berbeda dengan Hari Ibu Nasional Indonesia

Lugas Rumpakaadi • Selasa, 12 Mei 2026 | 18:15 WIB
Mother’s Day 2026 diperingati hari ini, 10 Mei. (Pexels/alleksana)
Mother’s Day 2026 diperingati hari ini, 10 Mei. (Pexels/alleksana)

RADARBANYUWANGI.ID - Tepat pada Minggu (10/5/2026), masyarakat dunia kembali memperingati Hari Ibu Internasional atau yang populer dikenal sebagai Mother’s Day. Peringatan ini berbeda dengan Hari Ibu Nasional di Indonesia yang diperingati setiap 22 Desember.

Hari Ibu di Indonesia memiliki akar sejarah tersendiri karena berkaitan erat dengan Kongres Perempuan Indonesia I yang berlangsung pada 22-25 Desember 1928. Momentum tersebut kemudian ditetapkan secara resmi melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959.

Sementara itu, Mother’s Day yang dirayakan di berbagai negara hari ini berasal dari sejarah panjang di Amerika Serikat (AS). Karena memiliki latar belakang berbeda, makna kedua peringatan tersebut pun tidak sama.

Baca Juga: IHC RSU Bhakti Husada Krikilan Tingkatkan Kompetensi Petugas, Lakukan Inhouse Training Bantuan Hidup Dasar (BHD)

Penghormatan terhadap sosok ibu sejatinya telah dikenal sejak zaman kuno. Dalam peradaban Yunani dan Romawi, masyarakat kala itu menggelar festival untuk menghormati dewi-dewi ibu seperti Rhea dan Cybele.

Namun, embrio Mother’s Day modern bermula dari tradisi Kristen di Eropa yang dikenal sebagai Mothering Sunday. Tradisi tersebut mulai berkembang sejak abad ke-16 dan diperingati setiap Minggu keempat pada masa Prapaskah.

Pada masa itu, umat Kristen pulang ke “gereja induk” atau mother church di kampung halaman mereka untuk mengikuti ibadah khusus. Seiring waktu, tradisi religius tersebut berkembang menjadi perayaan keluarga, ketika anak-anak memberikan bunga serta hadiah sederhana kepada ibu mereka.

Baca Juga: Hoki Gak Ketolong! Shio Hari Ini 12 Mei 2026 Bongkar Rahasia Rezeki, Cinta, dan Karier

Tradisi tersebut sempat meredup sebelum akhirnya berbaur dengan konsep Mother’s Day di Amerika Serikat pada dekade 1930-an dan 1940-an.

Di Amerika Serikat, sejarah Mother’s Day modern tidak lepas dari sosok Ann Reeves Jarvis. Sebelum Perang Saudara AS pecah, ia mendirikan Mothers’ Day Work Clubs di Virginia Barat.

Kelompok tersebut bertujuan mengedukasi para perempuan mengenai kesehatan dan perawatan anak. Setelah perang usai, organisasi itu berkembang menjadi gerakan sosial yang aktif mendorong rekonsiliasi nasional.

Pada 1868, Ann Reeves Jarvis menggagas Mothers’ Friendship Day untuk mempertemukan para ibu dari kubu tentara persatuan dan Konfederasi.

Tokoh penting lainnya adalah Julia Ward Howe, aktivis hak pilih perempuan sekaligus penulis lagu patriotik terkenal di AS. Pada 1870, ia menulis Mother’s Day Proclamation setelah menyaksikan dampak buruk perang.

“Melalui seruan tersebut, para ibu di seluruh dunia diajak bersatu demi menciptakan perdamaian,” demikian isi semangat kampanye yang digaungkan Howe kala itu.

Ia bahkan mendorong peringatan Mother’s Peace Day yang mulai dirayakan setiap 2 Juni sejak 1873.

Baca Juga: Es Laut Antartika Anjlok Drastis, Ilmuwan Ungkap Sistem Iklim Bumi Telah “Berbalik” dan Memicu Ancaman Pemanasan Global Lebih Cepat

Tonggak paling penting dalam sejarah Mother’s Day kemudian hadir melalui Anna Jarvis, putri Ann Reeves Jarvis. Setelah ibunya wafat pada 1905, Anna bertekad menciptakan hari khusus untuk menghormati pengorbanan para ibu.

Dengan dukungan pengusaha asal Philadelphia, John Wanamaker, Anna menggelar perayaan resmi Mother’s Day pertama di sebuah gereja Metodis di Grafton, Virginia Barat, pada Mei 1908.

Perjuangan Anna Jarvis berlanjut melalui kampanye surat kepada media dan politisi. Ia menilai hari-hari besar di Amerika saat itu terlalu banyak berfokus pada pencapaian laki-laki.

Baca Juga: Polisi Kembangkan Kasus Penggelapan Rp 920 Juta di Banyuwangi, Bidik Keterlibatan Pelaku Lain

Upayanya membuahkan hasil ketika Presiden Woodrow Wilson menandatangani maklumat resmi pada 1914 yang menetapkan Mother’s Day sebagai hari libur nasional setiap Minggu kedua bulan Mei.

Ironisnya, Anna Jarvis justru kecewa berat pada masa tuanya. Ia menilai Mother’s Day berubah menjadi perayaan yang terlalu dikomersialkan oleh industri bunga dan kartu ucapan.

“Perayaan yang seharusnya sakral telah dimanfaatkan demi keuntungan bisnis,” demikian kritik keras Anna Jarvis terhadap komersialisasi Hari Ibu.

Kekecewaan tersebut begitu mendalam hingga ia sempat mengajukan petisi untuk menghapus perayaan itu pada 1943.

Anna Jarvis meninggal dunia pada 1948 dalam kondisi ekonomi sulit di sebuah sanatorium. Tragisnya, biaya perawatannya diketahui dibayar secara anonim oleh asosiasi perusahaan kartu ucapan dan florist, industri yang selama hidupnya paling sering ia kritik karena dianggap menghilangkan makna ketulusan Mother’s Day.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Mother’s Day 2026 #Sejarah Hari Ibu Internasional #Anna Jarvis #Hari Ibu Amerika Serikat #Perbedaan Hari Ibu Indonesia dan Mother’s Day