Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Trump Klaim Peluang Kesepakatan AS-Iran Kian Dekat, Negosiasi Nuklir dan Pengakhiran Konflik Disebut Hampir Tercapai

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 7 Mei 2026 | 09:43 WIB
Donald Trump menyebut peluang kesepakatan AS-Iran sangat besar setelah pembicaraan intensif 24 jam terakhir. (JawaPos.com)
Donald Trump menyebut peluang kesepakatan AS-Iran sangat besar setelah pembicaraan intensif 24 jam terakhir. (JawaPos.com)

RADARBANYUWANGI.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimisme terhadap peluang tercapainya kesepakatan antara Washington dan Teheran terkait penghentian konflik serta negosiasi program nuklir Iran. Pernyataan itu disampaikan Trump di Ruang Oval Gedung Putih, Rabu (6/5) waktu setempat.

Trump menyebut komunikasi antara kedua negara dalam 24 jam terakhir berlangsung positif. Menurut dia, peluang tercapainya kesepakatan permanen untuk mengakhiri konflik yang melibatkan AS, Israel, dan Iran kini semakin terbuka.

“Mereka ingin membuat kesepakatan. Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat baik selama 24 jam terakhir, dan sangat mungkin kami akan membuat kesepakatan,” ujar Trump, dikutip Antara.

Baca Juga: Crystal Palace Unggul di Leg Pertama, Namun Data Justru Memihak Shakhtar Donetsk

Dia kembali menegaskan bahwa syarat utama dari kesepakatan tersebut adalah Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Trump mengklaim Teheran telah menyetujui prinsip tersebut.

“Iran tidak dapat memiliki senjata nuklir, dan mereka tidak akan memilikinya,” katanya.

Meski menunjukkan optimisme, Trump tetap menyampaikan peringatan keras kepada Iran apabila negosiasi gagal mencapai titik temu. Dalam wawancara dengan media Amerika, PBS, Trump mengatakan kesepakatan harus mencakup penghentian seluruh aktivitas fasilitas nuklir bawah tanah Iran serta transfer cadangan uranium yang telah diperkaya ke Amerika Serikat.

“Jika mereka setuju, semuanya selesai, dan jika mereka tidak setuju, kita akan jatuhkan bom,” tegasnya.

Baca Juga: Trump Sebut Iran Ingin Capai Kesepakatan, Namun Tuding Teheran Bermain Dua Muka soal Negosiasi dengan Washington

Trump juga membantah laporan yang menyebut Iran masih diizinkan mempertahankan pengayaan uranium pada level 3,67 persen. Menurut dia, ketentuan tersebut tidak termasuk dalam kerangka pembahasan saat ini.

Sementara itu, pemerintah Iran menyatakan proposal yang diajukan Amerika Serikat masih dalam tahap peninjauan internal. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan Teheran akan menyampaikan sikap resminya setelah proses evaluasi selesai.

“Usulan AS masih sedang diperiksa dan Iran akan menyampaikan kesimpulannya setelah peninjauan internal rampung,” ujar Baghaei kepada kantor berita semi-resmi ISNA.

Iran juga menepis sebagian laporan media Amerika yang menyebut kedua negara hampir mencapai kesepakatan final. Teheran menilai sejumlah informasi yang beredar masih berupa spekulasi media.

Sebelumnya, media AS Axios melaporkan Washington dan Teheran hampir mencapai kesepakatan awal yang mencakup penghentian konflik dan pembentukan kerangka negosiasi nuklir lanjutan. Dalam laporan tersebut disebutkan AS menunggu respons Iran terhadap sejumlah isu utama dalam waktu 48 jam.

Draf memorandum yang tengah dibahas dikabarkan memuat penghentian konflik dan pembukaan masa negosiasi selama 30 hari untuk menyusun kesepakatan lebih rinci. Agenda lanjutan mencakup pembukaan kembali jalur transit di Selat Hormuz, pembatasan program nuklir Iran, serta pelonggaran sanksi ekonomi Amerika Serikat.

Baca Juga: SPBE Banyuwangi Terbaik Nasional, Kemenko Polkam Tekankan Penguatan Keamanan Siber di Tengah Akselerasi Digital

Islamabad dan Jenewa disebut menjadi dua lokasi yang dipertimbangkan untuk putaran negosiasi berikutnya.

Dalam rancangan kesepakatan itu, Iran disebut bersedia menjalankan moratorium pengayaan uranium. Sebagai imbalannya, Washington akan melonggarkan sanksi secara bertahap dan membuka akses terhadap miliaran dolar dana Iran yang selama ini dibekukan.

Namun, durasi moratorium tersebut masih menjadi perdebatan. Iran mengusulkan masa berlaku lima tahun, sedangkan Amerika Serikat menginginkan pembatasan hingga 20 tahun.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Negosiasi Nuklir #selat hormuz #iran #donald trump #amerika serikat