RADARBANYUWANGI.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menuding Iran “bermain-main” dalam komunikasi dengan Washington di tengah upaya meredakan konflik yang terus memanas di kawasan Timur Tengah. Meski demikian, Trump menilai Teheran sebenarnya tetap menginginkan kesepakatan damai dengan AS.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan pada Selasa (5/5/2026) waktu setempat. Dia menyoroti sikap Iran yang dinilai berbeda antara komunikasi tertutup dan pernyataan resmi di media.
“Yang tidak saya suka dari Iran adalah mereka berbicara kepada saya dengan penuh hormat, lalu di televisi mereka berkata ‘Kami tidak berbicara dengan Presiden.’ Padahal saya baru saja berbicara,” ujar Trump, dikutip Antara.
Trump menambahkan bahwa Iran tengah memainkan strategi politik tertentu dalam proses negosiasi tersebut.
“Mereka bermain-main. Tapi saya katakan, mereka ingin membuat kesepakatan,” lanjutnya.
Meski membuka peluang diplomasi, Trump enggan menjelaskan secara rinci tindakan apa yang akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata oleh Iran. Dia hanya menegaskan bahwa Teheran memahami batas-batas yang telah ditentukan Washington.
“Nanti Anda akan tahu, karena saya akan memberi tahu. Mereka tahu apa yang harus dilakukan, dan tahu apa yang tidak boleh dilakukan,” katanya.
Baca Juga: Ramalan Zodiak 7 Mei 2026, Taurus Panen Rezeki, Scorpio Emosi Meledak!
Ketegangan antara AS dan Iran kembali meningkat sejak akhir Februari lalu setelah Washington bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Serangan tersebut dilaporkan menimbulkan kerusakan fasilitas dan korban sipil.
Situasi semakin rumit setelah Trump pada Minggu malam mengumumkan operasi “Project Freedom”, yakni misi untuk membantu kapal-kapal yang terjebak di Selat Hormuz agar dapat keluar dari kawasan tersebut. Operasi itu melibatkan pengawalan militer AS terhadap jalur pelayaran strategis dunia tersebut.
Namun, media nasional Iran, IRIB, melaporkan bahwa militer Iran mencegah kapal AS memasuki Selat Hormuz dengan menembakkan dua rudal ke kapal perang Amerika. Klaim tersebut langsung dibantah oleh Komando Pusat AS atau CENTCOM.
Di tengah meningkatnya tekanan militer, Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April. Akan tetapi, pembicaraan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan final.
Trump kemudian memutuskan memperpanjang penghentian serangan guna memberi ruang bagi Iran menyusun apa yang disebutnya sebagai “proposal terpadu”. Langkah itu disebut sebagai bagian dari upaya membuka jalan menuju kesepakatan akhir antara kedua negara.
Meski peluang diplomasi masih terbuka, situasi di kawasan Teluk tetap menjadi perhatian dunia internasional karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi paling vital di dunia.
Editor : Lugas Rumpakaadi