Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Ketegangan AS-Iran Memanas, Trump Klaim Washington Bisa Menang “Sangat Mudah”

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 7 Mei 2026 | 09:26 WIB
Presiden AS Donald Trump kembali menekan Iran agar segera mencapai kesepakatan dengan Washington. (Sumut Post)
Presiden AS Donald Trump kembali menekan Iran agar segera mencapai kesepakatan dengan Washington. (Sumut Post)

RADARBANYUWANGI.ID - Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Teheran harus segera mencapai kesepakatan dengan Washington atau menghadapi konsekuensi militer yang disebutnya akan mudah dimenangkan oleh pihak AS.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump dalam wawancara bersama pembawa acara radio Hugh Hewitt pada Senin (4/5/2026) waktu setempat. Dalam kesempatan itu, Trump menyebut jalur diplomasi masih terbuka, namun opsi militer tetap menjadi bagian dari strategi Washington terhadap Iran.

“Ya, bagaimanapun juga, kami akan menang. Kami akan membuat kesepakatan yang tepat, atau kami akan menang dengan sangat mudah dari sudut pandang militer,” ujar Trump dikutip Antara.

Baca Juga: KPK Nilai Desa Sukojati Banyuwangi Tetap On Track Desa Antikorupsi, Siap Jadi Model Nasional

Trump juga mengklaim Amerika Serikat berada dalam posisi lebih unggul secara militer dibanding Iran. Ia menyinggung kerugian armada laut Iran dalam konflik terbaru yang melibatkan kedua negara.

Menurut Trump, Iran sebelumnya memiliki 159 kapal militer. Namun, sebagian besar armada tersebut disebut telah mengalami kehancuran dalam serangkaian serangan.

“Hari ini, kami menghancurkan delapan kapal mereka. Sekarang mereka hanya memiliki kapal kecil yang cepat. Kapal-kapal itu sangat murah dan dipasangi senapan mesin. Mereka pikir itu bagus. Kami menghancurkan delapan kapal mereka hari ini,” katanya.

Pemerintah AS, lanjut Trump, tetap berfokus pada upaya mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir. Isu nuklir selama ini menjadi titik utama tekanan diplomatik maupun militer Washington terhadap Teheran.

Baca Juga: Duel Tanpa Beban di Turin: Torino vs Sassuolo Berpotensi Hujan Gol!

Meski tensi meningkat, Trump menilai peluang tercapainya kesepakatan masih terbuka dalam waktu dekat. Ia bahkan menyebut proses negosiasi dapat selesai dalam beberapa pekan mendatang.

“Kami sudah melakukan sebagian besar yang perlu dilakukan. Mungkin tinggal dua minggu lagi, dua minggu, mungkin tiga minggu. Dan waktu bukanlah hal yang mendesak bagi kami,” ujarnya.

Trump juga mengungkapkan adanya dorongan dari sejumlah pihak agar kesepakatan dengan Iran dapat segera tercapai. Ia menyebut kelompok tersebut sebagai pihak yang “sangat cerdas” dan “cukup moderat”.

Situasi hubungan Washington dan Teheran memanas sejak 28 Februari lalu ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke wilayah Iran. Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan menyasar wilayah Israel serta fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah.

Konflik sempat mereda setelah kedua pihak mengumumkan gencatan senjata pada 7 April. Namun, upaya diplomasi yang dilanjutkan melalui pembicaraan di Islamabad belum menghasilkan terobosan berarti.

Hingga kini belum terlihat tanda-tanda pecahnya konflik terbuka baru. Kendati demikian, Amerika Serikat masih memberlakukan blokade terhadap sejumlah pelabuhan Iran sebagai bagian dari tekanan terhadap Teheran.

Baca Juga: Parade Sapi Jumbo Banyuwangi 2026: Ratusan Ternak Unggulan Unjuk Kualitas, Harga Tembus Ratusan Juta

Di tengah situasi tersebut, sejumlah mediator internasional terus berupaya menyusun putaran negosiasi baru guna meredakan ketegangan dan membuka peluang tercapainya kesepakatan yang lebih permanen antara kedua negara.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#Negosiasi Nuklir Iran #iran #donald trump #konflik timur tengah #amerika serikat