RADARBANYUWANGI.ID - Kesenjangan antara tunjangan pensiun negara di Inggris dan sejumlah negara Eropa mendorong masyarakat mencari strategi alternatif untuk menjamin masa tua. Skema Self-Invested Personal Pension (SIPP) kini menjadi pilihan utama karena menawarkan fleksibilitas investasi sekaligus insentif pajak yang signifikan.
Per 3 Mei 2026, tunjangan penuh State Pension Inggris tercatat sebesar £12.548 per tahun. Angka tersebut jauh di bawah standar Islandia yang mencapai £30.251 per tahun. Selisih ini memicu pergeseran pola pikir investor ritel untuk lebih aktif mengelola dana pensiun secara mandiri.
Penulis investasi James Beard menilai SIPP sebagai solusi realistis bagi warga yang ingin meningkatkan pendapatan hari tua tanpa harus pindah ke luar negeri.
“Dengan keunggulan pajak yang menarik, saya pikir SIPP dapat membantu mereka yang tidak ingin pindah ke luar negeri,” ujarnya dalam publikasi 3 Mei 2026.
Dalam praktiknya, investor SIPP umumnya menempatkan dana secara rutin pada saham bertumbuh (growth shares). Data historis menunjukkan indeks FTSE 100 mencatat rata-rata imbal hasil tahunan sekitar 6,4% dalam dua dekade terakhir dengan asumsi dividen diinvestasikan kembali.
Namun, Beard menilai pemilihan saham yang tepat dapat melampaui kinerja pasar. Ia mencontohkan perusahaan RELX yang mencatat imbal hasil tahunan rata-rata 8,9% dalam lima tahun terakhir.
“RELX telah memberikan rata-rata imbal hasil tahunan sebesar 8,9%,” kata Beard.
Simulasi menunjukkan bahwa investasi £425 per bulan selama 25 tahun dengan imbal hasil tersebut dapat tumbuh menjadi £468.617. Dana ini kemudian dialihkan ke portofolio saham dividen dengan imbal hasil 6,6%.
“Jika digunakan untuk membeli portofolio saham dividen 6,6%, itu akan menghasilkan pendapatan tahunan sebesar £30.928,” jelasnya.
Angka tersebut sedikit melampaui standar pensiun negara Islandia.
RELX dinilai memiliki fundamental kuat, ditopang pertumbuhan laba per saham (EPS) yang konsisten sepanjang 2021–2025. Margin operasional perusahaan juga meningkat 4,3 poin persentase, mencerminkan efisiensi bisnis yang terus membaik.
“RELX bukan nama rumah tangga, tetapi pertumbuhan EPS-nya mengesankan dalam beberapa tahun terakhir,” tambah Beard.
Selain RELX, sejumlah emiten lain seperti AstraZeneca dan Shell juga menjadi incaran investor karena kinerja stabil. Sementara sektor industri maju diperkuat oleh inovasi dari Rolls-Royce Holdings.
CEO Rolls-Royce, Tufan Erginbilgiç, bahkan menegaskan keunggulan teknologi perusahaannya.
“There is no private company in the world with the nuclear capability we have,” ujarnya.
Daya tarik utama SIPP terletak pada insentif pajak. Pemerintah Inggris memberikan keringanan hingga 20% untuk wajib pajak dasar, 40% untuk tarif lebih tinggi, dan 45% untuk kelompok tarif tambahan.
Fasilitas ini memungkinkan investor mempercepat pertumbuhan dana melalui efek bunga majemuk, sekaligus melindungi keuntungan modal dan dividen dari pajak.
Di tengah fakta bahwa sekitar 25% warga usia 40 tahun belum memiliki dana pensiun pribadi, SIPP menjadi instrumen strategis untuk mengejar ketertinggalan finansial.
Meski menjanjikan, strategi ini bukan tanpa risiko. Pemilihan saham yang konsisten mengungguli pasar tetap menjadi tantangan utama, terlebih dalam kondisi volatilitas global.
Namun demikian, pendekatan disiplin melalui investasi rutin dan diversifikasi portofolio dinilai dapat meningkatkan peluang mencapai target pendapatan pensiun yang lebih tinggi.
Editor : Lugas Rumpakaadi