Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Rusia Hentikan Pasokan Minyak Kazakhstan ke Jerman Mulai Mei 2026, Jalur Druzhba Tak Lagi Digunakan

Lugas Rumpakaadi • Kamis, 23 April 2026 | 13:59 WIB
Ilustrasi penambangan minyak bumi. (Pexels/Jan Zakelj)
Ilustrasi penambangan minyak bumi. (Pexels/Jan Zakelj)

RADARBANYUWANGI.ID - Rusia memastikan akan menghentikan pasokan minyak Kazakhstan ke Jerman melalui pipa Druzhba mulai 1 Mei 2026. Kebijakan ini menambah daftar panjang dinamika sektor energi Eropa yang masih dibayangi faktor geopolitik.

Wakil Perdana Menteri Rusia Alexander Novak menegaskan, perubahan jalur distribusi dilakukan karena keterbatasan teknis pada sistem yang ada saat ini. Volume minyak yang sebelumnya dialirkan ke Jerman akan dialihkan ke rute lain.

“Mulai 1 Mei, volume pasokan minyak Kazakhstan yang sebelumnya dikirim ke Jerman melalui pipa Druzhba akan dialihkan ke jalur logistik lain yang bebas hambatan,” ujar Novak.

Ia menambahkan, keputusan tersebut telah melalui pembahasan bersama pemerintah Kazakhstan dalam beberapa waktu terakhir. Negosiasi intensif disebut berlangsung pada pekan sebelumnya sebagai bagian dari penyesuaian terhadap kondisi infrastruktur.

Dalam pernyataan yang bernuansa politis, Novak juga menyinggung posisi Jerman terhadap energi Rusia. “Jerman telah menolak minyak Rusia, yang berarti semuanya baik-baik saja bagi mereka,” katanya.

Di sisi lain, Menteri Energi Kazakhstan Yerlan Akkenzhenov mengakui pihaknya telah menerima sinyal penghentian transit tersebut. Meski demikian, Kazakhstan tidak akan menurunkan produksi minyak.

“Volume ekspor akan dialihkan ke jalur lain yang tersedia,” ujarnya dalam pernyataan sebelumnya.

Akkenzhenov juga mengindikasikan bahwa gangguan infrastruktur, termasuk kemungkinan kerusakan akibat serangan sebelumnya, turut menjadi faktor di balik kebijakan tersebut.

Selama ini, pipa Druzhba menjadi salah satu jalur vital distribusi minyak di Eropa. Jalur ini menghubungkan Rusia dengan sejumlah negara, termasuk Jerman. Minyak Kazakhstan yang dialirkan melalui pipa tersebut menyumbang sekitar 20–30 persen kebutuhan kilang Schwedt di Jerman timur.

Kilang Schwedt sendiri merupakan simpul penting dalam sistem energi regional. Pada 2025, Kazakhstan mengirim sekitar 2,1 juta ton minyak melalui jalur tersebut, dengan target meningkat hingga 3 juta ton pada 2026. Namun, perubahan jalur distribusi berpotensi mengganggu rencana tersebut.

Perkembangan lain terjadi di Ukraina. Operator pipa Ukrtransnafta melaporkan telah menyelesaikan perbaikan pada jaringan yang sebelumnya rusak. Aliran minyak ke Hungaria dan Slovakia kini mulai pulih setelah terhenti hampir tiga bulan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menyatakan perbaikan infrastruktur telah rampung dan diharapkan membuka peluang dukungan finansial dari Uni Eropa.

Sementara itu, dinamika politik juga bergerak. Pemerintahan Perdana Menteri Hungaria Viktor Orbán dikabarkan mencabut veto terhadap paket bantuan Uni Eropa untuk Ukraina senilai sekitar 90 miliar euro. Persetujuan ini berjalan beriringan dengan rencana sanksi baru terhadap Rusia.

Situasi tersebut menegaskan bahwa sektor energi Eropa masih sangat rentan terhadap perubahan geopolitik. Jerman, yang sebelumnya bergantung besar pada energi Rusia sebelum konflik 2022, kini terus menyesuaikan strategi pasokannya.

Meski telah mengurangi ketergantungan langsung, sistem energi Jerman tetap menghadapi tantangan. Gangguan pada jalur distribusi seperti Druzhba menunjukkan bahwa stabilitas pasokan belum sepenuhnya aman.

Editor : Lugas Rumpakaadi
#druzhba #rusia #minyak #jerman #kazakhstan