Berita Daerah Edukasi Ekonomi Film Game Internasional Kasuistika Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Otomotif Pemerintahan Peristiwa Politik Seni & Budaya Sports Teknologi Tips & Trik Travelling

Gencatan Senjata Iran Diperpanjang, AS Tetap Siaga Penuh, Iran Menolak Pengumuman Trump

Lugas Rumpakaadi • Rabu, 22 April 2026 | 14:06 WIB
Perpanjangan gencatan senjata Iran oleh Donald Trump tidak menurunkan kesiagaan militer AS. (Sumut Pos)
Perpanjangan gencatan senjata Iran oleh Donald Trump tidak menurunkan kesiagaan militer AS. (Sumut Pos)

RADARBANYUWANGI.ID - Presiden Donald Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata Iran, namun langkah tersebut tidak serta-merta menurunkan kesiagaan militer Amerika Serikat.

Komando Pusat AS atau United States Central Command menegaskan pasukannya tetap berada dalam kondisi siaga penuh di kawasan.

Pernyataan itu disampaikan melalui media sosial resmi CENTCOM tak lama setelah pengumuman Trump.

Dalam unggahan tersebut, militer AS menampilkan kesiapan tempur melalui video yang memperlihatkan pesawat tempur, kapal perang, serta personel militer di berbagai lini operasi.

Dalam konferensi pers bersama Menteri Pertahanan Pete Hegseth, Komandan CENTCOM Brad Cooper menegaskan bahwa pihaknya memanfaatkan masa gencatan senjata untuk memperkuat kapabilitas militer.

“Kami sedang mempersenjatai kembali. Kami sedang memperbarui peralatan, dan kami sedang menyesuaikan taktik, teknik, dan prosedur kami,” ujar Cooper.

Ia menambahkan bahwa kemampuan adaptasi menjadi kekuatan utama militer AS.

“Tidak ada militer di dunia yang menyesuaikan diri seperti yang kami lakukan, dan itulah yang sedang kami lakukan saat ini selama gencatan senjata.”

Di sisi lain, Trump menegaskan bahwa perpanjangan gencatan senjata tidak berarti penghentian tekanan terhadap Iran.

Ia memastikan kebijakan blokade pelabuhan Iran tetap dilanjutkan sebagai bagian dari strategi militer AS.

“Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu,” kata Trump.

Respons keras datang dari pihak Iran.

Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, menilai langkah AS tersebut tidak memiliki makna bagi Teheran.

“Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Mohammadi menuding kebijakan tersebut sebagai strategi untuk mengulur waktu sebelum kemungkinan serangan lanjutan.

“Perpanjangan gencatan senjata Trump jelas merupakan taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak. Saatnya bagi Iran untuk mengambil inisiatif telah tiba.”

Editor : Lugas Rumpakaadi
#gencatan senjata Iran