Jalur Kereta China-Laos Jadi “Jalur Emas” Durian Asia Tenggara, Distribusi ke 30 Kota China Hanya 48 Jam

Lugas Rumpakaadi • Dipublikasikan Kamis, 16 April 2026 | 09:09 WIB
Jalur kereta China-Laos jadi jalur emas distribusi durian Asia Tenggara ke China. (Pexels/John Escudero)
Jalur kereta China-Laos jadi jalur emas distribusi durian Asia Tenggara ke China. (Pexels/John Escudero)

RADARBANYUWANGI.ID - Jalur Kereta China-Laos kian mengukuhkan perannya sebagai “jalur emas” bagi distribusi buah-buahan tropis Asia Tenggara, terutama durian, ke pasar China yang terus berkembang pesat.

Dilaporkan Antara, Memasuki puncak musim panen di kawasan Asia Tenggara, durian dari Thailand, Laos, dan Malaysia kini mengalir deras menuju China dengan dukungan sistem logistik yang semakin efisien. Kereta barang Lancang-Mekong Express menjadi tulang punggung distribusi, dengan waktu tempuh lintas batas yang hanya sekitar 26 jam hingga tiba di Kunming, ibu kota Provinsi Yunnan.

Dari Kunming, distribusi dilanjutkan melalui sistem intermoda kereta dan jalan raya, memungkinkan durian mencapai lebih dari 30 kota besar di China, termasuk Chengdu, Guangzhou, Shanghai, Zhengzhou, dan Shenyang, dalam waktu total sekitar 48 jam.

Kecepatan ini memastikan buah tetap segar saat tiba di tangan konsumen, sekaligus meminimalkan kerusakan produk selama perjalanan.

Lonjakan permintaan yang signifikan terlihat dari volume ekspor Thailand yang mencapai sekitar 1.500 kontainer durian berpendingin per hari. Selain durian, buah tropis lain seperti manggis juga memanfaatkan jalur ini untuk mempercepat akses ke pasar China.

Pihak perkeretaapian memperkirakan volume pengangkutan akan mencapai puncaknya pada pertengahan hingga akhir April 2026, seiring meningkatnya permintaan selama musim panen.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, frekuensi perjalanan kereta barang Lancang-Mekong Express telah ditingkatkan dari dua menjadi enam perjalanan per hari. Selain itu, dukungan infrastruktur rantai dingin juga diperkuat dengan penyediaan lebih dari 4.000 kontainer berpendingin khusus.

Seorang staf di China Railway Kunming Group, He Ruiqi, menegaskan adanya prioritas khusus dalam pengangkutan komoditas ini.

“Kami telah membuka ‘jalur hijau’ untuk pengangkutan durian, dengan prioritas pada tahapan bongkar muat, transshipment, pengiriman, dan bea cukai.”

Ia menambahkan bahwa efisiensi operasional menjadi kunci utama dalam menjaga kualitas buah.

“Setelah kereta tiba, kami secara ketat mematuhi standar operasional untuk menyelesaikan bongkar muat kendaraan dan transfer kontainer dalam waktu 90 menit.”

Sistem rantai dingin yang terintegrasi juga memastikan durian tetap dalam kondisi optimal sejak dipanen hingga tiba di pasar tujuan. Tidak lama setelah dipetik di perkebunan Thailand, durian langsung dimuat ke dalam kontainer berpendingin dan dikirim melalui layanan ekspres kereta, dengan total waktu pengiriman kurang dari tiga hari ke Kunming.

Dengan momentum puncak musim durian dan buah tropis lainnya, total volume pengangkutan melalui Jalur Kereta China-Laos pada 2026 diperkirakan akan melampaui 200.000 ton.

Perkembangan ini menegaskan peran strategis jalur kereta tersebut dalam memperkuat konektivitas regional sekaligus mendorong perdagangan agrikultur antara negara-negara Asia Tenggara dan China.

Editor : Lugas Rumpakaadi
Sumber : Antara
china asia tenggara laos kereta