RADARBANYUWANGI.ID - Pemerintah Israel menyatakan dukungannya terhadap kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Dukungan tersebut disampaikan kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyusul keputusan Presiden AS Donald Trump untuk menangguhkan serangan terhadap Iran.
Dalam pernyataan resminya, Israel menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari upaya diplomatik yang dikaitkan dengan pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis bagi distribusi energi global yang terdampak konflik.
“Israel mendukung keputusan Presiden Trump untuk menangguhkan serangan selama dua minggu dengan syarat Iran segera membuka selat dan menghentikan semua serangan terhadap AS, Israel, dan negara-negara di kawasan,” demikian pernyataan kantor Netanyahu.
Israel juga menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak lepas dari kekhawatiran terhadap potensi ancaman Iran, khususnya terkait program nuklir dan kemampuan militernya.
“Israel juga mendukung upaya-upaya AS untuk memastikan bahwa Iran tidak lagi memberikan ancaman nuklir, rudal, dan teror bagi Amerika, Israel, dan negara-negara tetangga Arab, serta dunia,” lanjut pernyataan tersebut.
Pengumuman gencatan senjata ini disampaikan sekitar empat jam setelah Presiden Trump mengumumkannya melalui platform media sosial Truth Social pada Selasa malam waktu AS. Dalam pengumuman tersebut, AS menyatakan komitmennya untuk mencapai tujuan bersama dengan Israel dan sekutu regional melalui jalur negosiasi.
Selain itu, Israel menegaskan bahwa kesepakatan gencatan senjata tersebut tidak mencakup wilayah Lebanon, yang selama ini menjadi basis kelompok Hizbullah. Pernyataan ini berbeda dengan klaim sebelumnya dari Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang bertindak sebagai mediator.
Sharif sebelumnya menyebut bahwa kesepakatan berlaku secara luas, termasuk wilayah Lebanon. Namun, Israel membantah interpretasi tersebut dengan menegaskan batasan geografis dari kesepakatan.
Editor : Lugas Rumpakaadi