RADARBANYUWANGI.ID - Menteri Luar Negeri China Wang Yi dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Korea Utara pada 9–10 April 2026 atas undangan pemerintah di Pyongyang. Kunjungan ini dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat hubungan bilateral kedua negara yang telah lama terjalin.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning menegaskan pentingnya agenda tersebut dalam konferensi pers di Beijing.
“Kunjungan Menteri Luar Negeri Wang Yi yang akan datang merupakan langkah penting bagi kedua negara untuk bertindak berdasarkan pemahaman bersama antara para pemimpin tertinggi kedua partai dan kedua negara serta untuk memajukan perkembangan hubungan China-Korea Utara,” ujarnya, dikutip Antara.
Menurut Mao Ning, China dan Korea Utara merupakan “teman dan tetangga tradisional yang terhubung oleh gunung dan sungai,” mencerminkan kedekatan historis dan geopolitik kedua negara. Ia juga menekankan bahwa memperkuat hubungan bilateral merupakan kebijakan strategis yang konsisten bagi pemerintah China.
“Kami siap bekerja sama dengan Korea Utara untuk meningkatkan komunikasi strategis, memperluas pertukaran dan kerja sama, serta memperdalam persahabatan tradisional kedua negara,” tambahnya.
Kunjungan ini akan menjadi perjalanan pertama Wang Yi ke Pyongyang sejak September 2019. Selama berada di ibu kota Korea Utara, ia diperkirakan akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Korea Utara Choe Son-hui.
Selain itu, Wang Yi juga berpeluang melakukan kunjungan kehormatan kepada pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong-un, yang akan menjadi sinyal penting dalam hubungan politik tingkat tinggi kedua negara.
Sebelumnya, Wang Yi dan Choe Son-hui terakhir kali mengadakan pembicaraan resmi di Beijing pada September 2025.
Kunjungan diplomatik ini berlangsung di tengah pemulihan konektivitas antara China dan Korea Utara pascapandemi COVID-19. Pada 30 Maret 2026, maskapai nasional Air China kembali membuka rute penerbangan Beijing–Pyongyang yang sempat terhenti sejak 2020.
Sementara itu, maskapai Korea Utara Air Koryo telah lebih dahulu melanjutkan penerbangan reguler sejak 2023 dengan frekuensi dua kali sepekan.
Tidak hanya jalur udara, konektivitas darat juga kembali diaktifkan. Layanan kereta penumpang internasional Beijing–Pyongyang resmi beroperasi kembali pada 12 Maret 2026 setelah vakum selama enam tahun. Rute ini diharapkan dapat mendorong pertukaran ekonomi, budaya, serta mobilitas masyarakat kedua negara.
Kereta dengan nomor K27/K28 melayani perjalanan empat kali seminggu dengan berbagai titik pemberhentian di China dan Korea Utara. Tiket perjalanan telah tersedia secara luring dengan harga lebih dari 1000 RMB untuk sekali perjalanan.
Kunjungan ini juga bertepatan dengan langkah bertahap Korea Utara dalam melonggarkan pembatasan internasional. Setelah menutup diri selama pandemi, negara tersebut mulai membuka akses terbatas bagi wisatawan, terutama dari Rusia sejak 2024.
Sebelum pandemi, wisatawan asal China mencakup sekitar 90 persen dari total pengunjung ke Korea Utara, menjadikan pemulihan hubungan transportasi sebagai faktor penting dalam kebangkitan sektor pariwisata dan ekonomi lintas batas.
Editor : Lugas RumpakaadiSumber : Antara